Tahun 2015 kemarin, selain menjadi tahun yang super sibuk dengan adanya anggota keluarga baru dan pekerjaan yang dikejar-kejar target, juga menjadi tahun refleksi dalam beberapa hal.
Adalah memang hobi saya mengamati sifat seseorang.. kadang heran sih kenapa saya suka mengamati orang.. kepo banget kali ya.. hehehe
Tapi bukan mengamati dalam hal usil sih sepertinya, tapi lebih ke arah hal apa sih sebenarnya yang melatar belakangi seseorang bisa bersikap seperti yang ditunjukkan di luar nya. Bagaimana upbringingnya dulu oleh keluarganya, mempengaruhi cara berpikir dan bersikap nya saat dewasa.
Jangan-jangan sebenernya saya tuh cocoknya jadi psikolog ya ... hehehehe
Anyway mikir-mikir dan refleksi-refleksi ini suka saya lakukan ketika menyetir sendirian di mobil.. Well saya menyetir sendirian itu kan relatif sering ya.. berangkat dan pulang kerja serta berangkat dan pulang pas makan siang di rumah :) so 4 kali jalan sehari, masing-masing 30 menit.. lumayan lah ya buat day dreaming 2 jam totalnya..
Dan karena gak macet jalanannya, daydreaming nya suka lumayan lancar.
Yang suka saya pikir sendirian adalah.. now what? dalam artian.. setelah kerja saat ini, so what? what is my grand design? what is my purpose?
Suka iri sama orang yang sudah menemukan passionnya.. klik nya dalam hidup, sudah menemukan "aha" momentsnya, sedangkan saya kadang ya hanya menjalaninya. Trus mikir juga, apa sih sebenernya yang salah?
Kenapa beberapa orang bisa menemukan klik nya itu, dan beberapa orang sampai akhir hidupnya hanya menjalaninya aja..
Well, dari hasil permenungan saya ini saya merasa lingkungan dan pengasuhan saat kita kecil adalah salah satu yang membentuk pribadi kita, tentu aja selain sifat dasar kita.
Nah beberapa anak sangat beruntung bisa diasuh dan diarahkan untuk menemukan passionnya,
tidak hanya dididik untuk bisa calistung, untuk bisa rangking di kelas, untuk bisa masuk univ negeri.
Bukan salah orang tuanya juga 100% karena setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, dan mungkin adalah hal yang lumrah kalau setiap orang tua mau anaknya bisa pinter masuk univ negeri. Tapi dengan dunia yang makin berkembang, pinter aja ngga cukup untuk bisa bertahan..
You need something to define who you are..
Saya mengamati sifat saya dan suami saya, perbedaan kami dalam beberapa hal.. Saya orangnya sangat tekun dan persisten, sepertinya karena selain menurun dari sifat ayah saya yang sangat workaholik, namun memang itu lah yang saya lihat sehari-hari darinya.. Children see, children do.
Saya pun waktu single bisa jadi sangat workaholik.
nah suami saya itu sangat supel orangnya, selain menurun dari sifat orangtuanya, juga karena orangtua nya pun sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial.. Suami saya semasa kecil pasti melihat orang tuanya banyak bergaul dan bersosialisasi, otomatis dia pun begitu.. Children see, children do.
Nah saya karena ayah sibuk, keluarga saya jarang sekali datang ke acara-acara sosial.. istilah kerennya dulu kurang gaul lah.. hahahaha.. makanya waktu kecil saya pun pemalu, mungkin sampai kuliah saya itu pemalu. Karena tidak diberi contoh bagaimana bersosialisasi.
padahal...
dari hasil test finger print yang iseng-iseng saya lakukan (yang katanya bisa mengetahui sifat asli seseorang), saya ini aslinya extrovert.. jadi tidak pemalu.. tapi upbringing dalam keluarga yang tidak terlalu gaul, maka yang lebih muncul malah pemalunya waktu kecil.
Hal ini pun saya amati di anak perempuan saya, dia tidak pemalu..
Yah mungkin dia liat ayah bundanya punya pergaulan dan lingkaran sosial yang cukup luas. Dia sering kami ajak ke acara-acara bersama teman-teman kami. Children see, children do.
pointnya adalah, memang setiap keluarga punya cara sendiri dalam mengasuh anak, tergantung circumstancesnya.. ada yang positif, ada juga yang mungkin negatif.
Namun jika kita menyadari hal-hal yang negatif yang mungkin ada dalam keluarga kita, kita bisa berusaha meminimalkannya.
Sadar ... kita bukan manusia sempurna, bukan orangtua sempurna.. pastilah ada hal negatif , hal yang kurang baik dalam diri kita..
Akhir refleksi, dengan saya dan suami memiliki cara upbringing yang berbeda.. kita ambil positifnya dari tiap upbringing..
