Family 3

Family 3
Just The Four of Us
Showing posts with label LIFE. Show all posts
Showing posts with label LIFE. Show all posts

Saturday, January 9, 2016

Refleksi tahun 2015

Tahun 2015 kemarin, selain menjadi tahun yang super sibuk dengan adanya anggota keluarga baru dan pekerjaan yang dikejar-kejar target, juga menjadi tahun refleksi dalam beberapa hal.

Adalah memang hobi saya mengamati sifat seseorang.. kadang heran sih kenapa saya suka mengamati orang.. kepo banget kali ya.. hehehe

Tapi bukan mengamati dalam hal usil sih sepertinya, tapi lebih ke arah hal apa sih sebenarnya yang melatar belakangi seseorang bisa bersikap seperti yang ditunjukkan di luar nya. Bagaimana upbringingnya dulu oleh keluarganya, mempengaruhi cara berpikir dan bersikap nya saat dewasa.

Jangan-jangan sebenernya saya tuh cocoknya jadi psikolog ya ... hehehehe

Anyway mikir-mikir dan refleksi-refleksi ini suka saya lakukan ketika menyetir sendirian di mobil.. Well saya menyetir sendirian itu kan relatif sering ya.. berangkat dan pulang kerja serta berangkat dan pulang pas makan siang di rumah :) so 4 kali jalan sehari, masing-masing 30 menit.. lumayan lah ya buat day dreaming 2 jam totalnya..
Dan karena gak macet jalanannya, daydreaming nya suka lumayan lancar.

Yang suka saya pikir sendirian adalah.. now what? dalam artian.. setelah kerja saat ini, so what? what is my grand design? what is my purpose?
Suka iri sama orang yang sudah menemukan passionnya.. klik nya dalam hidup, sudah menemukan "aha" momentsnya,  sedangkan saya kadang ya hanya menjalaninya. Trus mikir juga, apa sih sebenernya yang salah?
Kenapa beberapa orang bisa menemukan klik nya itu, dan beberapa orang sampai akhir hidupnya hanya menjalaninya aja..
Well, dari hasil permenungan saya ini saya merasa lingkungan dan pengasuhan saat kita kecil adalah salah satu yang membentuk pribadi kita, tentu aja selain sifat dasar kita.
Nah beberapa anak sangat beruntung bisa diasuh dan diarahkan untuk menemukan passionnya,
tidak hanya dididik untuk bisa calistung, untuk bisa rangking di kelas, untuk bisa masuk univ negeri.

Bukan salah orang tuanya juga 100% karena setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, dan mungkin adalah hal yang lumrah kalau setiap orang tua mau anaknya bisa pinter masuk univ negeri. Tapi dengan dunia yang makin berkembang, pinter aja ngga cukup untuk bisa bertahan..
You need something to define who you are..

Saya mengamati sifat saya dan suami saya, perbedaan kami dalam beberapa hal.. Saya orangnya sangat tekun dan persisten, sepertinya karena selain menurun dari sifat ayah saya yang sangat workaholik, namun memang itu lah yang saya lihat sehari-hari darinya.. Children see, children do.

Saya pun waktu single bisa jadi sangat workaholik.

nah suami saya itu sangat supel orangnya, selain menurun dari sifat orangtuanya, juga karena orangtua nya pun sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial.. Suami saya semasa kecil pasti melihat orang tuanya banyak bergaul dan bersosialisasi, otomatis dia pun begitu.. Children see, children do.

Nah saya karena ayah sibuk, keluarga saya jarang sekali datang ke acara-acara sosial.. istilah kerennya dulu kurang gaul lah.. hahahaha.. makanya waktu kecil saya pun pemalu, mungkin sampai kuliah saya itu pemalu. Karena tidak diberi contoh bagaimana bersosialisasi.
padahal...
dari hasil test finger print yang iseng-iseng saya lakukan (yang katanya bisa mengetahui sifat asli seseorang), saya ini aslinya extrovert.. jadi tidak pemalu.. tapi upbringing dalam keluarga yang tidak terlalu gaul, maka yang lebih muncul malah pemalunya waktu kecil.

Hal ini pun saya amati di anak perempuan saya, dia tidak pemalu..
Yah mungkin dia liat ayah bundanya punya pergaulan dan lingkaran sosial yang cukup luas. Dia sering kami ajak ke acara-acara bersama teman-teman kami. Children see, children do.

pointnya adalah, memang setiap keluarga punya cara sendiri dalam mengasuh anak, tergantung circumstancesnya.. ada yang positif, ada juga yang mungkin negatif.

Namun jika kita menyadari hal-hal yang negatif yang mungkin ada dalam keluarga kita, kita bisa berusaha meminimalkannya.
Sadar ... kita bukan manusia sempurna, bukan orangtua sempurna.. pastilah ada hal negatif , hal yang kurang baik dalam diri kita..

Akhir refleksi, dengan saya dan suami memiliki cara upbringing yang berbeda.. kita ambil positifnya dari tiap upbringing..
Different characters and values,

Hal-hal ini yang coba saya selalu ingat,

- Ciptakan selalu suasana rumah yang kondusif, yang menyenangkan.
- Dekat dengan anak, dorong mereka menjadi pribadi yang pede dan kritis.
- Tiap anak berbeda, bantu mereka menemukan keunikannya. Semoga dengan ini anak-anak saya lebih baik dari orang tuanya nanti, bisa menemukan "aha" momentnya.
- Contohkan kesederhanaan
- On money "Don't give them everything, Make them value money"
- Make them SUFFER, once in a while karena kenyamanan mematikan kreatifitas.
- Tunjukkan kasih sayang diantara ayah dan bundanya.. karena anak-anak akan nyaman bila melihat ortunya saling menyayangi.

Sepertinya sekian dulu permenungan untuk 2015 :)



Tuesday, January 5, 2016

Selamat Tahun Baru 2016 - Saatnya keluar dari Comfort Zone


Tampilan blog baru :)

Foto narsis juga baru dong ...
Semoga tahun ini juga semangat masih terus membara.

Tahun 2016 ini banyak tantangan di depan mata,
Tersadar dengan putaran roda dunia ini.
Awalnya sempat galau, sempat agak sedikit kaget, bingung mau gimana.

Tapi Puji Tuhan diingatkan kembali bahwa apapun yang terjadi Tuhan pasti beserta kita,
Kita manusia pilihan Allah, sudah diperlengkapi dengan akal yang sedemikian hebat, tinggal bagaimana kita mau menggunakan akal kita, mengambil setiap kesempatan yang datang, bahkan menciptakan kesempatan itu sendiri.

Gunakan segenap kemampuan, segenap keinginan ..

Tahun 2016,
Saatnya keluar LAGI.. dari zona nyaman.. saatnya mencoba sesuatu yang baru,
menata kembali prioritas hidup.

Kalau diingat-ingat, ngapain takut dengan hal baru?
Ngapain takut keluar zona nyaman.. sudah dari dulu selalu harus mencoba hal baru, sudah dari dulu selalu ditantang..

Sekarang emang agak keenakan sih jadi agak takut awalnya.. hehehe

Mari saatnya menempa kembali mental dan otak ini.. :)

Selamat Tahun Baru 2016

Tetap bersyukur, tetap sederhana, tetap memberikan yang terbaik.


Saturday, September 5, 2015

Seminar Parenting - Komunikasi Pengasuhan Anak

Yuhuuu..

Mau posting sedikit ilmu yang saya dapat dari Seminar Parenting Komunikasi Pengasuhan Anak dengan pembicara Ibu Elly Risman, Psi yang diadakan 29 Agustus lalu.
Anyway, awalnya sih emang cuman penasaran aja ama Elly Risman karena sering banget denger namanya sebagai salah satu psikolog anak yang suka wara wiri di radio dan ngasi seminar di mana-mana soal parenting. Dan juga salah satu psikolog Indonesia pertama yang sepertinya memberikan sedikit awareness mengenai pengasuhan anak di era digital serta bahaya pornografi pada otak anak.

