Family 3

Family 3
Just The Four of Us
Showing posts with label Pekerjaan. Show all posts
Showing posts with label Pekerjaan. Show all posts

Sunday, March 18, 2018

Kenapa Distance Learning




Saya beruntung sempat merasakan pendidikan di luar negeri selama 3 tahun saat saya SD kelas 4 – 7, saat ayah saya menempuh studi S3 nya di Newcastle University, dan sejak saat itu jauh di lubuk hati saya ingin juga rasanya merasakan pendidikan di Inggris lagi.

Memang saat itu saya hanya sekolah dari kelas 5 SD sampai 1 SMP, namun hal yang saya rasakan saat itu adalah pendidikan di sana jauh lebih mudah daripada di Indonesia. Saat SD kelas 5 tidak ada yang namanya beban setiap berangkat sekolah, karena ulangan atau tes mendadak. Setiap pagi diawali dengan assembly (diisi dengan menyanyi dan berdoa singkat- bagi yang beragama). Kemudian hari dilanjutkan dengan story telling, dimana guru membaca buku, kita semua duduk di bawah melingkar dan mendengarkan bu guru membaca buku.. yes kelas 5 SD masih seperti itu. Mungkin kalau di Indonesia anak 5 SD sudah stress karena mau Ebtanas, saya masih asik mendengarkan cerita guru. Disini juga terjadi hal yang menurut saya hebat. Jadi saat berangkat ke Inggris pertama kali, saya sama sekali nol ya bahasa Inggrisnya, ya mungkin hanya yang basic-basic saja.. namun dari sesi – sesi story telling tersebut, saya merasa setelah 3 bulan tiba2 aja rasanya saya ngerti semua yang dibacakan oleh bu guru.. ya mungkin itulah proses adaptasi, tapi menurut saya itu hal yang sangat luar biasa. Selain itu, disana dalam satu kelas setiap anak bisa mengerjakan buku yang berbeda, tergantung kemampuannya masing-masing. Jadi dalam satu kelas levelnya beda beda.. and its OK. Di SD tempat duduk melingkar dan bukan seperti classroom biasa, dan jarang sepertinya diajarkan secara one way oleh guru, semua dalam kelompok2 kecil.. actually saya ngga ingat sama sekali ada pelajaran yang sulit saat SD, bahkan saya ngga ingat pelajaran apapun di kelas 5 dan 6 SD itu… satu2nya pelajaran yang saya ingat adalah SEX Education.. Yess.. hahahaha.. dimana saat kelas 6 diberitahu mengenai menstruasi, dan waktu itu ada sedikit menonton film yang aga2 dewasa.. hahaha..

Di SMP sedikit lebih serius dimana format kelas sudah classroom dan ada pengajaran one way dari guru.. Tapi tetap saja untuk text book masih ada level based nya. Jadi kalau yang sudah ngerti ya akan lebih cepat naik levelnya. Yang menarik dari observasi ala ala saya adalah.. why… keliatannya sekolah SD gampang2 aja.. banyak mainnya. Tapi diakhirnya sumber daya manusianya lebih unggul.. Secara tingkat SD mungkin kalo diadu, anak Indonesia bisa aja menang lomba menghapal perkalian.. tapi coba tes anak yang sama ketika kuliah.. saya rasa kita bisa kalah.. apa memang primary education tidak boleh terlalu berat.. semua ada saatnya.

Mengenai perbedaan sumber daya itu, pernah ketika ada training di kantor, dimana pembicaranya adalah manager yang sudah lama menjadi expatriate di USA, dia pun menyampaikan bahwa dalam hal hitung-hitungan bahwa karyawan expatriate dari Indonesia ngga kalah dari bule, tapi ketika masuk ke bagaimana nanti analisanya, kemudian bagaimana solusi atas suatu masalah, dan pemaparan2 dari semua teori2 yang ada, orang Indo biasanya akan keteteran.. 

Anyway, cukup deh soal pendidikan Indonesia yang masih jadi pe er besar pemerintah.. dan bisa berlembar-lembar sendiri kalo memaparkan soal harapan-harapan saya untuk anak saya.. but this post is not about my children, but it’s about me.. ;)

Jadi saya punya mimpi bisa merasakan pendidikan luar negeri lagi, namun ternyata nasib berkata lain, setelah lulus saya berubah prioritas, …
bisa aja sih niat cari beasiswa, atau ngelamar PNS biar nanti lebih mudah cari beasiswa.. but no.. I decided to make money instead on continuing education, and I decided to get married, and not work for government.

Jadi saat memutuskan menikah dan bekerja cita-cita itu pun terkubur dalam-dalam.. 
Menikah, ikut suami ke luar jawa, kerja di perusahaan swasta, 

kuliah di Inggris semua itu tinggal cita-cita masa lalu.

Mau keluar kerja trus kuliah, kok ya sayang, kuliah kan buat dapat kerjaan bagus, lha kalo udah bagus (menurut saya) susah lagi dapet kerjaannya, pake perjuangan.. masa mau ditinggal demi kuliah. Belum tentu nanti dapat lagi.. Bukan ngga percaya diri, hanya lebih realistis aja. Trus mau kuliah sambil kerja, duh repot ya anak masih kecil, asi esklusif sambil kerja lah dsb.. Dan bila dapat beasiswa keluar negeri bisa bawa anak, trus suami gimana.. ngga dalam planning keluarga juga bahwa harus ada yang mengalah seperti itu di keluarga kami untuk saat ini.

Don’t get me wrong, beberapa keluarga fine – fine aja dengan arrangement seperti itu dan ngga ada yang salah dengan suami mau mendukung istri 100% sampai suami harus menunda karirnya,...
hanya sepertinya di keluarga kami tidak pas seperti itu.

Namun kemudian, karena keadaan kantor yang saat itu lagi galau karena jatuhnya harga minyak, saya dipindah ke bagian yang less demanding dibanding kerjaan sebelumnya, plus anak-anak udah ngga perlu asi lagi :D saya mulai punya hobi baru yaitu berlari.. dari hobi berlari-berlari.. saya jadi mikir, masa cuma lari aja sih nih ngabisin waktu. 
Dont get me wrong again, hobi lari itu bagus buat kesehatan, dan sampai saat ini masih saya kerjain.. tapi intinya saya nyari goal yang baru. Yes I am always finding new goals.. Sedikit flashback dari tahun 2007 goal saya jadi karyawan permanen dan akhirnya baru terealisasi di 2013. Nah setelah 2013, new goals must be set.

Akhirnya berawal dari cari info info soal S2 yang ternyata belum ada yang bonafide di Balikpapan, mulai eksplor kemungkinan kuliah di luar kota seperti, Jakarta, Surabaya, Jogja, namun ternyata saya ngga bisa juga kalau harus mondar mandir ke luar kota tiap wiken, bahkan untuk sekedar ke Samarinda (Univ Mulawarman) . It just won’t work for my family..

Namun berbekal niat akhirnya saya mulai mencari info kuliah jarak jauh, ini juga terinspirasi dari teman-teman kantor yang sudah senior, saat harga minyak masih bagus, perusahaan memberikan semacam short course 6 bulan dari Arizona State University dimana semua dilakukan secara online.  Dari situ saya mulai berpikir.. NAH.. mungkin ini jawabannya, apalagi di kantor juga lagi giat2 nya apa-apa online, meeting aja sering banget via webex (online), leader saya pun di pulau berbeda dan semua kami koordinasikan via web, phone, email dst… Dan akhirnya saya mendapatkan beberapa kandidat untuk online learning atau distance learning saya. Saya akhirnya memilih yang dari luar negeri karena saya ingin menulis disertasi dalam bahasa inggris. Dan tentu saja mimpi saya masih  ingin merasakan pendidikan luar negeri. Dengan segala keterbatasan mobilitas saya, saya merasa distance learning dari luar lebih menantang, lebih kredibel, dan lebih accountable. Tentu saja banyak tawaran distance learning dari Luar Negeri dimana semua nya mahal… dan saya memilih yang lebih terjangkau tapi bukan yang semata mata karena faktor uang pilihannya, saya riset juga dulu kampusnya, rangkingnya worldwide, reputasinya, akreditasinya ,ikut trial module dulu  dan yang saya tau ada alumninya yang bagus. Saya merasa cocok banget, bisa dikerjain di rumah, bisa juga saat lunch time di kantor, intinya bisa disambi dengan mamak-mamak lyfe ini lah. Dan semangat harus selesai tepat waktu dengan nilai yang baik. Akhirnya mengurus untuk mendaftar dan diterima deh .