Different characters and values,
Hal-hal ini yang coba saya selalu ingat,
- Ciptakan selalu suasana rumah yang kondusif, yang menyenangkan.
- Dekat dengan anak, dorong mereka menjadi pribadi yang pede dan kritis.
- Tiap anak berbeda, bantu mereka menemukan keunikannya. Semoga dengan ini anak-anak saya lebih baik dari orang tuanya nanti, bisa menemukan "aha" momentnya.
- Contohkan kesederhanaan
- On money "Don't give them everything, Make them value money"
- Make them SUFFER, once in a while karena kenyamanan mematikan kreatifitas.
- Tunjukkan kasih sayang diantara ayah dan bundanya.. karena anak-anak akan nyaman bila melihat ortunya saling menyayangi.
Sepertinya sekian dulu permenungan untuk 2015 :)
Family 3
Just The Four of Us
Showing posts with label pengasuhan. Show all posts
Showing posts with label pengasuhan. Show all posts
Saturday, January 9, 2016
Saturday, July 25, 2015
25 Cara untuk berhasil sebagai ibu bekerja (plus-plus)
Oke .. saya nemu artikel ini di Pinterest dan kayanya beberapa hal sangat relevan dan dapat dijadikan referensi untuk diri saya saat ini :).
link nya dibawah ini , dan saya coba kontemplasikan dengan hidup saya sendiri, plus-plus tambahan sedikit dari saya.
http://www.forbes.com/sites/samanthaettus/2013/04/29/lifestyle-25-ways-to-win-as-a-working-mom/
Lifestyle List: 25 Ways to Win as a Working Mom
All great trips require preparation. Your adventure as a working mom is no different. You can be the best parent in fewer hours per week; it isn’t about how many hours you spend at home, it is about how you use them. Here goes:
- Be unapologetic about your lifestyle. Making excuses for working is like wearing a short skirt and constantly pulling on it. ...... Nah ini sih yang sering terjadi di awal awal punya anak.. guilty feelingnya terasa banget, sedih banget ninggalin anak di rumah hanya sama pengasuh. jangan salah sih.. bukan sekarang dah gak sedih lagi, tapi udah bisa menerima emang jalan hidup ku saat ini seperti itu.. bersyukur aja atas setiap langkah hidup yang kita ambil. intinya jalanin aja sist :)
- Have a school network – two moms you can count on in each child’s grade. If you help them when you can, it will be easier to ask for help when you need it...... terus terang ya saya sering kagok kalo gaul sama sesama ibu2 di sekolah anak.. soalnya ya gitu deh, suka ketinggalan info kali ya. mana gak pernah juga anjas anak.. ada juga si kakak di pasrahin ke nanny nya dan bis jemputan. So saya gak gaul, kurang mingle dan gak apdet.. hehehe.. syukurnya udah kenal sama beberapa ibu-ibu lainnya dan punya nomor wa bu guru.. jadi yah selalu lah berusaha untuk apdet.
- Spend a night out each week – a date night or an evening with friends. This is your fuel; don’t let your tank run dry...... hmmmm.. yang ini belum punya tuh, masih guilty feeling klo ninggalin anak di rumah padahal dah 7 to 7 kerja di luar rumah. dan emang dasarnya saya family man (eh woman) banget gitu, lebih seneng emang kruntelan aja di rumah. sesekali aja klo emang penting banget baru deh date nite or ladies nite. Dan mungkin ini pentingnya punya temen-temen sesama working mom yang bisa saling menguatkan. walaupun gak pake ladies nite, tetep kan bisa ngobrol or chatting di kantor.
- Disconnect to Connect. Turn off the technology for a set time each day so that you are present when you are with your family...... ahahahaha.. pe er banget nih.. makanya nahan diri juga dari beli gadget yang terlalu kece.. nanti makin kecanduan gadget berabe dah. So far gadget ini emang berguna buat eksis dikit-dikit dan ngilangin kantuk kalo harus bangun pagi dan ngilangin kantuk kalo abis nyusuin dan harus tetap melek. Anyway.. lagi berusaha sih buat bener-bener disconnect di saat-saat tertentu.
- Do all of your errands within the Golden Triangle – home, office and school. From the dentist to the hair salon, make no exceptions.... syukurnya balikpapan ya segitu gitu aja wilayahnya.. jadi gampang aja ini kayanya :)
- Treat your arrivals and departures like a train schedule. Predictability makes you more successful at home and at work...... maaak.. kayanya saya dah 80% on schedule deh kalau hari kerja.. kalo wiken baru deh bablas schedulenya.. kalo makan siang di rumah aja maksimal banget 30 menit, trus fast and furious mode on lagi buat sampai di kantor.
- Beware of the “Flextime Fantasy.” If you have a flexible career, establish set daily hours so that you don’t lose time reinventing your schedule each day..... no flexible career.period.