So ketika tau ada seminar ini dan pas waktunya sepertinya saya pas lowong, ya udah daftar deh..
Gak ada sekolah jadi orang tua, jadi kalo pas sempet gini ya selalu usahain buat nambah ilmu.

Ulasan ini adalah  sebagian ilmu yang saya peroleh dari Ibu Elly dan offcourse saya tambah2in dikit pendapat saya :)
So tidak semua pendapat Ibu Elly ya ..
(Bikin disclaimer karena dunia maya suka aneh2)

Yang pertama kali dibahas adalah bagaimana banyak orang tua tidak siap ketika memiliki anak, karena ya jujur aja dalam kultur Indonesia biasanya setelah menikah langsung "dituntut" punya anak. Padahal mungkin banyak pasangan yang awalnya ingin menunda dahulu.. atau ya emang belum siap aja.Punya anak kan berarti mau melepaskan ego kita untuk hadirnya jiwa lain..
Dengan ketidaksiapan sebagai orang tua maka kita tidak menguasai 2 hal yaitu : Tahapan perkembangan anak dan tidak tau bagaimana cara otak bekerja yang nantinya berpengaruh pada kepribadian dan masa depan anak. Contohnya adalah karena kita tidak tau hal diatas maka kita sebagai orangtua sering memaksa anak untuk belajar sebelum waktunya.. misalnya calistung di usia dini, sekolah SD sebelum 7 tahun. Dimana menurut Ibu Elly, di umur sebelum 7 tahun itu otak anak belum siap untuk menerima materi-materi sekolah SD. Yang emang pelajaran SD jaman sekarang itu udah susah lho..
Menurt Ibu Elly ada bagian otak, antara otak kanan dan kiri yang belum nyambung pas usia 5 tahun itu.. (ini klo saya gak salah tangkep ya, maklum duduk belakang karena hampir telat :D).
Hmmmm ada benernya ya sepertinya, karena sering banget baca artikel-artikel dimana anak-anak Asia atau Indonesia kali ya.. pinter-pinter di awal, di SD, SMP, SMA bisa jadi juara olimpiade macem-macem karena dari kecil udah di "drill" otaknya untuk bisa membaca, berhitung, ngapain ini itu  dan bla bla bla dari kecil, tapi ketika besar ngga banyak yang akhirnya bisa menjadi pemenang hadiah Nobel. Sedangkan di Negara Barat, ngga segitunya anak kecil dah disuruh les berhitung, membaca, dan mungkin gak boleh juga 5 tahun masuk SD. Nah otaknya lebih berkembang optimal, dan ketika dewasa bisa lebih berpengetahuan.. ibaratnya "we think we know so much but we understand so little".
Yah tau sendiri di Indonesia kebanyakan ngapalin kali yee dari kecil :(.

Anyway baru tau juga ada orangtua yang sengaja men-cutikan anaknya selama satu tahun setelah TK B bila anaknya masih kekecilan. Agar pas masuk SD dah 7 tahun.
Emang sih masih pro kontra soal ini.. gimana kalo emang anaknya dah siap? kalo emang anaknya pinter? Kan tiap anak beda-beda ya kan?
Perlu lebih banyak penelitian mendalam tentang ini sepertinya.
Dann..  balik lagi pada orang tuanya.. Ortu yang paling kenal anaknya. Harusnya bisa tau apa emang si anak ini udah siap apa belom masuk SD sebelum 7 tahun, karena pinter aja gak jaminan juga sang anak siap secara mental dan emosional. Malah mungkin ketidaksiapan mental dan emosional itu yang bahaya kalo anak kecepetan masuk SD. Emang mungkin si anak dah bisa calistung, tapi kalo anaknya masih pengen main aja gimana?
Ibu Elly mengingatkan bahwa dunia anak itu ya main, main dan main.. dengan main sang anak belajar.. so mengapa mencabut dunia main itu terlalu dini dari anak?
Ini pe-er juga sih buat saya sebagai orang tua yang kadang-kadang kalo lagi timbul tiger mom mode on , tetiba nge'drill" si kakak untuk bisa membaca.. Saya lupa dunia nya adalah main, main dan main.. yang kalau saya mau ajarin baca ya harus dengan bermain se fun mungkin dan tidak memaksanya di usianya yang masih 4 tahun.
Pernah baca artikel juga.. Gak ada bedanya pas udah sekolah tingkat2 SMP atau SMA, anak yang 2 tahun dah bisa baca dengan yang 6 atau 7 tahun baru membaca :)
Belum tentu yang usia 3 tahun bisa membaca jadi anak yang gemar membaca kalau ortunya gak suka baca buku.. sukanya main gadget mulu.. JLEB JLEB..
berapa buku yang sudah dibaca tahun ini bapak dan ibu?


Oke mengenai materi komunikasinya sendiri,
Akibat kita suka salah bicara pada anak maka bisa melemahkan konsep diri anak, membuat anak diam, melawan dan menentang, tidak perduli dan sulit bekerja sama. Menjatuhkan harga diri anak dan kepercayaan diri anak. Kemampuan berpikir menjadi rendah. Tidak terbiasa memilih dan mengambil keputusan bagi diri sendiri, dan menjadi orang yang suka iri.
Contoh yang disampaikan adalah kalau kita punya anak masih kecil tapi ketika anak itu ditanya pilihan yang sederhana, yang biasanya setiap anak akan gampang menjawab seperti "Siang ini mau makan pizza atau burger?" tapi sang anak sering sekali menjawab "terserah". Itu adalah salah satu tanda-tanda bahwa kita sudah salah dalam berkomunikasi pada anak sehingga ia menjadi tidak terbiasa memilih, tidak bisa mengambil keputusan yang sangat sederhana, dan kemampuan berpikirnya rendah.
Buat saya masuk akal juga sih... karena anak2 biasanya kan maunya dituruti segala kemauannya.. kalo kebanyakan terserah berarti harus dikulik lagi tuh anak kenapa kaya males2an gitu.