Jadi inget pembicaraan dengan seorang kolega di kantor yang lulusan luar negeri,
Saya : wah hebat mas nya lulusan luar negeri, dapat beasiswa ya?
Dia : Ya ngga lah mba, saya mah bayar sendiri.. (ketawa bangga)
Saya : .. (mikir dalam hati) bener juga ya, kalo dapat beasiswa bangga banget pasti karena ya diakui kepintarannya – orang pilihan lah, tapi bayar sendiri, berarti emang niat banget kuliah dan bangga dong dah nabung dan punya duit.. wkwkwkwk.

Pembicaaran gak penting diatas semacam motivasi juga sih buat saya bahwai intinya banyak jalan menuju roma, dan memang education is an investment.
Dan kenapa juga ngotot pengen kuliah lagi adalah karena latar belakang S1 yang sangat ngga nyambung sama kerjaan sekarang, dan di era kompetitif kaya sekarang, memang sudah selayaknya terus memperbaiki diri dan menambah ilmu.

Dengan kuliah lagi jadi kebuka lagi pengetahuan-pengetahuan baru, apalagi baru sekarang ini bener-bener dimanjain sama open access online library dimana hampir semua jurnal dari seluruh dunia itu free dan bisa di download.  Ngga tau deh kalau kampus di Indonesia sudah sebagus itu belum ya aksesnya, dan dari buka –buka jurnal dari seluruh dunia pun nyadar, wow.. kalau kampus dari negara tetangga Malaysia, bahkan level skripsi S1 nya udah pakai bahasa Inggris ya.. no wonder rank kampusnya diatas Indonesia semua. Nah.. jadi ada alternative buat kuliah anak nanti.. aim high sih still di Eropa, tapi selalu open untuk opportunities bila yang deket juga bagus.

Well, sekarang sampai ke titik penting perjalanan ini, setelah selesai 4 module maka wajib datang 1 minggu ke kampus di Salford, Manchester.. oh well mimpi saya kuliah full di UK sekarang hanya distance learning dan kuliah tatap muka cuma seminggu, but I am happy, ini yang terbaik, buat saya dan keluarga tentu aja. Hanya ada 1 masalah… saya belum tau mau nulis apa buat disertasi.. it’s my less creative Indonesian self, kalau dikasi topik dari dosen akan saya kupas tuntas, tapi kalau disuruh cari sendiri langsung membeku rasanya otak. 

Ada yang bisa kasi saran??

March 17, 2018
Onboard GA 086 somewhere above Muscat. Altitude 10363 m above sea level. Still 6 hours of flight.

Saturday, July 25, 2015

25 Cara untuk berhasil sebagai ibu bekerja (plus-plus)




Oke .. saya nemu artikel ini di Pinterest dan kayanya beberapa hal sangat relevan dan dapat dijadikan referensi untuk diri saya saat ini :). 
link nya dibawah ini , dan saya coba kontemplasikan dengan hidup saya sendiri, plus-plus tambahan sedikit dari saya.

http://www.forbes.com/sites/samanthaettus/2013/04/29/lifestyle-25-ways-to-win-as-a-working-mom/