- As soon as the school calendar arrives, add it to yours. This way you can plan around the school play and the parent teacher conference.... noted dah.. biasanya awal tahun dah langsung dikasi kalender sekolah. emang sih terkadang suka gak bisa hadir kalo pas acaranya hari jumat.. hellllowww... kenapa juga bikinnya hari jumat?? blaaaah
- Sundays are big for you. Plan every detail of the week’s schedule down to the meals and who’s making them. This will reduce conflict, ease stress and save time..... ah kalo saya mah Sunday yang penting ke Gereja.. abis itu let it flow.. tapi gak bisa juga santai banget nget.. karena sorenya musti sekolah musik Yamaha :)
- Don’t get so attached to your sitter that you can’t see her faults. Spot-check by arriving home unexpectedly to see what happens when you are not there.... aha... pernah sih bilang siang gak pulang, tau nya pulang.. or sore bilang lembur, taunya ngga. tapi Puji Tuhan, so far gak ada yang aneh-aneh.
- Help your spouse to be a partner. Praise more than criticize and create opportunities for him to do every task you do...... errrr.. maksutnya gimana ya , dia melakukan semua yang saya lakukan? sejujurnya masih susah kayanya ya budaya Indonesia untuk seperti ini? menurut saya sih yang penting masing-masing dah tau peranannya dan gak segan untuk membantu kalo yang lain lagi sibuk.. and that's enaough for me.. at the moment :D HA!!
- Divide and conquer. Being partners means sharing the responsibilities, divided by your strengths, and pitching in on any as needed.... oke ini seperti yang diatas aja komentar saya
- Write it all down. From the grocery list to the lunchbox ingredients, you can’t delegate unless you get it out of your head and on paper...... banget ini.. dulu sempet sih bikin menu-menu gitu, nulis-nulis semua pengeluaran.. etapi gak tahan lama :p, sekarang yang tersisa hanya menulis grocery list kalo mau ke supermarket. dan tentu saja kalo di kantor To Do list every evening before returning home is a must.. that way I can be really focus at work. Kalo daftar belanjaan di tukang sayur, karena gak banyak, biasanya cuma saya sampaikan aja lisan ke nanny.
- Nurture your marriage with daily 20-minute check-ins. Keeping in touch with your own partner is vital to a strong bond... uhuhuhuhu... no comment since sometimes I go through LDR, palingan kalo lagi LDR ya whatsappan ajee.
- Synchronize your sleep schedules. Going to bed at the same time together leads to a healthy sex life... ehm ehm ehmmm... maaaaak.. kakak saja masih bobo sekamar.. wkwkwkwkw. tapi toh lahir juga si adek.. when there's a will there's a way ya kaaaannn... "wink"
- You can never show your kids too much affection. Shower them in it and watch them thrive..... yaaak setuju iniiiii. itulah mengapa setiap pagi dan malam berilah ciuman dan pelukan yang banyak.. kelonan, kruntelan, dongeng, baca cerita... Main bersama, kalo capek, nonton tivi bersama. Ya semua teorinya kita tau.. tinggal prakteknya aja.
- Triathletes win or lose races based on transitions. Keep all supplies in their place (cubbies for each family member) and pick clothing the night before... opo iki aku ra mudeng ? Ha ha, beres-beres di malam hari or siap-siap di malam hari dibanding di pagi hari gitu kali yee?
- Foster a strong family culture by celebrating occasions big and small – birthdays, new seasons. Create rituals e.g. Friday night family movies..... iya penting ini, walaupun ultah gak selalu dirayain besar-besaran.. tp selalu usahain ada tiup lilin, dan tentu aja kebiasaan doa pagi dan malam bersama tetep bisa dilakuin kan oleh ibu bekerja. Setiap perayaan apapun itu penting buat keluarga.
- Expect stress and roller coasters but remember that bad moments are not “bad days” or “bad weeks.” They are moments. Make this a family philosophy..... terus terang kadang masih susah ngelupain bad days at work di rumah, apalagi saya orangnya suka yang kepikiran gitu, malah kalo saking bad nya bisa sampai kebawa mimpi.. arrrghhh.. suka kesel sendiri sih kalo dah gini. Ngapain sih pake mikirin kerjaan banget, tapi gak mikirin juga gak bisa wong kenyataannya I take my work seriously kok' . Yah emang akhirnya kalo udah saking pusingnya dan stressnya ama kerjaan cuma bisa berdoa dan pasrah aja, dan akhirnya dalam kerjaan pun Tuhan yang selalu menolong dan buka jalan.
- Aim to have at least one focused meal a day with your children no matter how crazy work can get...... nah ini kok rada susah yaa... soal LDR tadi dan soal jam makan anak-anak itu sekitar jam 5 or 6 sore yang mana saya belum pulang. kalo wiken agak lumayan sih, walopun ya namanya balita kadang makannya masih pake jalan kemana-mana gak bisa diem.. huh.. mungkin nanti klo rada pada gedean bisa nih komitmen.