Terus Ibu Elly menyampaikan ada 10 kekeliruan dalam komunikasi
1 .Bicara tergesa -gesa . Contohnya kalau pagi hari kita membangunkan dan menyuruh anak kita sekolah.. biasa ibu-ibu akan cerewet luar biasa.. padahal si anak juga kagak denger.. :D :D.. ya itulah semua serba tergesa-gesa.. anak kecil harus ngikutin jadwal orang dewasa yang gak sabaran.. padahal dunia anak adalah main, main dan main..
2. Tidak kenal diri sendiri : Orang tua pun kadang tidak mengenal siapa dirinya sendiri, kekurangan dan kelebihan kita. Kita harus kenal diri sendiri dahulu sebelum bisa berkomunikasi dengan baik dengan anak.. oke bagian ini saya agak lost :D
3. Lupa, setiap individu UNIK. Setiap anak unik.. Gaya komunikasi ke si Sulung mungkin tidak akan bisa diterapkan ke si Bungsu, karena mereka berbeda.. so ortu harus mengenal anaknya agar gaya bicara kita pun bisa disesuaikan ke sifat anak. Karena kalau kita sudah mengenali keunikan anak dan kita bisa berbicara dengan baik ke mereka, pasti pesan kita akan mudah tersampaikan. Contoh sederhana, ketika anak laki-laki pulang sekolah, cukup sampaikan pesan yang singkat-singkat seperti "cuci kaki, tangan, taro tas, ganti baju dan makan ya" . kalau ke anak perempuan bisa " cuci kaki yang bersih ya, tas nya taro di lemari dalam, ganti baju pakai kaos yang merah itu bagus ya.. trus makan, hari ini bunda masak sayur asem sama balado telur". Kalau anak lelaki pesannya terlalu banyak gak akan nyampe juga ke otaknya :D
4. Pebedaan Needs dan Wants.. disini saya lost lagi :D
5, 6 dan 7. Tidak membaca bahasa tubuh, tidak mendengar perasaan dan kurang mendengar aktif. Contohnya adalah ketika anak kita berbuat salah seperti tidak membawa pe -er, kemudian dia pulang sekolah langsung kita marah-marah. Padahal sang anak dah cukup bĂȘte juga disekolah habis disetrap, nah apalagi di rumah dimarahin lagi.. Pasti semua nasehat orang tua ngga ada yang didengarkan. ortu seharusnya bisa membaca bahasa tubuh anak, ,mendengarkan dulu perasaannya. Nah nanti ketika situasinya sudah enak, emosi anak juga sudah tidak meluap-luap, maka disitulah kita bisa berbicara hati ke hati. Menasihatinya bakal lebih didenger deh. nah ini pasti butuh latihan, karena sebagai ortu juga kita manusia yak.. klo anak salah mauny langsung kita bilangin, kita omelin, kita nasehatin.. esmosi bok esmosi.. butuh latihan lah buat sabar2.
8. Menggunakan 12 Gaya Populer
 - Memerintah : ayo kak, cepet sikat gigi!!
- Menyalahkan : tuh kan mama bilang apa? gak dengerin mama sih makanannya jadi tumpah semua
- Meremehkan : kakak pasti gak bisa deh, orang hari ini makannya dikit banget, pasti lemes gak bisa manjat itu
- Membandingkan : Adek kok gitu aja gak bisa? tuh liat temennya semua dah pada selesai..
- Mencap (label) : Emang kakak ini kalo makan lama banget. Tukang ngemut. Ibu Elly mengingatkan.. cap pada anak itu di hati lho.. susah ngilanginnya... kalo cap di muka gampang tinggal cuci muka.. JLEB JLEBB JLEEB..
- Mengancam : ayo cepat kak, nanti mama tinggal aja kalau lama pakai sepatunya
- Menasihati (di waktu yang salah) : tuh kan makanya jangan lari-lari terus, sekarang jatuh tau rasa kan.. (padahal anaknya lagi meraung-raung abis jatoh dan kakinya luka)
- Membohongi : nanti kalau ngga ngerjain tugas bakal didtengin monster lho (hahaha.. contoh ini cheesy banget yak)
- Menghibur : OOh gapapa telah sedikit kita kan.. kan yang lain juga banyak yang telat tuh.. (padahal telat itu hal salah)
- Mengeritik : ih ngga gitu dong warnainnya, masa warna nya aneh-aneh gitu.. (padahal mah biarin aja anak-anak berkreasi kan, mungkin kalau ngasi saran bisa dengan cara lain)
- menyindir : Yaaah payah deh kakak ini..
- Menganalisa : memang kalau mama perhatikan, kakak ini bla bla bla, makanya jadi bla bla bla.. coba kakak ini bla bla bla, pasti akan bla bla bla..

hosh hosh.. banyak yak.. beberapa contoh adalah kesalahan komunikasi saya sendiri :(

Menurut Bu Elly, kalau ortu ngomongnya seperti itu terus, maka anak bisa lemah konsep dirinya seperti diuraikan diatas.

Lalu bagaimana kiatnya untuk memiliki komunikasi yang baik dengan anak?
1. Baca bahasa tubuh , jadi ada penelitian bahwa ketika kita berkomunikasi maka peranan bahasa tubuh 55%, kata-kata 7% dan nada suara 38%. Jadi make sure ketika berbicara dengan anak untuk menyampaikan pesan atau nasehat, bahasa tubuh kita yang hangat, tidak seperti menghakimi, atau orang marah-marah.
Bahasa tubuh tidak pernah berbohong. kaya di serial tivi kabel "Lie to me" ituloooh.
2. Dengarkan perasaannya , sebelum kita yang nyap nyap.. dengarkan dulu suara hati anak kita.. tebak perasaannya .. misalnya Kakak capek ya hari ini? makanya dari tadi belum mandi-mandi.. Tunggu jawabannya.. dan tebak lagi.. Sepertinya sih ini memang melatih anak kita untuk bercerita pada kita, dan semacam ice breaking.. jadi kita memancing anak bicara dulu, curhat.. sebelum kita yang nyap nyap..
3. Mendengar aktif.. jujur aja kadang kalo dengar orang ngomong kita suka ngga 100%, pikiran kemana2. Nah salah satu cara melatih kita menjadi pendengar aktif adalah mirroring.. jadi kita menjadi cermin dan menanggapi perkataan lawan bicara kita , dalam hal ini anak kita.. Contoh : Menanggapi dengan serius "ooo  gitu ya kak? jadi kakak hari ini laper".. "oooh ya ampuun.. kakak lupa bawa uang jajan"
4. Hindari 12 gaya popular diatas
5. Jangan bicara tergesa-gesa.. ingat bahwa kalo tergesa-gesa masuk kuping kiri keluar kanan.
6. Belajar untuk mengenali diri dan lawan bicara kita sebelum kita bisa berkomunikasi dengan baik.
7. Ingat terusss... Setiap anak UNIK.
8. Ini ada contoh bagaiman menyampaikan pesan kita..
  Mama/ papa ( perasaan orang tua) Kalau kamu (perilaku anak) karena (konsekuensi terhadap lingkungan, diri sendiri , oru).
Jadi ingat prinsip2 diatas.. jangan sampaikan pesan kala anak emosinya teranggu.. missal lagi nangis, lagi bĂȘte.. or lagi lapar... cari waktu yang pas.

Contoh.. kakak dan adik berantem. Ortu : HEEEEYY  JANGAN  berantem terus ya. Mama pusiiiiiiiiiing jadinya. Kalau ngga stop berantem mama cubit ya!!.

In a perfect world "Mama sedih kalau kakak sering berantem sama adik, karena nanti kalian bisa terluka"..  gitu kali ya contohnya..kemudian kakak dan adik berpelukan, minta maaf  dan mencium mamah :p

But its not a perfect worrrld right ??? dan ortu hanya manusia.. makanya kita hanya bisa berlatih, belajar, bersabar dan berdoa agar Tuhan memberi hikmat menjadi orang tua yang terbaik bagi anak-anak kita.

Happy parenting :)





 

Saturday, July 25, 2015

25 Cara untuk berhasil sebagai ibu bekerja (plus-plus)




Oke .. saya nemu artikel ini di Pinterest dan kayanya beberapa hal sangat relevan dan dapat dijadikan referensi untuk diri saya saat ini :). 
link nya dibawah ini , dan saya coba kontemplasikan dengan hidup saya sendiri, plus-plus tambahan sedikit dari saya.

http://www.forbes.com/sites/samanthaettus/2013/04/29/lifestyle-25-ways-to-win-as-a-working-mom/