Lifestyle List: 25 Ways to Win as a Working Mom



All great trips require preparation. Your adventure as a working mom is no different. You can be the best parent in fewer hours per week; it isn’t about how many hours you spend at home, it is about how you use them. Here goes:
  1. Be unapologetic about your lifestyle. Making excuses for working is like wearing a short skirt and constantly pulling on it. ...... Nah ini sih yang sering terjadi di awal awal punya anak.. guilty feelingnya terasa banget, sedih banget ninggalin anak di rumah hanya sama pengasuh. jangan salah sih.. bukan sekarang dah gak sedih lagi, tapi udah bisa menerima emang jalan hidup ku saat ini seperti itu.. bersyukur aja atas setiap langkah hidup yang kita ambil. intinya jalanin aja sist :)
  2. Have a school network – two moms you can count on in each child’s grade. If you help them when you can, it will be easier to ask for help when you need it...... terus terang ya saya sering kagok kalo gaul sama sesama ibu2 di sekolah anak.. soalnya ya gitu deh, suka ketinggalan info kali ya. mana gak pernah juga anjas anak.. ada juga si kakak di pasrahin ke nanny nya dan bis jemputan. So saya gak gaul, kurang mingle dan gak apdet.. hehehe.. syukurnya udah kenal sama beberapa ibu-ibu lainnya dan punya nomor wa bu guru.. jadi yah selalu lah berusaha untuk apdet. 
  3. Spend a night out each week – a date night or an evening with friends. This is your fuel; don’t let your tank run dry...... hmmmm.. yang ini belum punya tuh, masih guilty feeling klo ninggalin anak di rumah padahal dah 7 to 7 kerja di luar rumah. dan emang dasarnya saya family man (eh woman) banget gitu, lebih seneng emang kruntelan aja di rumah. sesekali aja klo emang penting banget baru deh date nite or ladies nite. Dan mungkin ini pentingnya punya temen-temen sesama working mom yang bisa saling menguatkan. walaupun gak pake ladies nite, tetep kan bisa ngobrol or chatting di kantor.
  4. Disconnect to Connect. Turn off the technology for a set time each day so that you are present when you are with your family...... ahahahaha.. pe er banget nih.. makanya nahan diri juga dari beli gadget yang terlalu kece.. nanti makin kecanduan gadget berabe dah. So far gadget ini emang berguna buat eksis dikit-dikit dan ngilangin kantuk kalo harus bangun pagi dan ngilangin kantuk kalo abis nyusuin dan harus tetap melek. Anyway.. lagi berusaha sih buat bener-bener disconnect di saat-saat tertentu.
  5. Do all of your errands within the Golden Triangle – home, office and school. From the dentist to the hair salon, make no exceptions.... syukurnya balikpapan ya segitu gitu aja wilayahnya.. jadi gampang aja ini kayanya :)
  6. Treat your arrivals and departures like a train schedule. Predictability makes you more successful at home and at work...... maaak.. kayanya saya dah 80% on schedule deh kalau hari kerja.. kalo wiken baru deh bablas schedulenya.. kalo makan siang di rumah aja maksimal banget 30 menit, trus fast and furious mode on lagi buat sampai di kantor. 
  7. Beware of the “Flextime Fantasy.” If you have a flexible career, establish set daily hours so that you don’t lose time reinventing your schedule each day..... no flexible career.period. 
  8. As soon as the school calendar arrives, add it to yours. This way you can plan around the school play and the parent teacher conference.... noted dah.. biasanya awal tahun dah langsung dikasi kalender sekolah. emang sih terkadang suka gak bisa hadir kalo pas acaranya hari jumat.. hellllowww... kenapa juga bikinnya hari jumat?? blaaaah
  9. Sundays are big for you. Plan every detail of the week’s schedule down to the meals and who’s making them. This will reduce conflict, ease stress and save time..... ah kalo saya mah Sunday yang penting ke Gereja.. abis itu let it flow.. tapi gak bisa juga santai banget nget.. karena sorenya musti sekolah musik Yamaha :)
  10. Don’t get so attached to your sitter that you can’t see her faults. Spot-check by arriving home unexpectedly to see what happens when you are not there.... aha... pernah sih bilang siang gak pulang, tau nya pulang.. or sore bilang lembur, taunya ngga. tapi Puji Tuhan, so far gak ada yang aneh-aneh.
  11. Help your spouse to be a partner. Praise more than criticize and create opportunities for him to do every task you do...... errrr.. maksutnya gimana ya , dia melakukan semua yang saya lakukan? sejujurnya masih susah kayanya ya budaya Indonesia untuk seperti ini? menurut saya sih yang penting masing-masing dah tau peranannya dan gak segan untuk membantu kalo yang lain lagi sibuk.. and that's enaough for me.. at the moment :D HA!!
  12. Divide and conquer. Being partners means sharing the responsibilities, divided by your strengths, and pitching in on any as needed.... oke ini seperti yang diatas aja komentar saya
  13. Write it all down. From the grocery list to the lunchbox ingredients, you can’t delegate unless you get it out of your head and on paper...... banget ini.. dulu sempet sih bikin menu-menu gitu, nulis-nulis semua pengeluaran.. etapi gak tahan lama :p, sekarang yang tersisa hanya menulis grocery list kalo mau ke supermarket. dan tentu saja kalo di kantor To Do list every evening before returning home is a must.. that way I can be really focus at work. Kalo daftar belanjaan di tukang sayur, karena gak banyak, biasanya cuma saya sampaikan aja lisan ke nanny.
  14. Nurture your marriage with daily 20-minute check-ins. Keeping in touch with your own partner is vital to a strong bond... uhuhuhuhu... no comment since sometimes I go through LDR, palingan kalo lagi LDR ya whatsappan ajee.
  15. Synchronize your sleep schedules. Going to bed at the same time together leads to a healthy sex life... ehm ehm ehmmm... maaaaak.. kakak saja masih bobo sekamar.. wkwkwkwkw. tapi toh lahir juga si adek.. when there's a will there's a way ya kaaaannn... "wink"
  16. You can never show your kids too much affection. Shower them in it and watch them thrive..... yaaak setuju iniiiii. itulah mengapa setiap pagi dan malam berilah ciuman dan pelukan yang banyak.. kelonan, kruntelan, dongeng, baca cerita... Main bersama, kalo capek, nonton tivi bersama. Ya semua teorinya kita tau.. tinggal prakteknya aja. 
  17. Triathletes win or lose races based on transitions. Keep all supplies in their place (cubbies for each family member) and pick clothing the night before... opo iki aku ra mudeng ? Ha ha, beres-beres di malam hari or siap-siap di malam hari dibanding di pagi hari gitu kali yee?
  18. Foster a strong family culture by celebrating occasions big and small – birthdays, new seasons. Create rituals e.g. Friday night family movies..... iya penting ini, walaupun ultah gak selalu dirayain besar-besaran.. tp selalu usahain ada tiup lilin, dan tentu aja kebiasaan doa pagi dan malam bersama tetep bisa dilakuin kan oleh ibu bekerja. Setiap perayaan apapun itu penting buat keluarga.
  19. Expect stress and roller coasters but remember that bad moments are not “bad days” or “bad weeks.” They are moments. Make this a family philosophy..... terus terang kadang masih susah ngelupain bad days at work di rumah, apalagi saya orangnya suka yang kepikiran gitu, malah kalo saking bad nya bisa sampai kebawa mimpi.. arrrghhh.. suka kesel sendiri sih kalo dah gini. Ngapain sih pake mikirin kerjaan banget, tapi gak mikirin juga gak bisa wong kenyataannya I take my work seriously kok' . Yah emang akhirnya kalo udah saking pusingnya dan stressnya ama kerjaan cuma bisa berdoa dan pasrah aja, dan akhirnya dalam kerjaan pun Tuhan yang selalu menolong dan buka jalan. 
  20. Aim to have at least one focused meal a day with your children no matter how crazy work can get...... nah ini kok rada susah yaa... soal LDR tadi dan soal jam makan anak-anak itu sekitar jam 5 or 6 sore yang mana saya belum pulang. kalo wiken agak lumayan sih, walopun ya namanya balita kadang makannya masih pake jalan kemana-mana gak bisa diem.. huh.. mungkin nanti klo rada pada gedean bisa nih komitmen. 
  21. If you can’t host play dates during the week, do it on the weekends so that you get to know your child’s friends and their families..... ya kalo ini sih karena tinggal di Balikpapan kota yang sempit dan kecil ini, lumayan lah ya bisa punya teman-teman yang punya anak sama kecilnya. bisa lah sesekali play date :)
  22. Personal maintenance is not discretionary. Incorporate exercise into the “train schedule” and if you feel best with a weekly manicure, add it too.... aaaaaah pengen sekali kembali berolahraga.. nanti deh, nunggu adek gedean dikit.. sekarang masih guilty feeling kalo pulang kerja gak langsung ke rumah.lagian eike dah langsiiing ya kaaan, walopun hasil MCU kemarin diingetin untuk olahraga sih.. langsing gak berarti semua gula, dan lemak itu gak ada :( trus soal personal maintenance, yah boleh lah sebulan sekali blanja ke onlen shop, ngunjungin mall, cuci mata di Loka dan pijet di Mom n Jo.. :p :p :p. Suami dilarang protesss..
  23. Keep a positive connection with your kids all week long by planning a weekend event for them to look forward to. Start talking about it on Monday;anticipation is half the fun...... AHA.. bener banget.. hari senin dah ditanyain, nanti sabtu kita mau ngapain enaknya ya.. bakalan .deh dari senin sampe jumat ngomongin itu terussss.
  24. Identify kid-friendly errands and make a habit of bringing them along. From the supermarket to the car wash, no need to spend this time away from them.... yup ini dah dikerjain banget, si kakak suka banget cuci mobil dan nemenin ke Hero or Loka :), dadar telur, bikin ager2, dan yang simple2 lainnya. Termasuk ambilin popok adeknya de el el. 
  25. Be proactive about what you can do. If you aren’t available for weekday opportunities, volunteer to coach the soccer team on Saturdays...... maaaak sabtu mah kalo gak sibuk blanja blenji ya enakan tiduuurr.. lagian udah ayahnya tuh yang mister banyak acara.. kalo emaknya juga kaya apa anak2??
  26. Yang ini tambahin sendiri deh... selain yang diatas tadi yang sepertinya sudah hampir semuanya, jangan lupa karena memang udah pilihan kita saat ini untuk bekerja.. maka ketika bekerja , lakukan dengan serius dan sepenuh hati, jadi waktu kita jauh dari rumah dan anak-anak tidak percuma. Goal nya adalah.. be very good they can't ignore you. 
  27. Tambahin lagi.. dont be so hard on yourself.. terkadang hal-hal tidak seperti yang kita inginkan, tidak sesempurna yang kita harapkan, tapi yang penting sudah berusaha.. setiap kegagalan harus jadi pelajaran dan dilepaskan aja.. let it go gitu deh. 
  28. Oh ya... ini privilidge orang endonesah ya... Have a support system aka have nannies.. yak bener nannies berarti plural ya.. nanny nya lebih dari 1 , wkwkwkwkw... Untuk yang masih meniti karir dimana anak masih pada piyik piyik.. ini harus diusahakan dan didoakan. Biarin aja dah klo ada yang nyinyir.. gile ARTnya lebih dari 1... yang penting saya bisa mendelegasikan tugas2 rumah tangga dengan aman, anak juga ada yang nungguin. Kalo ada nenek kakek atawa oma opa yang bisa dimintain bantuan sih oke ya, lebih bagus lagi gak usah pusing cari nannies, atau kalau ada daycare yang yahuud, itu juga bagus.... tp kalo gak ada siapa-siapa (laki juga kadang LDR) ya udah deh, emang kudu mau gak mau haruuuus berusaha punya support system ini...yah dan punya nenek kakek on call basis itu sesuatu banget sangat bersyukur lah :) truss don't feel guilty or ashamed about it.. toh orang lain gak tau jeroan rumah tangga kita ya kann..
  29. Terakhir.. Have Faith and Keep on Praying :), semangat ya mommies... you're doing great !
nanti kalo ada yang lain bakalan bertambah listnya...

Sunday, November 30, 2014

Survival of the fittest

Catatan akhir tahun

Lamanya gak nulis disini..
Alamak.. sibuk banget emang yak saya ini... sibuk nge-path keleuss..
Ya nge-path kan gak pake mikir cuma langsung posting-posting gak penting aja :D

Beda ama ngeblog, kudu rada serius nih ama tema..