- If you can’t host play dates during the week, do it on the weekends so that you get to know your child’s friends and their families..... ya kalo ini sih karena tinggal di Balikpapan kota yang sempit dan kecil ini, lumayan lah ya bisa punya teman-teman yang punya anak sama kecilnya. bisa lah sesekali play date :)
- Personal maintenance is not discretionary. Incorporate exercise into the “train schedule” and if you feel best with a weekly manicure, add it too.... aaaaaah pengen sekali kembali berolahraga.. nanti deh, nunggu adek gedean dikit.. sekarang masih guilty feeling kalo pulang kerja gak langsung ke rumah.lagian eike dah langsiiing ya kaaan, walopun hasil MCU kemarin diingetin untuk olahraga sih.. langsing gak berarti semua gula, dan lemak itu gak ada :( trus soal personal maintenance, yah boleh lah sebulan sekali blanja ke onlen shop, ngunjungin mall, cuci mata di Loka dan pijet di Mom n Jo.. :p :p :p. Suami dilarang protesss..
- Keep a positive connection with your kids all week long by planning a weekend event for them to look forward to. Start talking about it on Monday;anticipation is half the fun...... AHA.. bener banget.. hari senin dah ditanyain, nanti sabtu kita mau ngapain enaknya ya.. bakalan .deh dari senin sampe jumat ngomongin itu terussss.
- Identify kid-friendly errands and make a habit of bringing them along. From the supermarket to the car wash, no need to spend this time away from them.... yup ini dah dikerjain banget, si kakak suka banget cuci mobil dan nemenin ke Hero or Loka :), dadar telur, bikin ager2, dan yang simple2 lainnya. Termasuk ambilin popok adeknya de el el.
- Be proactive about what you can do. If you aren’t available for weekday opportunities, volunteer to coach the soccer team on Saturdays...... maaaak sabtu mah kalo gak sibuk blanja blenji ya enakan tiduuurr.. lagian udah ayahnya tuh yang mister banyak acara.. kalo emaknya juga kaya apa anak2??
- Yang ini tambahin sendiri deh... selain yang diatas tadi yang sepertinya sudah hampir semuanya, jangan lupa karena memang udah pilihan kita saat ini untuk bekerja.. maka ketika bekerja , lakukan dengan serius dan sepenuh hati, jadi waktu kita jauh dari rumah dan anak-anak tidak percuma. Goal nya adalah.. be very good they can't ignore you.
- Tambahin lagi.. dont be so hard on yourself.. terkadang hal-hal tidak seperti yang kita inginkan, tidak sesempurna yang kita harapkan, tapi yang penting sudah berusaha.. setiap kegagalan harus jadi pelajaran dan dilepaskan aja.. let it go gitu deh.
- Oh ya... ini privilidge orang endonesah ya... Have a support system aka have nannies.. yak bener nannies berarti plural ya.. nanny nya lebih dari 1 , wkwkwkwkw... Untuk yang masih meniti karir dimana anak masih pada piyik piyik.. ini harus diusahakan dan didoakan. Biarin aja dah klo ada yang nyinyir.. gile ARTnya lebih dari 1... yang penting saya bisa mendelegasikan tugas2 rumah tangga dengan aman, anak juga ada yang nungguin. Kalo ada nenek kakek atawa oma opa yang bisa dimintain bantuan sih oke ya, lebih bagus lagi gak usah pusing cari nannies, atau kalau ada daycare yang yahuud, itu juga bagus.... tp kalo gak ada siapa-siapa (laki juga kadang LDR) ya udah deh, emang kudu mau gak mau haruuuus berusaha punya support system ini...yah dan punya nenek kakek on call basis itu sesuatu banget sangat bersyukur lah :) truss don't feel guilty or ashamed about it.. toh orang lain gak tau jeroan rumah tangga kita ya kann..
- Terakhir.. Have Faith and Keep on Praying :), semangat ya mommies... you're doing great !
nanti kalo ada yang lain bakalan bertambah listnya...
Sunday, July 5, 2015
Sekilas Sekolah Musik Yamaha
Okay...
Saya dan suami tergolong Nol besar dalam hal keahlian bermain musik atawa musikalitas..
Yah suami lumayan Nol nya agak kecilan dikit sih bisa ngegitar dikit dulu pas kuliah.. saya sempet lihat beberapa kali dia ngiringin ibadah jumatan di kampus dulu.
Tapi setelah merit.. di rumah juga gak punya gitar, jadilah gak pernah lagi main gitar.. saya juga gak tau dia masih bisa apa ngga..