Lifestyle List: 25 Ways to Win as a Working Mom



All great trips require preparation. Your adventure as a working mom is no different. You can be the best parent in fewer hours per week; it isn’t about how many hours you spend at home, it is about how you use them. Here goes:
  1. Be unapologetic about your lifestyle. Making excuses for working is like wearing a short skirt and constantly pulling on it. ...... Nah ini sih yang sering terjadi di awal awal punya anak.. guilty feelingnya terasa banget, sedih banget ninggalin anak di rumah hanya sama pengasuh. jangan salah sih.. bukan sekarang dah gak sedih lagi, tapi udah bisa menerima emang jalan hidup ku saat ini seperti itu.. bersyukur aja atas setiap langkah hidup yang kita ambil. intinya jalanin aja sist :)
  2. Have a school network – two moms you can count on in each child’s grade. If you help them when you can, it will be easier to ask for help when you need it...... terus terang ya saya sering kagok kalo gaul sama sesama ibu2 di sekolah anak.. soalnya ya gitu deh, suka ketinggalan info kali ya. mana gak pernah juga anjas anak.. ada juga si kakak di pasrahin ke nanny nya dan bis jemputan. So saya gak gaul, kurang mingle dan gak apdet.. hehehe.. syukurnya udah kenal sama beberapa ibu-ibu lainnya dan punya nomor wa bu guru.. jadi yah selalu lah berusaha untuk apdet. 
  3. Spend a night out each week – a date night or an evening with friends. This is your fuel; don’t let your tank run dry...... hmmmm.. yang ini belum punya tuh, masih guilty feeling klo ninggalin anak di rumah padahal dah 7 to 7 kerja di luar rumah. dan emang dasarnya saya family man (eh woman) banget gitu, lebih seneng emang kruntelan aja di rumah. sesekali aja klo emang penting banget baru deh date nite or ladies nite. Dan mungkin ini pentingnya punya temen-temen sesama working mom yang bisa saling menguatkan. walaupun gak pake ladies nite, tetep kan bisa ngobrol or chatting di kantor.
  4. Disconnect to Connect. Turn off the technology for a set time each day so that you are present when you are with your family...... ahahahaha.. pe er banget nih.. makanya nahan diri juga dari beli gadget yang terlalu kece.. nanti makin kecanduan gadget berabe dah. So far gadget ini emang berguna buat eksis dikit-dikit dan ngilangin kantuk kalo harus bangun pagi dan ngilangin kantuk kalo abis nyusuin dan harus tetap melek. Anyway.. lagi berusaha sih buat bener-bener disconnect di saat-saat tertentu.
  5. Do all of your errands within the Golden Triangle – home, office and school. From the dentist to the hair salon, make no exceptions.... syukurnya balikpapan ya segitu gitu aja wilayahnya.. jadi gampang aja ini kayanya :)
  6. Treat your arrivals and departures like a train schedule. Predictability makes you more successful at home and at work...... maaak.. kayanya saya dah 80% on schedule deh kalau hari kerja.. kalo wiken baru deh bablas schedulenya.. kalo makan siang di rumah aja maksimal banget 30 menit, trus fast and furious mode on lagi buat sampai di kantor. 
  7. Beware of the “Flextime Fantasy.” If you have a flexible career, establish set daily hours so that you don’t lose time reinventing your schedule each day..... no flexible career.period. 
  8. As soon as the school calendar arrives, add it to yours. This way you can plan around the school play and the parent teacher conference.... noted dah.. biasanya awal tahun dah langsung dikasi kalender sekolah. emang sih terkadang suka gak bisa hadir kalo pas acaranya hari jumat.. hellllowww... kenapa juga bikinnya hari jumat?? blaaaah
  9. Sundays are big for you. Plan every detail of the week’s schedule down to the meals and who’s making them. This will reduce conflict, ease stress and save time..... ah kalo saya mah Sunday yang penting ke Gereja.. abis itu let it flow.. tapi gak bisa juga santai banget nget.. karena sorenya musti sekolah musik Yamaha :)
  10. Don’t get so attached to your sitter that you can’t see her faults. Spot-check by arriving home unexpectedly to see what happens when you are not there.... aha... pernah sih bilang siang gak pulang, tau nya pulang.. or sore bilang lembur, taunya ngga. tapi Puji Tuhan, so far gak ada yang aneh-aneh.
  11. Help your spouse to be a partner. Praise more than criticize and create opportunities for him to do every task you do...... errrr.. maksutnya gimana ya , dia melakukan semua yang saya lakukan? sejujurnya masih susah kayanya ya budaya Indonesia untuk seperti ini? menurut saya sih yang penting masing-masing dah tau peranannya dan gak segan untuk membantu kalo yang lain lagi sibuk.. and that's enaough for me.. at the moment :D HA!!
  12. Divide and conquer. Being partners means sharing the responsibilities, divided by your strengths, and pitching in on any as needed.... oke ini seperti yang diatas aja komentar saya
  13. Write it all down. From the grocery list to the lunchbox ingredients, you can’t delegate unless you get it out of your head and on paper...... banget ini.. dulu sempet sih bikin menu-menu gitu, nulis-nulis semua pengeluaran.. etapi gak tahan lama :p, sekarang yang tersisa hanya menulis grocery list kalo mau ke supermarket. dan tentu saja kalo di kantor To Do list every evening before returning home is a must.. that way I can be really focus at work. Kalo daftar belanjaan di tukang sayur, karena gak banyak, biasanya cuma saya sampaikan aja lisan ke nanny.
  14. Nurture your marriage with daily 20-minute check-ins. Keeping in touch with your own partner is vital to a strong bond... uhuhuhuhu... no comment since sometimes I go through LDR, palingan kalo lagi LDR ya whatsappan ajee.
  15. Synchronize your sleep schedules. Going to bed at the same time together leads to a healthy sex life... ehm ehm ehmmm... maaaaak.. kakak saja masih bobo sekamar.. wkwkwkwkw. tapi toh lahir juga si adek.. when there's a will there's a way ya kaaaannn... "wink"
  16. You can never show your kids too much affection. Shower them in it and watch them thrive..... yaaak setuju iniiiii. itulah mengapa setiap pagi dan malam berilah ciuman dan pelukan yang banyak.. kelonan, kruntelan, dongeng, baca cerita... Main bersama, kalo capek, nonton tivi bersama. Ya semua teorinya kita tau.. tinggal prakteknya aja. 
  17. Triathletes win or lose races based on transitions. Keep all supplies in their place (cubbies for each family member) and pick clothing the night before... opo iki aku ra mudeng ? Ha ha, beres-beres di malam hari or siap-siap di malam hari dibanding di pagi hari gitu kali yee?
  18. Foster a strong family culture by celebrating occasions big and small – birthdays, new seasons. Create rituals e.g. Friday night family movies..... iya penting ini, walaupun ultah gak selalu dirayain besar-besaran.. tp selalu usahain ada tiup lilin, dan tentu aja kebiasaan doa pagi dan malam bersama tetep bisa dilakuin kan oleh ibu bekerja. Setiap perayaan apapun itu penting buat keluarga.
  19. Expect stress and roller coasters but remember that bad moments are not “bad days” or “bad weeks.” They are moments. Make this a family philosophy..... terus terang kadang masih susah ngelupain bad days at work di rumah, apalagi saya orangnya suka yang kepikiran gitu, malah kalo saking bad nya bisa sampai kebawa mimpi.. arrrghhh.. suka kesel sendiri sih kalo dah gini. Ngapain sih pake mikirin kerjaan banget, tapi gak mikirin juga gak bisa wong kenyataannya I take my work seriously kok' . Yah emang akhirnya kalo udah saking pusingnya dan stressnya ama kerjaan cuma bisa berdoa dan pasrah aja, dan akhirnya dalam kerjaan pun Tuhan yang selalu menolong dan buka jalan. 
  20. Aim to have at least one focused meal a day with your children no matter how crazy work can get...... nah ini kok rada susah yaa... soal LDR tadi dan soal jam makan anak-anak itu sekitar jam 5 or 6 sore yang mana saya belum pulang. kalo wiken agak lumayan sih, walopun ya namanya balita kadang makannya masih pake jalan kemana-mana gak bisa diem.. huh.. mungkin nanti klo rada pada gedean bisa nih komitmen. 
  21. If you can’t host play dates during the week, do it on the weekends so that you get to know your child’s friends and their families..... ya kalo ini sih karena tinggal di Balikpapan kota yang sempit dan kecil ini, lumayan lah ya bisa punya teman-teman yang punya anak sama kecilnya. bisa lah sesekali play date :)
  22. Personal maintenance is not discretionary. Incorporate exercise into the “train schedule” and if you feel best with a weekly manicure, add it too.... aaaaaah pengen sekali kembali berolahraga.. nanti deh, nunggu adek gedean dikit.. sekarang masih guilty feeling kalo pulang kerja gak langsung ke rumah.lagian eike dah langsiiing ya kaaan, walopun hasil MCU kemarin diingetin untuk olahraga sih.. langsing gak berarti semua gula, dan lemak itu gak ada :( trus soal personal maintenance, yah boleh lah sebulan sekali blanja ke onlen shop, ngunjungin mall, cuci mata di Loka dan pijet di Mom n Jo.. :p :p :p. Suami dilarang protesss..
  23. Keep a positive connection with your kids all week long by planning a weekend event for them to look forward to. Start talking about it on Monday;anticipation is half the fun...... AHA.. bener banget.. hari senin dah ditanyain, nanti sabtu kita mau ngapain enaknya ya.. bakalan .deh dari senin sampe jumat ngomongin itu terussss.
  24. Identify kid-friendly errands and make a habit of bringing them along. From the supermarket to the car wash, no need to spend this time away from them.... yup ini dah dikerjain banget, si kakak suka banget cuci mobil dan nemenin ke Hero or Loka :), dadar telur, bikin ager2, dan yang simple2 lainnya. Termasuk ambilin popok adeknya de el el. 
  25. Be proactive about what you can do. If you aren’t available for weekday opportunities, volunteer to coach the soccer team on Saturdays...... maaaak sabtu mah kalo gak sibuk blanja blenji ya enakan tiduuurr.. lagian udah ayahnya tuh yang mister banyak acara.. kalo emaknya juga kaya apa anak2??
  26. Yang ini tambahin sendiri deh... selain yang diatas tadi yang sepertinya sudah hampir semuanya, jangan lupa karena memang udah pilihan kita saat ini untuk bekerja.. maka ketika bekerja , lakukan dengan serius dan sepenuh hati, jadi waktu kita jauh dari rumah dan anak-anak tidak percuma. Goal nya adalah.. be very good they can't ignore you. 
  27. Tambahin lagi.. dont be so hard on yourself.. terkadang hal-hal tidak seperti yang kita inginkan, tidak sesempurna yang kita harapkan, tapi yang penting sudah berusaha.. setiap kegagalan harus jadi pelajaran dan dilepaskan aja.. let it go gitu deh. 
  28. Oh ya... ini privilidge orang endonesah ya... Have a support system aka have nannies.. yak bener nannies berarti plural ya.. nanny nya lebih dari 1 , wkwkwkwkw... Untuk yang masih meniti karir dimana anak masih pada piyik piyik.. ini harus diusahakan dan didoakan. Biarin aja dah klo ada yang nyinyir.. gile ARTnya lebih dari 1... yang penting saya bisa mendelegasikan tugas2 rumah tangga dengan aman, anak juga ada yang nungguin. Kalo ada nenek kakek atawa oma opa yang bisa dimintain bantuan sih oke ya, lebih bagus lagi gak usah pusing cari nannies, atau kalau ada daycare yang yahuud, itu juga bagus.... tp kalo gak ada siapa-siapa (laki juga kadang LDR) ya udah deh, emang kudu mau gak mau haruuuus berusaha punya support system ini...yah dan punya nenek kakek on call basis itu sesuatu banget sangat bersyukur lah :) truss don't feel guilty or ashamed about it.. toh orang lain gak tau jeroan rumah tangga kita ya kann..
  29. Terakhir.. Have Faith and Keep on Praying :), semangat ya mommies... you're doing great !
nanti kalo ada yang lain bakalan bertambah listnya...