Well, inget pas kuliah belajar Evolusi dan ada istilah survival of the fittest, dan adaptasi..
Jadi hanya mahluk yang bisa survive dan beradaptasilah yang akan bertahan hidup dan beradaptasi dengan lingkungannya.
Nah sekitar setahun belakangan ini rasanya begitu deh rutinitas saya.
Gimana cara nya survive dan beradaptasi dengan lingkungan kantor yang baru.. sehingga akhirnya bisa bertahan dan menjadi lebih baik lagi.

Serius kaliii yeee..
Tapi emang di lingkungan kerja yang baru, saya bener-bener anggap super serius karena baru beberapa bulan masuk udah dihadapkan dengan audit yang bertubi-tubi.. belum terbayang kasus kriminalisasi bioremediasi yang bikin orang2 yang bekerja di bidang pengadaan seperti saya agak-agak deg deg seer.
So bisa dibilang kepindahan kerja saya kemarin itu keluar dari mulut buaya tapi masuk ke mulut singa .. hahahaha..

Bagaimana pun kita manusia, pasti kerja gak mungkin 100% sempurna semua.. Ada kalanya kita salah, disitulah kita belajar.. tp dengan ada nya kasus bioremediasi ini terus terang kadang malah jadi parno sendiri. Yah cuma bisa berdoa aja deh. Semoga gak ada lagi yang begitu, dan gak akan menghadapi kasus begituan.

Kejenuhan, kegalauan dan ke-bete-an pun sering menghampiri karena high demand and high pressure work, apalagi karena selama setahun gak boleh cuti.. asli cuman bisa gigit jari aja liat posting-an temen-temen yang pada jalan-jalan kemana-mana.
Yah kalian semua ini bikin saya supeeeerrr irrrriiiii... Arrrrrgghhh.. semoga kalian semua puasssss..

Asli dah emang probation disini berlalu begitu aja... but the real probation actually lasts for one year... yaitu ketika gak bisa cuti sama sekali x_x

Apalagi karena alasan tertentu.. long wiken pun gak bisa kemana-mana. Jadinya yah super menderita deh rasanya :D.
Apalagi dengan semua mood swings yang dialami.. rasanya makin-makin menderita.. rasanya all work and no play makes me a dull person.. so true..

Rasanya emang agak lebai ya.. seharusnya bersyukur banget yah bisa dapat pekerjaan yang baik.. yang udah sejak awal di Balikpapan menjadi target karir. Tapi ya manusia emang gak pernah puas sih pada dasarnya.. Sama kerjaannya sih bersyukur, tapi memang proses survival of the fittestnya ini yang butuh perjuangan..

Makanya kemarin pas dah resmi boleh cuti panjang.. I rewarded my self with a cup of Haagen Daz ice cream.. for a start :)
Rasanya lega sudah bisa melewati babak pertempuran ini, dan siap untuk pertempuran berikutnya... halaaah.. macam Hunger Games aja yak pake pertempuran.

Hal-hal kaya gini mengingatkan saat psikotest dulu ada test apa tuh namanya yang suruh jumlahin angka berderet -deret dan banyak banget sampe tangan pegel.. tes paulin atau pauling atau apa tuh.. katanya sih buat mengukur endurance dan kesabaran kita dalam suatu pekerjaan.. well I think I nailed it deh.

Naaah.. pertempuran berikutnya tahun depan nih.. selain kompleksitas pekerjaan.. bakalan ada lagi tambahan "pekerjaan"  serta perubahan lainnya..
Adanya banyak perubahan dalam keluarga dalam hal pekerjaan serta dalam hal lain-lainnya yang akan terjadi dalam satu waktu secara serentak terus terang membuat ketakutan tersendiri.
Apakah sebagai keluarga dual career masih bisa me-manage semuanya dengan baik.. ??Adaptasi harus dilakukan dengan cepat dan mungkin semakin gak ada waktu untuk "me time" seperti menulis blog seperti sekarang ini.
Lagi-lagi tahun 2015 masih tetap tahunnya Survival of the Fittest.. tahun perjuangan.. tahun pertempuran . Cuman bedanya dah punya cuti dong.. sedikit ada kelegaan disini :)

May God Bless us all..


Sunday, December 22, 2013

Resensi Buku : LEAN IN - Women, Work, and The Will To Lead




Lean In – Women , Work and The Will To Lead

Kali ini saya akan menulis resensi buku diatas, mudah2an ini bukan resensi pertama saya di blog ini J

Buku ini ditulis oleh Sheryl  Sanberg , Chief Operating Officer di Facebook , salah satu 50 wanita paling berpengaruh menurut majalah Fortune dan 100 Orang paling berpengaruh versi majalah Time.

Pada Tahun 2010, ia memberikan TEDTalk dimana ia menyatakan bahwa wanita, secara tak sadar menahan diri dalam karirnya. Dia menulis buku ini berdasarkan pengalamannya sendiri dalam mengambil keputusan, kesalahan-kesalahan dan perjuangannya tiap hari untuk dapat membuat keputusan yang tepat untuk diri nya sendiri, untuk karirnya dan untuk keluarganya.

Saya  rasa buku ini cocok dibaca oleh ibu-ibu muda yang baru meniti karir dan baru dalam membentuk keluarga. Banyak ibu muda seperti saya yang pasti sering sekali menghadapi dilema dalam bekerja. Galau… bagaimana menyiasati dan menyeimbangkan semuanya.

Karena saya sudah selesai membaca buku ini, maka saya hanya akan menghighlight bagian-bagian yang saya rasa menarik.

Fakta di Amerika 57% dari lulusan undergraduate dan 60% dari lulusan Master’s degree adalah wanita, namun saat di dunia kerja wanita memiliki penghasilan 77% dari pria .

Dewasa ini, sudah banyak sekali kesempatan yang dibuka bagi wanita di dunia kerja, namun ternyata halangan kemajuan wanita, bukan lagi dari luar, bukan lagi diskriminasi dari para pria, namun ternyata halangan terbesar adalah dari diri wanita itu sendiri.

Sheryl mencontohkan bagaimana sebagian wanita kurang memiliki ambisi dalam bekerja, dalam rapat-rapat mereka cenderung untuk hanya diam dan takut dalam mengemukakan pendapatnya.

Dalam acara-acara jamuan makan malam, dimana para pria akan mengambil tempat strategis di meja kehormatan, berusaha untuk dapat menyapa para direksi, para wanita akan berkumpul di meja belakang bersama para wanita lainnya. Padahal tidak ada larangan bagi wanita untuk duduk di meja depan.

Hal lain mengenai gaji, pria berani untuk meminta gaji lebih, namun biasanya wanita lebih menahan diri untuk hal ini.

Hal yang menarik adalah ketika seorang pria diberikan suatu pekerjaan yang menantang, pria cenderung untuk mengoverestimate kemampuannya.. Para pria akan yakin 100%mereka mampu, walaupun sebenarnya  diatas kertas kemampuan mereka hanya 60% saja. Berbeda dari para wanita yang diberikan tantangan baru tersebut, walaupun para wanita tersebut kemampuannya 80% diatas kertas, namun mereka justru akan mengunderestimate kemampuan diri sendiri dan para wanita justru fokus kepada kelemahan2 yang mereka miliki. Dibandingkan pria yang fokus pada kekuatannya, para wanita cenderung lebih fokus kepada kelemahan yang mereka miliki walaupun hanya sedikit.

Pola pikir seperti ini yang harus dirubah oleh wanita di dunia kerja.

Memang tidak mudah menjadi wanita bekerja.. Harus ada dukungan dari suami.. Itu pasti.  Hal ini disampaikan dalam bab “Make your partner a real partner”

Disini Sheryl menyatakan bahwa ia dan suaminya membagi tugas tugas rumah tangga dan pengasuhan anak 50%: 50%. Di awal semua jadwal sudah dipersiapkan, siapa yang pada hari apa akan menjemput dan mengantar anak. Siapa yang akan menemani saat ada kegiatan dengan anak.

Memang harus ada komitmen, sesibuk apapun Sheryl, ia mengusahakan sudah di rumah saat makan malam. Dan pasti ada juga saat saat ia rapat sampai larut malam, dimana suaminya lah yang akan makan bersama anak-anak. Begitu pula sebaliknya saat suaminya sibuk.

Tentu saja hal ini harus disepakati diawal bersama dengan pasangan hidup .