Kalo saya, dulu pas kecil dan sekolah di Canning street Primary School, Newcastle Upon Tyne, pelajaran music itu wajib dan saya waktu itu sempet belajar biola. Cuman dasar dulu kakak saya bilang suara permainan biola saya jelek cuman ngak ngek ngok.. jadilah saya percaya banget bahwa saya emang gak bakat.. dan akhirnya pas pulang ke Indo plus dulu gak ada Yamaha Music School kali ya.. or dulu emang gak punya duit aja sih.. maka gak nerusin tuh biola.
Selama sekolah, kuliah dan kerja sempat lah beberapa kali ikut paduan suara.. tapi ya suwer buat ngerame-ramein aja.. kalo suara saya mah apa atuh..
Jadinya berangkat dari ambisi saya pribadi.. Thania kudu bisa main music.. paling ngga nanti bisa ikut melayani di Gereja kan kalo bisa musik :)
ditambah dengan guilty feeling saya sebagai ibu yang gak pernah anter anaknya sekolah.. maka saya pengen punya aktivitas yang bisa saya jalanin berdua ama Thania.
So.. mulai 3 tahun saya daftarin di Music Wonderland.. Yeaaay
sebenernya pengen dari usia 2 tahun.. biar bisa kaya si Tiger Mom itu.. halahh.. tp belum ada di Balikpapan ini sekolah musik buat 2 tahun.
Di Balikpapan ini sebenarnya ada juga tempat belajar music seperti Purwacaraka yang letaknya di BB, lebih dekat rumah.. tapi setau saya gak ada buat yang anak 3 tahun.
Nah Yamaha Music School ini letaknya di Ruko BSB.. perfect kan ya.. abis les musik ke ewalk jalan-jalan sore :D
Sempet tanya temen kantor juga yang sekarang anaknya jago bingit piano setelah belajar di Yamaha.
Daann... siapa sih yang gak kenal Yamaha.. lebih internasional dan melegenda keleeeuss.. :D
standardnya internasional .. ah whatever, yang jelas untuk sekolah music sebenernya cuma pertimbangannya yang mana yang bisa buat anak 3 tahun.
Plus baru tau belakangan kalo ikut klub music di kantor dapet potongan harga 100 rb buat les,,, yippiieee...
sayang taunya belakangan.. dah setaun bayar full baru tau.. hmmppphh..
Kembali ke Music Wonderland (MW)...
Music Wonderland ini dimulai dari usia 3 tahun dan dibagi 2 semester, jadi ada MW 1 dan MW 2.
Di MW ini anak wajib didampingi ortu atau * atau pokoke orang dewasa..
Biaya registrasi waktu itu 400ribuan dan biaya kursus 450 per bulan.. trus di awal semester juga ada biaya buku sekitar 500 rb an.. buku itu juga ada CD lagu-lagu untuk belajar di rumah.
ehm ehm... mayan meheel yee boook.. makanya berusaha untuk selalu rajin masuk.
Semesternya mulai Feb - Agt. dan lama pertemuan sekitar 45-50 menit, sekali seminggu.
Kegiatan selama MW 1 lebih banyak bernyanyi, mendengarkan ketukan, bernyanyi di depan, story telling with music , singing and dancing dan pengenalan keyboard sedikit2..
Pengenalan keyboardnya seperti main pakai 1 jari (semut-semut) 2 jari (kepiting), pakai kepalan tangan (gajah). Banyak juga aktivitas yang dilakukan dengan partner (yaitu kita para pendamping), seperti tepuk tangan dan menyanyi..
So far Thania semangat banget kalo mau les ini..
oh ya sebenernya menurut kakak guru.. Yamaha Music School itu bukan "les" musik ya.. tapi "sekolah" musik.. makanya ada ujiannya nanti pas udah tingkat lebih tinggi.
Hasil dari MW 1 ini memang Thania mulai mengenal keyboard, trus mulai memahami ketukan ketukan sederhana, ritme musik cepat atau pelan. dan memang yang diharapkan dari MW adalah kecintaan terhadap musik itu sendiri.
Selesai MW 1 lanjut ke MW 2 (Agt - Feb), biaya kurang lebih sama sama MW 1. Durasi pertemuan juga sama. Materi hampir sama dengan MW 1, namun dengan lagu-lagu yang lebih kompleks lagi dan lebih banyak bermain di keyboard. Mulai belajar lebih serius soal solmisasi jugak.
Memang awal-awal pakai keyboard anak-anak pasti rusuh deh.. pencet sana pencet sini gak jelas.. jadi kalo MW jangan harap bisa menemukan permainan yang udah bagus atau teratur dari anak-anak.. yang ada semua main gayanya sendiri dengan rusuhnya..
tapi emang gitu kali ya perkembangannya, buktinya pas udah naik tingkat ternyata bisa juga anak-anak yang rusuh itu akhirnya memainkan lagu-lagu sederhana... terharu :)
Anyway back to MW 2, disini terus terang banyak bolosnya Thania.. kalo gak dia emang lagi sakit, atau saya yang waktu itu hamil suka mabok or lemes.. jadi lah kita bolos..