Saturday, May 2, 2015

Not on a Diet

Oke posting ini mungkin sedikit narsistik ya.. jadi sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar besarnya.. hehehe
kalo sudah eneg silahkan saja close windowsnya dan berhenti membaca ya..

tapi ini memang apa adanya kok.
Dan mungkin dikemudian hari bila nanti saya gemuk lagi, setidaknya ada cerita bahwa setelah punya anak kedua saya malah kurus :)

So .. balik kerja lagi setelah cuti maternity 4 bulan , dan my baby boy berusia 3 bulan, banyak banget di kantor yang kaget dan komentar.. kok kurus banget sih?
Mungkin pada masih gagal move on dari image saya yang buesaaar banget pas hamil. Ya harap maklum baby boy berat 3.7kg panjang 54cm saya bawa kemana-mana kaya drum besar..
Padahal pas hamil saya cuma naik sekitar 10 - 11 kg lho.
So memang sebagian besar beratnya adalah ke baby.

Nah ajaibnya setelah melahirkan, berat badan lumayan cepat banget susut. Pas usia baby 1 bulan, susut 10 kg dan saya dah balik ke berat sebelum hamil.. trus pas baby 3 bulan dan saya kembali kerja, berat badan malah turun 5 kg lagi.. alhasil berat saya balik ke sebelum hamil si kakak :) :)
So naik 10 kg, turun 15 kg.. dan ini masih agak turun lagi nih ..

Banyak yang nanya, apa saya diet? minum jamu? kenapa kurus? dll..
well jawaban pastinya saya juga gak tau ya..

Mungkin kombinasi dari :
1. menyusui -->  menyusui on demand, ini include memerah 3 x sehari, dan menyusui sekitar 3 x di malam hari (yups begadang mamen). menyusui juga di sela-sela istirahat lunch.
Oh ya memerah udah dimulai sejak di RS, jadi tabungan asi dah lumayan lah pas balik kantor..

2. setiap siang adalah fast and furious mode on, karena belai-belain pulang ke rumah dengan jarak tempuh pp 1 jam, sedangkan di rumah cuma makan cepet2 dan nyusuin (sekitar 20-30 menit aja di rumah).. ngos2an sih kalo dipikir-pikir.. tiap siang gak pernah istirahat jadinya. Tapi ya dijalanin aja dengan hepi karena siang-siang bisa cium cium adek di rumah.

3. begadang.. eh tadi udah ya diatas.. bukan begadang banget sih, tp ya bangun nyusuin.. ngambil adek dari box, nyusuin duduk di kasur dan balikin dia lagi ke box. Emang adek belum saya gabung di kasur saya, krn di kasur masih ada kakak yang tidurnya lasak.. takut adeknya malah kena tendang dan jadinya lebih aman di box untuk sekarang. So far adek seneng-seneng aja bobo malem di box.

4. banyak makan sayur.. emang sejak day 1 melahirkan saya makan sayur banyak banget.. bisa sepanci daun katuk saya ludesin dalam sehari.. jadi krn sayurnya banyak otomatis nasi jadi sedikit aja dah kenyang. Ini berangkat dari pengalaman pas nyusuin kakak, saya jadi gemuk karena makan nasi banyak.. maksudnya buat ningkatin asi.. tp ternyata ngga juga, badan gemuk tapi asi standar aja. Jadi untuk yang kali ini.. dirubah strateginya, veggie  and fruits first, protein second, carbo last..

5. Oke ini berkaitan dengan hal di kantor.. karena emang punya kerjaan yang demanding.. waktu untuk perah asi pun musti diatur banget biar gak ganggu kerjaan. Karena kalo ganggu , hasil perahan juga dikit krn pikiran gak tenang.. so mungkin demanding working environment juga faktor kalo makan gak jadi daging ya?

6. hmmmph... ini personal sih.. tp emang kadang bener juga kurasa.. kurus dan gemuk itu faktor ketenangan pikiran.. punya 2 anak, working mom - full time, dan kadang jauh dari suami.. ya itu faktor juga sih sepertinya yang bikin makan gak jadi daging. Well what doesn't kill me will make me stronger right??

7. habis lahiran sampai sekitar anak 2 bulan selalu nyempetin untuk pakai gurita, yah walopun panas dan kadang gatel karena pakai ramuan kayu putih, jeruk nipis dan kapur sirih..  tapi lumayan bantu lah jaga perut gak goyor-goyor.. sekarang lubang di ikat pinggang pun bisa geser melangsing 2 lubang.