Sebagai wanita yang kodratnya adalah hamil dan melahirkan, Sheryl pun pernah merasakan set back dalam karirnya. Saat merencanakan hamil anak kedua, ia pernah ditawari posisi sebagai COO LinkedIn. Posisi yang harus ia tolak karena lebih mementingkan program kehamilan kedua. Namun keputusan seperti itu harus dijalani tanpa terlalu banyak penyesalan.

Buktinya setelah melahirkan anak kedua, ia ditawari posisi sebagai COO Facebook.

Bab “It’s a Jungle Gym not a Ladder” Sheryl memberikan nasihat mengenai karir, bahwa dalam karir sekarang ini, tidak seperti tangga ke atas, namun kadang kita harus menerima rotasi kesamping, bahkan terkadang harus turun tangga untuk mencapai posisi yang baik. Sebagai wanita juga harus terbuka terhadap tiap kesempatan.

Nasehat yang ia sampaikan dalam bab “Don’t leave Before you Leave”, adalah bahwa bila belum saatnya harus berhenti dari perkerjaan.. jangan berhenti duluan, jangan kalah duluan.

Beberapa wanita yang bahkan belum menikah dan punya anak, menahan diri dari karirnya dengan alasan bahwa mereka suatu hari akan menikah dan punya anak, dan pasti mereka tak akan bisa bekerja penuh tantangan.. Helloo … punya pacar pun belum kenapa mikir sejauh itu..

Ada juga ketika menikah langsung menolak tantangan dalam bekerja, padahal belum hamil, dan kalaupun hamil masih ada 9 bulan untuk bisa bekerja dengan baik.

Jadi jangan berhenti.. sebelum memang harus berhenti..

Ini agak jleb juga sih buat saya, yang kadang suka juga berpikir seperti ini.. padahal mungkin lebih baik untuk memikirkannya nanti saja kalau memang sudah kejadian..

Dalam “The Myth of Doing It all”, Sheryl menceritakan awal-awal menjadi seorang ibu di Facebook.

Ia memiliki karir yang bagus dan ketika punya anak, ia pun tak ingin tampil tidak profesional , dan telihat seperti “emak-emak” yang tidak kredibel dalam bekerja. Alhasil ia pun harus bekerja lebih keras dari rekan prianya, bangun jam 5 pagi untuk membalas email, sambil menyusui. Bangun lebih malam, setelah menyusui bekerja lagi. Terkadang teleconference sambil menyusui dan mengurus bayi. Ia ingin tetap perform dalam pekerjaan. 6 bulan pertama nya sangatlah berat.

Namun lambat laun, Ia mulai bisa membagi waktunya.. dan menerima bahwa memang tidak semua bisa dilakukan .

 Rasa bersalah meninggalkan anak ketika harus keluar kota ataupun rapat sampai larut malam akan selalu ada.. itulah bedanya dengan pria.. Pria tidak punya rasa bersalah seperti itu ketika harus dinas ataupun lembur.

Selalu ada semacam timbangan yang seolah olah menimbang waktu wanita pekerja dengan anak-anak mereka.

Suatu penelitian dari National Institute of Child Health and Human Development mengenai pengasuhan dan perkembangan anak, terutama mengenai pengasuhan ibu yang ekslusif vs child care, yang meneliti seribuan anak-anak selama 15 tahun menyimpulkan bahwa, anak yang diasuh secara eksklusif oleh ibunya saja, tidak memiliki perbedaan perkembangan dengan anak yang diasuh dengan bantuan orang lain (misal nanny atau child care). Tidak ada perbedaan kemampuan kognitif, bahasa, sosial, dan kemampuan membina hubungan.

Faktor-faktor dalam pola pengasuhan – termasuk peranan aktif ayah yang responsif dan positif, ibu yang memiliki sikap “membebaskan sikap anak” dan orangtua yang harmonis, lebih mempengaruhi perkembangan anak dua sampai tiga kali lipat dibandingkan pola pengasuhan lainnya.

Jadi hal ini harus dibaca pelan-pelan nih “ Pengasuhan ekslusif oleh ibu tidak berpengaruh terhadap lebih baik atau lebih buruk perkembangan seorang anak”  sooo tidak ada alasan bagi seorang ibu untuk merasa bahwa mereka membahayakan perkembangan anak dengan memutuskan untuk bekerja.

Tujuan akhir dari Sheryl adalah bahwa wanita harus lebih berani dalam mengejar karirnya, harus berani dalam berdiskusi dengan pasangan hidup akan peranan seimbang dalam berkarir dan rumah tangga.. Karena bila makin banyak wanita di posisi atas, maka diharapkan akan lebih banyak juga kebijakan pro wanita dalam lingkungan kerja, yang pada akhirnya dapat mendukung wanita dalam berkarir. Karena kalau bukan wanita siapa lagi yang akan memperjuangkan kesejahteraan wanita dalam pekerjaan.

Namun memang buku ini lebih applied pada wanita-wanita yang memang memiliki pilihan untuk berkarir. Beberapa wanita tidak punya pilihan seperti itu dimana memang mereka tidak punya biaya untuk childcare yang baik untuk mendukung karirnya, sehingga memang opsinya hanya sebagai ibu yang dirumah.

Tidaksemua wanita memiliki ambisi untuk mencapai posisi puncak dalam bekerja.. Hal itu tidak masalah, yang penting adalah ketika sudah menemukan sesuatu yang disukai untuk dikerjakan, apapun itu.. Lean In.. atau dalam hal ini terjemahan bebas saya untuk Lean in adalah.. kalau sudah masuk di suatu pekerjaan, maka jangan hanya diluar saja, jangan dikulitnya saja, tapi harus benar-benar “lean in” Nyemplung kali ye.. sampai basahhhh.
Kalo penasaran bukunya bisa dibeli di Books and Beyond.. Harga 180rb setelah diskon natal 20%. 180 halaman, Bahasa Inggris.

Happy reading :)

 

 

Saturday, October 19, 2013

Farewell Friday

Jumat kemarin, adalah hari yang cukup berkesan buat saya..
 
Pertama ... surprise surprise
Jadi ceritanya ternyata ada semacam surprise farewell yang diadain buat saya..
Yang saya tau di kantor ada beberapa rekan yang ultah dan mereka ngadain makan-makan.
Yang saya nggak tau bahwa sebelum makan makan, temen-temen satu Departemen pada kumpul buat farewellan saya... aaaaawww.. so sweet deh ..
Saya beneran ngga prepared.. tau gitu kan dandan dikit giitu biar tampak kinclong pas difoto.. wkwkwkwkw
plus... bisa nyiapin speech kek..
lha ini sama sekali ngga prepared.. so ngga tau deh apakah yang keluar dari mulut waktu itu nyambung gak sih .. haha
tapi good sidenya krn gak prepared jadinya gak pake mewek...
teteup sih mata berkaca2 dan tenggorokan tercekat.., bibir bergetar, mau nangiss.. hehehehe
 
Anyway, sebenernya masih 2 hari lagi kerjanya sih, tapi karena kesibukan para bos jadinya jadwalnya dimajuin.
and what's more spectacular for me was...
kenang2an farewellnya ngga nyangka.. padahal baru kerja 1.5 th aja.. belum tentu lho orang kerja 5 th dapet emas dari Company nya.. ini kok saya udah dikasi cincin emas sama temen2..
Hiks..
 
Tau aja cincin saya dah gak ada yang muat di jari yang gendut2 ini :(
 
well setelah terjun ke dunia kerja 9 th lalu dan sudah mencicipi 4 perusahaan.. memang ternyata pekerjaan itu dimana2 sama aja.. pasti ada susahnya, ada senengnya, ada tantangannya beda2..
di kantor pasti ada office politicsnya, ada like and dislike dan ada gossip2nya .
 
namun yang memang menjadi pembeda untuk tiap pekerjaan adalah bukan pekerjaannya itu sendiri, tapi justru relationship yang sudah dibangun dengan rekan kerja yang lain..
yang paling penting dari tiap pekerjaan adalah hubungan baik dengan manusia, dan itulah yang paling sulit untuk ditinggalkan.. kenyamanan dalam pertemanan dan working atmosphere yang sudah menjadi comfort zone itu..
 