Bagusnya MW ini juga karena didampingi terus sama ortu, maka si ortu yang kemampuan nya Nol besar ini bisa belajar juga dikit-dikit.. wkwkwkwk
Nah selesai MW 2 lanjut ke Junior Music Club (JMC 1), JMC ini sendiri ada 4 tingkat nantinya dan tiap tingkat 6 bulan atau 1 semester . Durasi pertemuan 60 menit dan masih 1 minggu sekali.
Biaya naik 100rb, jadi 565 per bulan, biaya buku juga sekitar 500rban .. atau lebih mungkin.. krn selain dapat buku dan CD dapat juga peralatan seperti board untuk belajar not balok, dan DVD yang bisa dipakai belajar di rumah.
Boleh aja gabung JMC tanpa ikut MW.. mulai 4 tahun usianya.
Harus diakui memang peralatan, buku de el el nya Yamaha itu mahal.. tapi emang disusun sangat menarik dan merangsang anak untuk mendengarkan dan berlatih.
Nah di JMC 1 ini saya udah melahirkan dan gak mabok.. plusss ada ujiannya.. jadi harus super rajin deh belajarnya. Emang dalam ujian nya gak ada lulus gak lulus.. semua pasti naik tingkat katanya.. tp ya kita harus berusaha ya kaaaannn..
Di JMC udah bener-bener belajar solmisasi, dan not balok bok.. emaknya yang deg degan pertama blajar not balok.. takut si bocah gak bisa ngikutin.. Emaknya juga dah lupaa euuy.
Puji Tuhan sih lumayan bisa ya.. kadang masih suka lupa, tapi liat liat temennya sama aja.. so wajar aja kayanya.
Terus terang amazed banget sama perkembangan semua anak-anak di JMC 1 ini.. yang awalnya plonga plongo :D .. dan super rusuh pukul pukul keyboard, sekarang sudah bisa mainin lagu sederhana dengan tangan kiri dan kanan (walaupun masih bergantian mainnya).
Thania kemarin pas perpisahan kelas di KB nya kan sempet dia dengerin kakak-kakak TK nya diajarin gurunya lagu Gundul-Gundul Pacul pakai angklung dengan solmisasi.. eh tau-tau di rumah dia bisa mainin lagu itu di keyboard.
Buat saya si Ortu Nol Besar ini.. hal itu sungguh menggembirakan.. Go Thania Go.. :)
So bulan depan Thania mau ujian, dan dia udah milih lagu yang mau dimainkan.. tinggal sebulan ini mumpung liburan harus rajin latihan. God help me...
Suwer terkewer kewer.. emaknya yang deg degan nih.. anaknya mah belon ngerti konsep ujian dan nyantai.. kalo dibilangin Thania harus rajin latihan ya.. jawabnya cuman.. "iyaaaa.."
Terus dengan ngedampingin les ini juga terus terang bisa lebih liat perkembangan anak.. saya jadi lebih ngerti sifatnya yang sedikit show off kalo sudah bisa.. dan sifatnya yang gak mau salah, dan gak mau lebih gak bisa dari temennya.. hmmm emang sifat anak kecil apa nurun sapa yak? hhehehe
Semoga sukses ya ujiannya Nak.. Bunda is really proud of you :)
Update Jan 2018, Thania sudah JXC 2,
https://m.youtube.com/watch?v=cbIoXIfNyH8
silahkan ditonton di link youtube diatas permainannya :)
Saya dan suami tergolong Nol besar dalam hal keahlian bermain musik atawa musikalitas..
Yah suami lumayan Nol nya agak kecilan dikit sih bisa ngegitar dikit dulu pas kuliah.. saya sempet lihat beberapa kali dia ngiringin ibadah jumatan di kampus dulu.
Tapi setelah merit.. di rumah juga gak punya gitar, jadilah gak pernah lagi main gitar.. saya juga gak tau dia masih bisa apa ngga..
Kalo saya, dulu pas kecil dan sekolah di Canning street Primary School, Newcastle Upon Tyne, pelajaran music itu wajib dan saya waktu itu sempet belajar biola. Cuman dasar dulu kakak saya bilang suara permainan biola saya jelek cuman ngak ngek ngok.. jadilah saya percaya banget bahwa saya emang gak bakat.. dan akhirnya pas pulang ke Indo plus dulu gak ada Yamaha Music School kali ya.. or dulu emang gak punya duit aja sih.. maka gak nerusin tuh biola.
Selama sekolah, kuliah dan kerja sempat lah beberapa kali ikut paduan suara.. tapi ya suwer buat ngerame-ramein aja.. kalo suara saya mah apa atuh..