8.ngurus anak.. ya semua ibu pst ngurus anak lah ya.. termasuk gendong2 kemana2 pas cuti dirumah krn kebetulan dapet baby boy yang clingy banget.. mayan kan itung2 olahraga :D.
Pas cuti, si adek belum ada pengasuhnya jd otomatis selama cuti si adek tak gendong sendiri kemana-mana. Si mbak nya sekarang pun pulang hari (jam kerja 6.30 sd 18.30) dan libur tiap  hari minggu.. jadi gak ada lah ya namanya bisa santai santai banget .

9.olahraga?  errrgh... gak pernah olahraga beneran sejak melahirkan.. tp sebelum hamil rutin lho, ngegym dan aerobik 3 kali seminggu.. tauk dah ngaruh gak.

jadi itulah ya kira2.. saya juga seneng sih bisa kurus.. tapi yang paling penting mau kurus atau semok, kudu sehat buat diri sendiri dan keluarga..
dan hal lain yang paling membahagiakan dari semuanya adalah.. cincin kawin saya muat lagi :D :D
dan baju lama pada muat... yang sebenernya jadi ngilangin justifikasi buat beli baju baru.. huhuhuhu



sesudah 



sebelum hamil


Friday, April 3, 2015

Liburan ke Ambon


Memasuki akhir masa maternity leave, kami berkesempatan untuk “liburan” ke Ambon pada tanggal 19-23 Maret lalu.. “Liburan” karena sebenarnya bukan liburan sih.. tapi tujuannya adalah menghadiri pernikahan adik yang diselenggarakan di Ambon.

Saya ngga akan banyak cerita soal weddingnya karena ya saya rasa itu hal yang private dan kalau adik saya mau cerita, biar dia cerita di blog nya sendiri.. hehehehe.. bagaimana persiapan wedding yang direncanakan dari Jakarta dan Ambon.. terpisah ribuan kilometer tapi dapat terlaksana dengan baik , sedangkan persiapan grabak grubuk hanya 3 bulan..

Anyway.. Puji Tuhan pemberkatan dan resepsi sudah terlaksana dan my lil’ sis looked fabulous lah.. :)

Saya akan bercerita mengenai trip kami sendiri ke Ambon membawa balita 4 tahun dan bayi 3 bulan.. oh yes.. 3 bulan dan sudah menjelajah Indonesia Timur.  Bukan menjelajah sih.. tp sekedar mengunjungi :D

Persiapannya harus cukup matang karena membawa bayi 3 bulan berarti membawa popok sekali pakai, kapas bulat, jarik, tisu basah dan semua perlengkapan bayi lainnya.. yang dengan sukses menghabiskan tempat  setengah koper lebih.. sedangkan perlengkapan kakak tidak terlalu banyak dan sekarang sudah tidak terlalu merepotkan. Jadilah anak-anak sharing 1 koper besar sendiri. Saya dan suami juga sharing 1 koper sendiri karena kami harus membawa sepatu , gaun dan juga jas. Selain itu masih ada tas bayi yang akan dibawa ke kabin, serta backpack berisi pernak pernik lainnya.  Dan.. tidak lupa juga membawa stroller.. yang pasti akan berguna.. walau sedikit aja bergunanya sih.. karena adek masih gendongan bangetttss..

Jujur aja trip ke Ambon dengan rombongan ini cukup costly ya.. karena pertama tidak ada pesawat direct, jadi mau gak mau sekali jalan harus 2 pesawat (transit).. Balikpapan -- Makassar kemudian Makassar -- Ambon vv dan karena waktu transit cukup lama maka kami juga merencanakan untuk istirahat sebentar di Ibis Budget di Makassar. Biaya tiket untuk 2 dewasa, 1 anak dan 1 bayi ini kemarin sekitaran 8 juta rupiah .

Berangkat dari rumah jam 9 pagi untuk penerbangan pertama Bpn-Mks yang depart jam 11 siang. Karena sampai Makassar masih siang dan cuaca cukup cerah, kami disuguhi pemandangan yang cukup indah dari Saat berangkat kami sempat transit dan istirahat di Ibis Budget selama sekitar 3 jam, lumayan buat makan siang di kamar (beli Wendy’s take away) sambil santai-santai  ngelurusin punggung.. Adek dan kakak pun terlihat senang lihat kasur.. Para ortu bisa recharge dikit juga :D

Hotel Ibis budget ini terletak dalam bandara dan persis berada diantara terminal kedatangan dan keberangkatan , jadi memang lokasi nya enak buat transit.. tepat di belakang Ibis Budget banyak tempat makan, ada KFC, Wendys, Warung2 Coto, Indomaret dan Alfamaret.. jadi memang cocok banget deh buat transit. Untuk 6 jam ratenya adalah Rp. 300,000,-.. ya lumayan mahal sih ya.. tp untuk saya yang udah mati rasa tangannya karena menggendong adek.. ya demi ngelurusin tangan dan punggung rela aja deh ngerogoh kocek :D


Oh ya saat pulang kami pun terpaksa menginap lagi di Ibis Budget karena pesawat kami di reschedule, jadinya kita menginap semalam di kamar yang bisa 3 orang.. jadi kasurnya itu ada tempat  tidur tingkatnya. Yah walopun kamarnya kecil kaya gang senggol.. tapi lumayan lah, karena penerbangan Mks-Bpn nya pagi, kami gak usah terlalu terburu-buru karena sudah berada dalam bandara. Harga menginap di kamar untuk 3 orang adalah 495rb per malam, dan tidak termasuk makan pagi. Makan pagi nambah lagi 65 ribu.. tapi karena di belakang hotel banyak tempat makan, dan sepertinya kami hanya akan makan roti, maka kami tidak mengambil paket dengan sarapan.

Kembali lagi ke cerita mengenai perjalanan berangkat ke Ambon. Dari Makassar perjalanan dilanjutkan ke Ambon , dan kami tiba disana sudah jam 7 malam. Perjalanan ke Hotel melalui jalanan yang sepi dan kami sempat berpikir buset Ambon itu sepi banget ya :D.. tapi ternyata nggak juga .. di Kota Ambon super rame seperti layaknya kota-kota lain di Indonesia, tapi memang keluar kota dikit situasinya sepi pi banget..

Kami menginap di Natsepa Resort yang terletak tepat di pinggir pantai Natsepa. Saat itu supir yang mengantar sempat bertanya kenapa kami tidak menginap di Kota Ambon misal di Hotel Swiss Bell saja karena di Natsepa resort susah cari makanan keluar, karena letaknya yang terpencil.. Hmmm sempet berpikir juga sih jadinya.. iya ya? Kenapa waktu itu milih Natsepa? Hahahaha.. tapi kemudian ingat, Hotel ini kan nomor 1 di tripadvisor, dan secara kami jarang liburan dan kami orang kota.. cieeeee...., jadi ya kami mencari yang letaknya terpencil untuk mendapatkan view yang indah :)

Perjalanan dari bandara ke Natsepa Resort memakan waktu sekitar 50 menit.. Konon katanya Natsepa Resort ini dahulu dikelola Aston, namun karena pariwisata Ambon belum terlalu hiits.. jadinya sepi dan akhirnya rugi kali yee si Aston, akhirnya dikelola lokal saja dan berubah nama menjadi The Natsepa saja tidak ada embel-embel aston. Kami memesan Deluxe Room dengan view laut dari booking.com dengan rate Rp. 1,054,000 / malam dan sudah termasuk sarapan pagi untuk 2 orang.