Pasti banyak hal yang bakalan saya kangenin.. situasi lt 7 yang rusuh dan penuh gosip, namun disaat bersamaan harus memenuhi deadline .
 
Semakin mendekat hari H rasanya masih biasa.. rasanya masih .. ah sepertinya masih lama buat ninggalin lt 7.. tp kalo dipikir2 lagi.. oh my.. tinggal 2 hari lagi ya.. masih belum rela .. hiks ,
 
but life goes on.. the world changes, people change.. I will change too..
 
so ready or not.. my next journey is about to begin..
 

 
farewell photo yang di ttd temen2.. coutesy foto performance Family Day 2012
 
===
Kedua.. sedikit self reflection juga di hari itu :
 
Saya merasa 1.5 th itu singkat banget deh.. masih banyak yang bisa saya pelajarin, masih banyak tantangannya..
Trus sebenernya apa yg bikin cepet banget pindahnya?
well keputusan untuk pindah memang tidak terlalu sulit diputuskan..
Jujur aja saya ngga pake mikir 2 kali buat nerima tawaran kerjaan baru.. karena  memang hal itu dah lama saya perjuangkan untuk bisa naik level ke pekerjaan yang lebih...
lebih apa ya??
 
jadi apa dong yang bikin pindah lagi?
susah nih ngomongnya.. lebih menantang mungkin ngga juga karena ditempat yang sekarang itu isinya tantangan semua tiap hari.. kebanyakan malah tantangannya (baca : kerjaannya :D)
lebih rewarding dalam hal finansial .. ya memang sih, tapi kok ya apa memang karena semata2  uang aja?
masih ngga ridho kalo pindah kerja karena hanya faktor uang.. walopun emang uang itu penting dan mungkin bisa menambah sedikit loyalitas dan kebahagiaan dalam bekerja..
 
ternyata faktornya lagi-lagi adalah sedikit.. sedikit apa banyak ya?
 
okey mungkin banyak .. self ambition dan aktualisasi diri yang lebih maksimal lagi..
 
well mungkin orang yang belum terlalu kenal saya akan melihat saya sebagai orang yang kalem.. yuuuuk marii..
tp sebenernya saya ini juga ambisius lho... saya ambisius tapi ngga nyolot ya.. ibaratnya.. memang saya ngga akan banyak bicara.. tapi saya akan selesaikan pekerjaan tanpa harus banyak cingcong.. emang bukan sifat saya aja..
tapi saya punya target lah dalam kerja..
 
6 tahun lalu pindah bidang ke migas.. from zero namun belum jadi hero :D,
banyak hal yang harus dipelajari.. harus sering memecut diri sendiri agar bisa berhasil..
apalagi di bidang procurement yang masih dianggap support.. salah satu nilai keberhasilan adalah apabila bisa men-support user kita 100%, memberikan servis yang memuaskan..
 
Sedikit kenangan untuk saya adalah saya inget 6 th lalu di interview pertama kali untuk jadi admin di perusahaan migas , banting stir dari bidang life science ke migas, saya udah mantab pokoknya untuk bisa bekerja dimana aja deh yang pnting di Balikpapan..
saya ditanya interrviewernya.. bagaimana kamu melihat dirimu 5 th lagi?
yup pertanyaan klise tapi harus dijawab dgn serius..
Saya jawab, saya akan tidak lagi menjadi admin namun sudah ke menjadi seorang profesional seperti mbak calon atasan saya..
 
Puji Tuhan.. dalam 6 tahun , Tuhan mengabulkan doa dan harapan tersebut.. penuh perjuangan, mengatasi rasa minder dan nggak pede yang ada.., mengatasi keraguan dalam diri orang lain dan dalam diri sendiri .. itu semua ngga mudah..
memang Tuhan bentuk saya seperti ini, Dia biarkan saya merasakan perjuangannya dulu..
Jujur dulu sebelum pindah bidang dari Scientific Officer ke admin, suka ada rasa bangga dan mungkin sedikit sombong, bahwa saya bisa lulus cum laude, gak sampe 2 minggu lulus langsung kerja, trus pas kerja,umur blm 25 dah dapat mobil dinas, dipercaya bos , dll dkk.. sepertinya dunia dah ada di genggaman ya...
 
kemudian ketika pindah ke Balikpapan , mulai lagi dari nol.. saya bener2 dibentuk lagi. disadarkan lagi, bahwa udah deh ngga usah gaya2an dalam bekerja.. be humble.. be helpfull, bekerja lebih keras lagi untuk mencapai cita2.. fokus aja kalo kerja..
tidak ada perjuangan yang mudah. terima aja semua penolakan atau pandangan rendah untuk lebih memperbaiki kemampuan.
 
Sering saya jumpai dalam dunia kerja, ketika seseorang sudah menjadi level lebih senior .. suka menggencet orang lain.. menganggap dirinya paling benar, keras kepala, paling pintar.. wuiish.. orang2 seperti itu menyebalkan..
orang kaya gini nih kalo di ajak diskusi bukannya mendengar dari dua sisi untuk kebaikan bersama.. tapi langsung defensif dan menyerang.. capek deh..
 
oke mungkin jabatannya bagus, posisinya tinggi.. tapi apa artinya kalo diomongin jelek2 terus sama orang,
tapi ya orang kaya gitu mungkin emang maunya jadi pemenang terus gak perduli kalo diomongin orang..
Orang kaya gitu blm pernah ngerasain kerja susah dari bawah kali ya..atau emg bawaan orok? :D..
 
sudahlah kok malah curcol :p
 
paling sejuk kalo diskusi sama senior yang mau mendengarkan juniornya atau rekannya yang lain.. pasti deh dah saya doain bagus2.. orang2 kaya gini gak mau menang sendiri tapi team player banget..
 
nah yang jenis senior yang merupakan team player yang baik hati, gak pelit ilmu, gak nyolot, humble dan tidak sombong.. itulah yang akan saya proyeksikan untuk 5 tahun ke depan.. kalo saya masih dikasi kesempatan buat kerja disini loooh
 
#kan sapa tau suami pindah ke Eropah trus eike jadi Ibu RT gaul aja *ngarep boleh lah


 
well, sepertinya refleksi hati saya juga diperkuat dengan khotbah yang saya dengar di radio Sangkakala Borneo pas istirahat Jumat siang di perjalanan dari rumah ke kantor..
diingatkan kembali untuk selalu rendah hati..kadang kita suka geer dan menganggap diri kita hebat, padahal kita ngga ada apa2nya dibanding orang lain yang lebih hebat-hebat..
Semua hal yang baik adalah karunia Tuhan.. bersyukur selalu ..


.......
pesan suami ketika tau saya diterima kerja di tempat baru.. jangan berubah ya.. tetap be yourself..
 
I will... 
 
 

Saturday, July 20, 2013

Chased by a Bull

Sometimes its hard to keep one's sanity when faced with everlasting deadlines..
well this is just my scribbles on how busy I've been in my work for the past months.
Maybe everybody's experiencing the same thing or even maybe even experiencing worse than me.

Actually, I really enjoy my work.. but some times when there's just too much to handle, my mind just can't take it..
A colleague once told me that he was always looking for opportunities to get mutations to other Dept, coz he was just fed up with the pressure  and the workload . Back then I thought.. is it really that bad? or was he just bored being in the same position for more than 5 years.
Well for the past few months, I did get a taste of the workload.. It slapped me hard in the face. Part of me sometimes kinda blames this workload for the misscarriage that happened.. Although no proof whatsoever.. I guess I just needed something to blame.

Well the boiling point was right before my so called "escape" after I had my misscarriage.
I decided to go to Bandung for a litte vacation. But before going there I had to finish all my deadlines.. and it was chaos..
Apart from still feeling kinda down from my misscarriage I had to really focus on finishing some task..
That left me making some silly mistakes on my work which I have not done before.. such as faxing a letter that have not been signed yet.. Luckily it can  mediated pretty quick..