Jadinya berangkat dari ambisi saya pribadi.. Thania kudu bisa main music.. paling ngga nanti bisa ikut melayani di Gereja kan kalo bisa musik :)
ditambah dengan guilty feeling saya sebagai ibu yang gak pernah anter anaknya sekolah.. maka saya pengen punya aktivitas yang bisa saya jalanin berdua ama Thania.
So.. mulai 3 tahun saya daftarin di Music Wonderland.. Yeaaay
sebenernya pengen dari usia 2 tahun.. biar bisa kaya si Tiger Mom itu.. halahh.. tp belum ada di Balikpapan ini sekolah musik buat 2 tahun.
Di Balikpapan ini sebenarnya ada juga tempat belajar music seperti Purwacaraka yang letaknya di BB, lebih dekat rumah.. tapi setau saya gak ada buat yang anak 3 tahun.
Nah Yamaha Music School ini letaknya di Ruko BSB.. perfect kan ya.. abis les musik ke ewalk jalan-jalan sore :D
Sempet tanya temen kantor juga yang sekarang anaknya jago bingit piano setelah belajar di Yamaha.
Daann... siapa sih yang gak kenal Yamaha.. lebih internasional dan melegenda keleeeuss.. :D
standardnya internasional .. ah whatever, yang jelas untuk sekolah music sebenernya cuma pertimbangannya yang mana yang bisa buat anak 3 tahun.
Plus baru tau belakangan kalo ikut klub music di kantor dapet potongan harga 100 rb buat les,,, yippiieee...
sayang taunya belakangan.. dah setaun bayar full baru tau.. hmmppphh..
Kembali ke Music Wonderland (MW)...
Music Wonderland ini dimulai dari usia 3 tahun dan dibagi 2 semester, jadi ada MW 1 dan MW 2.
Di MW ini anak wajib didampingi ortu atau * atau pokoke orang dewasa..
Biaya registrasi waktu itu 400ribuan dan biaya kursus 450 per bulan.. trus di awal semester juga ada biaya buku sekitar 500 rb an.. buku itu juga ada CD lagu-lagu untuk belajar di rumah.
ehm ehm... mayan meheel yee boook.. makanya berusaha untuk selalu rajin masuk.
Semesternya mulai Feb - Agt. dan lama pertemuan sekitar 45-50 menit, sekali seminggu.
Kegiatan selama MW 1 lebih banyak bernyanyi, mendengarkan ketukan, bernyanyi di depan, story telling with music , singing and dancing dan pengenalan keyboard sedikit2..
Pengenalan keyboardnya seperti main pakai 1 jari (semut-semut) 2 jari (kepiting), pakai kepalan tangan (gajah). Banyak juga aktivitas yang dilakukan dengan partner (yaitu kita para pendamping), seperti tepuk tangan dan menyanyi..
So far Thania semangat banget kalo mau les ini..
oh ya sebenernya menurut kakak guru.. Yamaha Music School itu bukan "les" musik ya.. tapi "sekolah" musik.. makanya ada ujiannya nanti pas udah tingkat lebih tinggi.
Hasil dari MW 1 ini memang Thania mulai mengenal keyboard, trus mulai memahami ketukan ketukan sederhana, ritme musik cepat atau pelan. dan memang yang diharapkan dari MW adalah kecintaan terhadap musik itu sendiri.
Selesai MW 1 lanjut ke MW 2 (Agt - Feb), biaya kurang lebih sama sama MW 1. Durasi pertemuan juga sama. Materi hampir sama dengan MW 1, namun dengan lagu-lagu yang lebih kompleks lagi dan lebih banyak bermain di keyboard. Mulai belajar lebih serius soal solmisasi jugak.
Memang awal-awal pakai keyboard anak-anak pasti rusuh deh.. pencet sana pencet sini gak jelas.. jadi kalo MW jangan harap bisa menemukan permainan yang udah bagus atau teratur dari anak-anak.. yang ada semua main gayanya sendiri dengan rusuhnya..
tapi emang gitu kali ya perkembangannya, buktinya pas udah naik tingkat ternyata bisa juga anak-anak yang rusuh itu akhirnya memainkan lagu-lagu sederhana... terharu :)
Anyway back to MW 2, disini terus terang banyak bolosnya Thania.. kalo gak dia emang lagi sakit, atau saya yang waktu itu hamil suka mabok or lemes.. jadi lah kita bolos..
Bagusnya MW ini juga karena didampingi terus sama ortu, maka si ortu yang kemampuan nya Nol besar ini bisa belajar juga dikit-dikit.. wkwkwkwk
Nah selesai MW 2 lanjut ke Junior Music Club (JMC 1), JMC ini sendiri ada 4 tingkat nantinya dan tiap tingkat 6 bulan atau 1 semester . Durasi pertemuan 60 menit dan masih 1 minggu sekali.