Karena kami sampai sudah malam, jadi kami tidak tau seperti apa pemandangan di natsepa Resort itu.. kami pasrah aja. Secara overall kamarnya cukup luas, namun first impression tidak terlalu bersih karena kaki saya terasa kotor saat menginjak lantai. Oh ya lantainya ubin bukan karpet, karena konsep hotelnya keluar kamar langsung outdoor. Kami pun menambah extra bed dengan tambahan charge 300 ribu per malam agar tidur kami ber 4 bisa lebih berkualitas. Jadi saya, suami, dan adek  di tempat tidur besar, sedangkan kakak di extra bed. Makan malam kami room service saja, memesan iga panggang, nasi goreng dan spageti untuk kakak. Rasa makanannya standar sih dan harganya mahal standar hotel :D . Nasi goreng lumayan enak dan banyak banget porsinya bisa buat dua orang. Makan malam pertama ini karena laper mata dan kebanyakan porsinya jadi gak abis deh.. padahal kalo ngeliat harganya gak rela bangeettss ;(

Saat pagi hari barulah kami excited banget melihat keluar jendela kamar dan ternyata memang indah banget pemandangan dari kamar. Memang selama stay kami 4 hari, kebanyakan kami hanya di Hotel saja bila tidak berada di acara pernikahan . Kami hanya mengeksplorasi keindahan pantai Natsepa. Kalo hotelnya sendiri sih menurut kami tidak terlalu bagus, sarapan pun kurang variasi dan rasanya standar. Yang biasanya saya suka excited kalo makan pagi di Hotel, kami ini nggak banget deh.. Terus minusnya lagi Hotel ini, di malam pertama saya habis deh digigitin nyamuk.. padahal kayanya hanya ada 1 atau 2 nyamuk deh, tapi sepertinya dia kelaparan banget dah menantikan kedatangan tamu di kamar tersebut L. Nyamuknya saking rakusnya lama-lama gendut dan gampang banget dipukul.. akhirnya mati semua tuh 2 nyamuk meninggalkan jejak darahkuuu.. Untungnya hari-hari berikutnya gak ada lagi nyamuk.. Emang sempet baca di tripadvisor soal nyamuk-nyamuk di Natsepa ini.. tapi tadinya kirain sekarang dah aman..

Hotel ini emang tertolong banget sama lokasinya yang aduhai.. karena untuk fasilitasnya sih bapuk ya.. hehehehe.. baru kali ini nginep di hotel bintang 4 katanya, tapi sabun dan sampo gak pernah di refill, minibar kosong melompong, hospitality nya pun minus dah. Untungnya air panas nyala kenceng, showernya bagus, dan wastafelnya lumayan besar.. jadi bisa buat mandiin bayi walopun harus dengan trik khusus biar kepalanya gak kejedot. Trus yang bikin rada ilfil, pas sarapan, si  bapak yang tampaknya salah seorang manager hotel hanya menyapa ramah  turis asing aja.. bah.. lokal mah boro-boro disapa.. bukannya pengen di gimana-gimanain sih.. Cuma sedih aja karena perbedaan perlakuan gitu.. padahal bayar juga sama keleesss.. Nah pas udah hari-hari terakhir turun sarapan baru deh kita disapa oleh para waitress nya.. mungkin baru terasa kali ya keberadaan kita .. mbuuh. Atau mungkin awalnya meng-underestimate turis lokal.

Anyway semua sih dimaafkan karena untuk pertama kalinya si kakak mau nyebur berenang di laut. Mungkin karena lautnya jernih mengundang banget, akhirnya dia mau nyebur.. pemandangan juga breathtaking banget.. kalau di Balikpapan laut butek gitu si kakak belum pernah mau nyebur. Banyak bintang laut kecil-kecil dan banyak juga warga local yang nangkep ikan di sekitar pantai. Anak-anak lokal juga pada berenang, jadilah si kakak merasa seneng banget main disitu.

Namun karena saya bertugas menggendong adek kemana-mana saya yang tergoda banget untuk nyebur gak bisa nyebur deh L… kapan – kapan yaaa..

Kami sempat juga merasakan rujak Natsepa yang tersohor.. bedanya dengan rujak biasa adalah pada bumbunya yang banyak banget kacangnya.. jadi super chrunchy.. enakkk... sayangnya karena takut mules, si rujak Cuma pakai cabe satu jadi kurang nendang.. es kelapa mudanya juga super enak.. gak tau deh pakai campuran sirop apa.. tapi warnanya pink dan super seger.

Di Ambon kami sempat makan di restoran 2 ikan, dimana ikan nya fresh dari keramba di pinggir laut. Rasanya lumayan enak, terutama sop ikan nya seger bangettttss... dan service nya pun memuaskan dimana waitress nya menawarkan untuk menggendong adek agar saya bisa makan.. asyiiik.. . baru kali ini ada restoran dengan service memuaskan gitu.. hehehehe.. Cuma di resto itu harganya lumayan mahal ya, untuk 3 ikan besar-besar sih, sayuran, jus gandaria dan es kelapa kami habis 500 ribu. Dan kami hanya makan bertiga aja sama Thania karena pak supirnya masih kenyang. Ekpektasi saya karena Ambon dekat laut harga ikan sedemikian murah.. tapi mungkin karena menawarkan ikan fresh from keramba.. dan ketauan kami ini turis, harganya jadi mahal deh..

Di seputaran kota Ambon ini jalannya berkelok-kelok menyusuri pantai, jadi sempat beberapa kali si kakak mengeluh pusing.. ya wajar sih anak kecil mabok darat.. tapi syukurnya gak sampai muntah.

Pemandangannya memang indah-indah, dan dengar-dengar spot-spot diving juga bagus, namun karena kami bawa anak-anak piyik dan emang gak bisa diving.. ya udah deh gak tau juga gimana tuh. Karena kemarin acara pernikahan dan pernak-perniknya lumayan banyak jadi agak ngerasa main-main di Ambon dan di Hotel kurang siiih.. Oleh-oleh aja beli di Bandara.. hahaha.

Anyway, karena sekarang kami punya family di Ambon, definitely we will be back lah.. Cuma nunggu anak-anak agak gede aja deh, biar agak santai dan gak terlalu capek, (dan nabung dulu mas bro..) dan bisa eksplore sampai ke Pulau-pulau di sekitaran Ambon juga, dan semoga someday udah ada penerbangan direct.
(foto-foto dibawah ini kebanyakan hanya seputaran Hotel The Natsepa, karena kami emang gak sempet kemana-mana)






 
 









Tuesday, December 9, 2014

Finally On Leave (dan Persiapan Kelahiran)

Sebenernya sih dah 2 minggu lebih nih on leave :D
On maternity leave to be precise.. hehehe..

Setelah 2 minggu kemarin masih sempet ngantor 2 hari trus sibuk-sibuk ngurus anak yang batuk dan beberes perlengkapan bayi ex si kakak.. baru hari ini rasanya kok boseeen banget yak? hehehe..
Dah ngga ada lagi kayanya yang bisa dikerjain selain menunggu si adek nih.. hehehe
Kalo kata orang-orang.. nikmatin aja masa-masa ini.. ntar klo dah ada adek pasti dah gak bisa santai-santai gak karuan gini.

So memang sesuai peraturan kantor bahwasanya maternity leave itu 1.5 bulan sebelum HPL dan 1.5 bulan sesudah HPL.. maka pas waktu itu masuk November mulai deh konsul sama SpOG kapan baiknya ngambil maternity leave. Dan menurut beliau, karena pregnancy saya termasuk High Risk.. dah pernah 2 kali SC dan ada riwayat keguguran dan stillbirth.. maka disarankan at least sebulan sebelumnya dah cuti.. lebih baik santai di rumah aja..
Waktu itu juga ditanya sih sama dokter di kantor apa merasa capek, trus loading nya gimana?
ya terus terang memang kerjanya sih Desk Job ya.. cuman emang cukup high load dan high pressure. Jadi.. ngikut aja deh saran dokter.