Then the next freaky thing was that I dreamt I was working then suddenly I was chased by a Bull.. yups A Big Bad Bull... that never happened before .. LOL
eventually I was able to ride the bull in my dream.. yes supposed I have already tamed it.. haha

The dream happened after the vacation to Bandung, but right before I had to go on a business trip to Jakarta. The period between was also chaotic :(
Another thing that really makes me a bit gloomy in work was also some work related discrimination  that happened during the period, in which sometimes we are not given the same opportunity with other colleages when we know we can do it equally. We work just as hard, and just as professional, but yeah.. discrimination and unequal opportunities happen once in a while which is enough to take my mood down.

These things that sometimes gives me the boost to update my CV.. hahahaha..
But not this year I guess :)

Back to the dream...
Gosh I really hate it when I have a work related dream.. well it shows in my subconcious mind that, its the thing I was unconciously thinking before bedtime.. It gives me guilty feeling that evan in my 24 hours of daily live.. my work takes a massive portion of it :(.
I do wish I dreamt of like cooking or playing with my daughter.. which in real life lacking :(

Another senior colleage also once told me.. that when working, and faced with obstacles.. never take it to your heart.. because things like this.. Being chased by deadlines, get told off by you boss, and having work related dissapointment.. always happen once in a while.. And we need to keep our sanity..
Moreover being a woman.. being a mother we have many other things to worry about, we have other Bulls in live other that the work Bull .

Luckily the work load finally settles a bit .. coz its the fasting month, and I guess the Bull is also slowing down.
Will have Eid holiday soon, and hopefully this time I can really get a real breather from the work.
All of the workload and the recovery period after misscarriage made me less and less in the kitchen.. I dont cook everyday like I used to..
well I am just counting down the days where my nanny who can cook will stay with us.
After Eid, she will get married and I will be "cook less" .
So right now I am just enjoying the privilidge while it last.


Friday, November 2, 2012

Cerita Oktober...

Huaaah,
Lama juga ngga nulis disini..
So apa kabar dunia?
Well hari ini mau cerita-cerita soal Oktober yang supeerr sibyuk..

Pertama... setelah melalui training dan sertifikasi PTK double o seven yang high pressure karena emang trainingnya sendiri sangat menentukan kompetensi ku dalam pekerjaan ini.. juga karena pertama kali ninggal Thania selama seminggu penuh.
Malam pertama di hotel sendirian sumpah gak bisa tidur.. mungkin baru tidur sekitar jam 4 pagi dan jam 5an udah bangun lagi buat siap2..
alhasil hari pertama training kaya zombie, syukur2 masih ada pelajaran yang nyantol..
Yah tapi itulah menyebabkan saya flu berat di akhir training kemarin.
Sebenernya gapapa juga sih kalo gak lulus, masih bisa ngulang ujiannya..
cuman emang sejujurnya beban banget kalo ngga lulus, secara dari dulu sebenernya saya udah ngincer training ini , sekaligus ngukur kemampuan sendiri gitu.
The good news is.. saya LULUS.. yeaaaah... lumayan bagus nilainya untuk pelajaran utamanya, tapi agak2 mefet nilainya unyuk pelajaran tambahannya.. hehehehe..
Lumayan, jadi gak sia-sa deh ninggal anak seminggu :(.
Thanks to the company for giving me so much work so that I learn a lot in a short time period.. *ini sebenernya curcol :p*

Kedua... Efek ninggal Thania seminggu akhirnya saya sekalian nyapih dia deh..
Campur aduk rasanya,
Syukurnya sih cukup lancar.. dia gak minta nenen lagi pas di malam pertama saya pulang training.
Cuma dia terus megangin tangan saya, trus minta di tepok2 pantatnya, sambil sering banget ngelilir dan ngecek saya di sampingnya.
Kayanya gak percaya kalo saya udah pulang.. kasian malam itu kayanya Thania malah tidurnya gak nyenyak, dikit-dikit bangun megangin saya dan mandangin saya. Ngecek2 keberadaan saya, apa masih ada saya di sampingnya.. hiks hiks..
Maaf ya sayang udah ninggalin seminggu penuh.. :(
Sekarang sih udah 10 hari balik ke rumah dan Thania gak nenen, dan dia lumayan pinter sih.. emang kadang2 kalo dia kecapean kayanya inget dan minta nenen, tapi gampang dialihin dengan dipijetin , dinyanyiin atau ditepok pantatnya. Ingetnya dalam 10 hari ini cuma 2 kali sih..
So saya anggap menyapih berhasil. Yeayyy...
Emang sih Thania belum 2 tahun, tadinya target nyusuin emang sampai 2 tahun, tapi apa boleh buat, setelah melalui pertimbangan , kami putuskan spt itu. Setelah diatas 18 bulan dia nenen pun banyakan cuman ngempeng, nyari kenyamanan siih..
Oh ya untungnya nyapih juga gk bikin sakit di badan saya,
waktu training sempet mompa asi sekali , pas hari kedua karena berasa bengkak.. tapi setelah itu ngga pernah.. asi berhenti sendiri dan gak sakit :)
ahhhh... akhirnya setelah hampir dua tahun gak pernah tidur full 7/8 jam..bangun2 melulu, 3-4 kali buat nenenin. sekarang bisa tidur lebih nyenyak :D
dan karena Thania juga gak ngedot.. urusan menyapih udah selesai sai sai...
gak ada bangun malem2 bikin susu juga.
next.. finalisasi potty training

Ketiga
Dapur ku masih hancur.....
dan dapur baru gak jadi-jadi... ::(
Project mundur semua.. katanya seminggu jadi.. ini dah tiga minggu belon juga
*lagian sapa suruh percaya seminggu jadi* mana adaaaaa ..
awalnya sih fun2 aja masak di dapur darurat di belakang rumah.. serasa harmoni alam gitu..
But, setelah 2 minggu berjalan , diiringi hujan tiap pagi... beteeee... dan malas rasanya memasak..
kena air ujan, kucing suka bongkar sampah, sempit banget tempatnya, apa2 jauh , keujanan kalo mau ambil piring, plus kurang higienis lah.
padahal ya kudu masak lah buat Thania
Kapan ya dapur nya jadi.... hiks hiks..
*fingers crossed, katanya besok mulai masang lemarinya*
besoknya itu besok orang jawa kayanya.. mbesok.. karena bilang besoknya dari Senin, dan sekarang udah Jumat..
So far tetep masak buat Thania, tapi karena dapur diluar dan rada bergantung sama matahari, jadinya mulai masak jam 6 pagi terus.. bikin telat ngantor tiap hari.. *alesaaaaannnn*

Keempat
Soal berat badan Thania... hehehehe.. same old same old topic,
ceritanya kemarin ke Jakarta pas long wiken, eh kepikiran bawa Thania ke KMC lagi buat kontrol.. ya siapa tau dapet ilmu baru lagi.
Jadilah booking ke seorang dokter anak ternama..
Well, betapa terkejutnya saya.. instead of diomelin/ dinasehatin dokternya seperti biasa karena anak kurus bla bla bla.. dokternya menyampaikan hal lain.. *not disclosed here though*
hmmmmm... hal ini gak saya percaya mentah2..  harus nyari second opinion dulu..
well kadang saya juga masih berpikir bahwa dalam bbrp hal, dokter gagal untuk melihat keseluruhan gambaran/ historis dari seorang pasien.. dia hanya lihat saat itu aja. dia gak nanyain lebih detail lagi.. tapi langsung ambil kesimpulan..
hmmmm... apa karena kebanyakan pasien waktunya gak ada atau apa ya?
Terus terang jadi aga malas saya ke KMC lagi.. Kenapa semua pendekatan harus ada intervensi medis ? kenapa gak dilihat dahulu secara holistik.. yah mungkin ini untuk kasus saya aja..
Saya gak puas banget saat itu.. Tapi ya sudah lah...
Gak boleh juga saya terlalu menghakimi.. maksudnya mungkin baik, dan mungkin aja saya yang salah dan dia 150% benar..
yah saya kan cuma awam..
Mau sih cari 2nd opinion.. cuman masalahnya di Balikpapan ini siapa ya dr anak yg canggih?
dalam artian gak cuma pinter tapi juga simpatik.