Sempet sih ngerasa agak-agak nyesel.. klo cutinya kepanjangan di awal, nanti waktu sama adek nanti jadi berkurang.. hiks hiks..
Apalagi ternyata denger-denger bahwa peraturan kantor 1.5 sebelum dan sesudah itu sebenernya bisa lebih flexibel tergantung rekomendasi dokter kandungan.. ow ow

Trus waktu itu denger cerita temen-temen yang bisa cuti maternity mepet-mepet.. rasanya jadi sediiiih banget.. karena tambahan sehari dua hari buat maternity leave.. apalagi tambahan seminggu itu berasa bingiiiiitsss..

Cuma ya.. memang riwayat kehamilan dan resiko tiap orang kan beda-beda ya.. gak boleh banding-bandingin :) daan.. ya.. ada untungnya setahun kemarin gak boleh ambil cuti (padahal sih setahun nangis bombay krn gak cuti), jadi cuti 25 hari kerja di 2014, masih bisa di carry over sampe 30 April 2015.
Lumayan lah buat nambah-nambahin maternity leave.. dan memang itu hak kita.

Efek santai-santai dirumah diantaranya sepertinya si adek ini cepet banget deh nambah berat badannya.. 2 minggu lalu saat kontrol 35 weeks udah 3 kg aja beratnya adek menurut prediksi dokter.. dan bisa jadi pas nanti lahir 4kg... whattt.. kaga salah ya Dok?
Cuma karena nanti UUSC.. Ujung-ujungnya SC, sama dokter gak disuruh diet-diet segala.. hihihihi.. sedikit melegakan.. krn kenikmatan di trimester 3 ini salah satunya asam lambung gak ilang-ilang.. kalo perut gak diisi, perih banget rasanya.

Well.. 2 minggu kemarin udah berhasil mengumpulkan perlengkapan bayi ex si kakak..
Lumayan juga hasil bongkar-bongkar koper dan lemari.. gak usah beli lagi yang namanya popok kain, gurita, baju dan celana bayi, karena jumlahnya masih cukup.
Puas udah ngobrak-abrik lemari.. dan langsung minta tolong bu cuci untuk nyuci ulang dan setrika semuanya karena udah bau lemari apek.

Hasil obrak-abrik juga sekalian misahin baju-baju kakak yang udah gak muat lagi..
Omaigot.. banyak bener ya baju-bajunya.. banyak juga yang masih baru-baru dan bagus-bagus karena baru beberapa kali pake.. sepatu-sepatu juga.
yah namanya juga anak-anak, cepet banget menggede nya.. jadi baju masih bagus udah gak muat aja ;(.
Hasil misah-misahin baju de el el itu ada kali 2 koper besar :D
Emang ya .. yang namanya anak pertama.. cewe pulaaaak.. bajunya segambreng..
nanti deh setelah adek lahir baru kita putuskan mau diapakan tuh baju, sepatu dll nya kakak yang udah gak muat lagi.

Puji Tuhan juga karena dah setahun kerja.. dapet rejeki nomplok, uang cuti.. lumayan bisa buat beli tambahan bedong, mamy poko NB, beha menyusui, pompa asi medela elektrik baru , perlak, dan ngelengkapin pernak-pernik yang belum ada.
Asli ya booookkk... mahal banget apa-apa sekarang.. hiks hiks..
Kemarin itu cuma beli sedikit aja (perasaan sih dikit), tapi habisnya lumayaaaaann aja langsung bocor bocor bocor nih rekening..
Pompa asi emang kudu beli lagi.. soalnya yang kemarin ex kakaknya udah lemot banget pompanya.. bisa jadi pumping nanti gak selesai-selesai. Awalnya mau coba ganti ke Medela Swing.. tapi kok maharani bangeeett yaaa..
Akhirnya mutusin untuk kembali ke merk awal deh.. toh dulu si kakak sukses aja pake yang mini elektrik.. biarin kata bunyinya berisik, tp kan nanti di kantor ada lactation room.
Semoga asix kali ini bisa sukses kaya kemarin.. amiiiin

Ok jadi klo disimpulkan perlengkapan bayi dan ibu yang udah ada itu :
1. Popok kain 75 pcs (emang gak semua masih bagus siih), tp semoga cukup ya buat musim ujan gini
2. Baju kecil lengan pendek 47 pcs
3. Baju kecil lengan panjang 14 pcs
4. Celana pendek 26 pcs
5. Celana panjang 6 pcs, dan yang agak besar 7 pcs
6. Bedong Bayi 24 pcs.. ini kurang jadi kemarin nambah beli 10 pcs lagi..
Bedong ini ya boook maharani banget 10 pcs ada kali 300rb an... apa gue yang kurang cermat yak nyari yang lebih murah?? arrrghhh.. cuman namanya dah gede banget nih perut terus terang agak males sih jalan-jalan cari-cari gitu.. sekali nyambangin 1 toko ya udah deh semua beli disitu.
7. Jumpsuit ada 10 pcs
8. Gurita 31 pcs
9. Perlak 1 pcs
10. Gendongan bayi (Jarik buanyak, graco 1, babywrap 1)
11. Box Bayi udah dirakit sama ayah.. setelah sebelumnya drama pake ilang semua baut-bautnya.. wakakaka :)
12. Stroller 2 buah (yg coco latte buat agak gedean, sama merk biasa ).. tinggal di lap aja.. dulu dah pernah di laundry kayanya.
13. Bouncer bright starts pinky :D
14. Gurita ibu 5 pcs
15. Dot dan botol bayi.. ini udah ada beberapa, dan mutusin gak akan beli dulu.. krn belum tau nanti si adek ngedot, apa kaya kakaknya pake botol sendok.
16. Kelambu
17. Bantal 2, Guling 3
18. Sarung bantal guling dan seprai
19. Beha nyusuin 3 pcs
20. breast pad masih ada 2 lusin kayanya (blm ngitung pasti)
21. Selimut bayi 1.. jarang juga makenya iniy.
22. daster ibu.. masih banyak 5 pcs :)

Yang beli baru
1. Topi 3 pcs
2. Kaos kaki 3 pasang
3. Sarung tangan 3 pasang
4. Perlak 1 pcs
5. Sabun Mandi Top to Toe
6. Tisu Basah
7. Minyak Telon
8. Mamy Poko NB
9. Kapas bulat
10. Bedong itu tadi..
11. Beha nyusuin 3 pcs.. modis di Matahari :)
12. Obat ganteng aka sisir bayi.. ini juga oh-em-ji.. maharani ya book.. hihihihihi, adanya merk kukuduckbil.. 87 ribu aja sisir bayi.. wkwkwkw.. nyari pigeon gak ada sih kemaren.
13. Baby oil
14. Jumper carter 1 pak aja dulu.
15. menstrual pad 1 pak.
16. Pompa asi medela mini elektrik

Yang kelupaan dan yang emang belom..
1. waslap
2. sapu tangan kecil buat iler2 segala macem, dulu punya banyak tp kok pada ilangan.. hehehe
3. massage oil buat PD.. cuma kmrn sempet nyari tp kynya gak ada.. klo gak ada sepertinya bisa pake olive oil aja dulu kli ya..
4. Botol kaca dan plastik asi, buat nyimpen asi
5. Kulkas khusus asi??? wkwkwkwkw.. ini nanti aja lah dipikirkan.. dulu sih anak pertama kulkas yang sekarang bisa khusus buat asi freezernya. Cuma sekarang kan ya udah gabung sama ikan, daging, dll..

Oh ya tas buat ke RS pun dibilang dah almost complete.. diisi sama perlengkapan-perlengkapan diatas seperlunya..
cuman tas ayah aja yang belum terpacking.. tapi sepertinya itu mah gak perlu persiapan khusus deh.. hehe

So.. adek cakep.. we are ready.. and we can't wait to meet you :)

ooops tinggal nama aja nih yang belum sepakat sama si ayah ..huhuhuhu