Kelima,
Perkembangan Thania makin banyak,
terutama soal ngomong makin banyak.. lagu yang dinyanyiin full dah makin  banyak aja.
Cuma yah bikin guilty feeling saya juga kadang makin banyak.. ninggalin seharian kerja, dan pulang2 dia dah tambah pinter..
yeah it breaks my heart once in a while..
rasanya pengen pulang lunch tiap siang klo gak cape .. dan mumpung mobil xenia blm laku jadi bisa naik mobil sendiri2 menuju kantor masing2.. hihihihihi


aaaaahhh... welcome bitter-sweet november :)







Saturday, October 20, 2012

Ditinggal Dinas..

Saya menulis ini di Bandar Udara Adi Sucipto, sambil menunggu waktu untuk boarding ,
akhirnya, setelah 6 hari dinas di Jogja, malam ini saya akan terbang kembali ke Balikpapan..

Aduuh rasanya campur aduk banget,
Mungkin sedikit lebaaaiii, tapi emang saya belum pernah sebelumnya pisah ranjang sama Thania :)

Ditambah, dia belum disapih, jadi kemarin waktu tau bahwa akan berangkat pelatihan.. yang kepikiran pertama kali adalah gimana nih harus menyapih sebulan sebelum ultahnya ke 2 dan pasti galau banget deh..

Ditambah beban pelatihan yang berat karena ada ujiannya :(

Well ... ternyata Thania pinter banget loh ditinggal bundanya,
semua kekhawatiran saya gak terbukti,
dia bisa bobok tanpa nenen, dikelonin ayahnya dan cuma ditepok2 pantatnya..
malah sama sekali gak ngelilir2..

hmmmm..
kenapa kalo nenen malah bangun berkali2 yaaaaaa???
ngerjain emaknya doang kayanya.

Justru di malam pertama saya di hotel, saya gak bisa tidur,
udah berdoa, nonton tv, baca2, ngitung domba dan semua binatang lainnya..
tetep aja tidur tuh gak tenang.
Jam 4 pagi kali baru tidur :(

Emang ya..
anak nya sih ceria2 aja.. emaknya ini nih..

Well emang sebelum berangkat dinas udah sering bilang ke Thania kalo bunda mau kerja 6 hari,
dan sepertinya itu berhasil dan dia ngerti.
Jadi setiap kali dia tanyain bunda, maka langsung dijawab "kerja"
dan ya udah dia gak nangis or nyari lagi.

So..
Terlepas lulus tidaknya saya dari ujian....
*inget soal managemen aset rasanya mo nangis di pojokan*

Ada milestone penting buat Thania.. semoga dia akhirnya bisa disapih dengan damai :)

Buat saya..

*nangis di pojokan lagi*
pasrah deh ama hasilnya nanti, yang jelas dah shopping therapy di Mirota Batik :)

Tuesday, May 15, 2012

Inspirasi buku hari ini.... mimpi sukses :)



Ceritanya sekarang ini saya sedang membaca buku biografinya Merry Riana - Mimpi Sejuta Dollar..
Belom selesai sih, baru setengahnya aja, tapi more or less dah bisa nangkep garis besarnya..

Gini nih emang setelah jadi emak emak susah banget rasanya cari waktu untuk bisa ngabisin satu buku. Banyak banget heh utang baca buku nya :(

Jadi inti cerita biografinya itu adalah gimana Merry Riana, dari seorang mahasiswi yang bisa dibilang sangat pas pasan (kuliah di Singapore krn kerusuhan Mei, ngutang bank buat kuliah, sampe tiap hari makan indomi dan 2 lembar roti aja) sampe akhirnya bisa sukses di usia sebelum 30. 

Yang saya tangkap dari yang saya baca so far adalah gimana kadang circumstances yang bikin kita kepepet dan bener2 terpuruk, justru membawa inner strength yang tak terbayangkan ... yang akan berujung kesuksesan kalo kita bisa kerja keras, penuh semangat dan tak kenal lelah.
Saat Merry bener2 dalam kondisi bener2 kepepet , dia rela kerja apa aja, mengesampikan semua ego dan rasa malu, yang akhirnya melatihnya jadi tahan banting dan punya tekad yang sangat kuat untuk sukses.. keluar dari kemiskinan.

Nah intinya buat saya sendiri... saya belum pernah sih berada dalam kondisi yang se-kepepet itu.. apakah itu berarti semua potensi atau potensi terpendam saya belum keluar ya? ceileeee....
masa saya harus kepepet dulu ya biar bisa sukses besar? :D

Pengennya sih punya spirit dan energy yang besar juga walopun tanpa kepepet - kepepet amat :D..
Apalagi sekarang ini nih... kerja keras dan manajemen waktu dalam bekerja bener2 diuji..
waktu kerja bener2 terbatas dengan kerjaan yang banyak..
terussss masih anak baru, masih banyak penyesuaian.., *sigh sigh*
tapi say no to lembur lah ...wong gak lembur aja 11 / 12 jam pisah dari anak kok.
Emang pe- er besar saya masalah time management ini .

Kalo saya berhasil nyelesaiin semua kerjaan pake lembur, itu bukan prestasi buat saya, karena ya jelas aja selesai wong nambah jam kerja... lagian masa mau ngorbanin family time sejauh itu.
*alesan.. padahal kalo dah kerja 10 jam otak mampet pet.. hehe*
Prestasi adalah : dengan kerja keras, pas jam kerja, dengan time management yang baik, working smart, semua bisa selesai dengan baik dengan lembur minimal. Yes minimal or none at all.
Yes I can ! Harus bisa lah.. Merry Riana aja bisa , apalagi saya yang targetnya so far gak nyampe 1 juta dollar :D, masih coward kalo mimpinya sampe 1 jt dollar hihihihi...
*yes ini emang motivasi buat diri sendiri*

Mungkin dah banyak motivator yang sering nulis dan sering ngomong kata2 motivasi spt yang ada di buku nya Merry Riana, tapi kadang kita emang butuh diingatkan terus menerus. Dan buku ini karena dia perempuan.. I can relate more lah.

Trus satu hal lagi yang menarik dari biografinya, adalah gimana mamanya Merry Riana orang yang sangat religius, yang dalam situasi sangat sulit pun selalu berserah sama Tuhan, dengan keyakinan yang teguh bahwa semua indah pada waktunya..

Wah saya pengen banget bisa jadi ibu seperti itu, agar nanti anak ku juga, dalam situasi apapun selalu mengandalkan Tuhan, selalu believe dan memiliki iman yang teguh. Pengen sih dikenang sebagai ibu seperti itu, bukan diingat sebagai ibu karir yang sukses.. tapi bener2 ibu yang selalu menyemangati dan mendoakan anaknya.. dan bisa menghasilkan anak yang berhasil.. Luar biasa mamanya ini.. gak bosen2 nyemangatin anaknya :)

Ini bener2 ngingetin saya, gimana dengan semua kesibukan di kantor baru,
sebagai ibu yang baru juga..
suka lupa bener2 menyediakan waktu yang khusus dan spesial untuk berkomunikasi dengan Tuhan, gak sekedar berdoa karena kewajiban...
tapi untuk bener2 bersekutu, untuk bener2 berserah lagi... yah seperti jaman2 dulu :)
jangan sampai inget Tuhan dan bersekutu bener2 pas lagi susah aja.

Tambahan lagi, Merry juga dibesarkan di keluarga yang harmonis..
itulah pentingnya faktor keluarga juga membentuk dan menempa seseorang menjadi pribadi yang tangguh.
Jangan sepelekan didikan yang di rumah.. karena nanti kemanapun anak kita akan pergi, hal itu akan tertanam kuat.

Kalo emang sukses butuh dua faktor seperti di buku; yaitu faktor kepepet dan dukungan ...
kalo Merry Riana kepepet pas kuliah, tapi dukungan/ nilai2 moral yang ditanamkan orang tuanya bisa membentuk pribadinya jadi tangguh gitu,
maka saya pun... punya dukungan dari keluarga pastinya.. dan yah kepepet ama jam kantor.. so saya pasti bisa khan... hehehehe


Oh well terusin dulu deh baca bukunya, mudah2an bisa selesai malam ini.. cari inspirasi2 lain :)
*mumpung si kecil dah bobo*


gambar dari sini