Biaya naik 100rb, jadi 565 per bulan, biaya buku juga sekitar 500rban .. atau lebih mungkin.. krn selain dapat buku dan CD dapat juga peralatan seperti board untuk belajar not balok, dan DVD yang bisa dipakai belajar di rumah.
Boleh aja gabung JMC tanpa ikut MW.. mulai 4 tahun usianya.
Harus diakui memang peralatan, buku de el el nya Yamaha itu mahal.. tapi emang disusun sangat menarik dan merangsang anak untuk mendengarkan dan berlatih.
Nah di JMC 1 ini saya udah melahirkan dan gak mabok.. plusss ada ujiannya.. jadi harus super rajin deh belajarnya. Emang dalam ujian nya gak ada lulus gak lulus.. semua pasti naik tingkat katanya.. tp ya kita harus berusaha ya kaaaannn..
Di JMC udah bener-bener belajar solmisasi, dan not balok bok.. emaknya yang deg degan pertama blajar not balok.. takut si bocah gak bisa ngikutin.. Emaknya juga dah lupaa euuy.
Puji Tuhan sih lumayan bisa ya.. kadang masih suka lupa, tapi liat liat temennya sama aja.. so wajar aja kayanya.
Terus terang amazed banget sama perkembangan semua anak-anak di JMC 1 ini.. yang awalnya plonga plongo :D .. dan super rusuh pukul pukul keyboard, sekarang sudah bisa mainin lagu sederhana dengan tangan kiri dan kanan (walaupun masih bergantian mainnya).
Thania kemarin pas perpisahan kelas di KB nya kan sempet dia dengerin kakak-kakak TK nya diajarin gurunya lagu Gundul-Gundul Pacul pakai angklung dengan solmisasi.. eh tau-tau di rumah dia bisa mainin lagu itu di keyboard.
Buat saya si Ortu Nol Besar ini.. hal itu sungguh menggembirakan.. Go Thania Go.. :)
So bulan depan Thania mau ujian, dan dia udah milih lagu yang mau dimainkan.. tinggal sebulan ini mumpung liburan harus rajin latihan. God help me...
Suwer terkewer kewer.. emaknya yang deg degan nih.. anaknya mah belon ngerti konsep ujian dan nyantai.. kalo dibilangin Thania harus rajin latihan ya.. jawabnya cuman.. "iyaaaa.."
Terus dengan ngedampingin les ini juga terus terang bisa lebih liat perkembangan anak.. saya jadi lebih ngerti sifatnya yang sedikit show off kalo sudah bisa.. dan sifatnya yang gak mau salah, dan gak mau lebih gak bisa dari temennya.. hmmm emang sifat anak kecil apa nurun sapa yak? hhehehe
Semoga sukses ya ujiannya Nak.. Bunda is really proud of you :)
Update Jan 2018, Thania sudah JXC 2,
https://m.youtube.com/watch?v=cbIoXIfNyH8
silahkan ditonton di link youtube diatas permainannya :)
Labels:
pendidikan,
pengasuhan,
toddler,
Yamaha Music School
Monday, December 30, 2013
Mendidik Anak Secara Katolik
Mendidik Anak
secara Katolik (Aplikasi: Thania, 3th)
Enam tahun lalu, 10 November 2007, salah
satu Janji Perkawinan kami adalah “bersedia menjadi orang tua yang baik bagi
anak-anak yang dipercayakan Tuhan dan mendidik mereka menjadi orang Katolik
yang setia”. Implementasi janji tersebut pada kenyataannya tidak semudah
mengucapkannya di depan altar. Sharing di
bawah ini baru sebagian keciiill yang sudah kami terapkan sampai hari ini untuk
Cecilia Nathania Witono (3 tahun). Proses belajar ini kami lakukan dari
berbagai sumber tapi yang paling terutama adalah Orang Tua kami. Dan yang
sangat penting adalah berserah serta mohon petunjuk dan roh kebijaksanaan dari
Allah Bapa.
Menurut kami, salah satu kunci dari
pendidikan agama di rumah adalah contoh/ teladan dari Orang Tua, membangun
kebiasaan serta disiplin dalam penerapannya. Anak, dalam perkembangannya akan
mulai belajar dengan meniru Orang Tua atau orang-orang di sekelilingnya.
1. Baptis
Thania dibaptis saat usianya kira 3 bulan.
Alasannya sederhana, ceritanya kami memang baru siap mengekspos thania keluar
rumah diatas 3 bulan he3x… Kami sepakat untuk membaptis Thania sejak bayi
karena itulah salah satu perwujudan janji perkawinan kami untuk mendidik anak
secara Katolik. Thania dibaptis dengan nama Santa Pelindung “Cecilia” (Santa
Pelindung Para Seniman & Pemusik). Diperingati oleh Gereja Katolik setiap
tanggal 22 November sedangkan Thania lahir tanggal 23 November. Sejak lahir
nama baptisnya sudah dicatat di Akta Kelahiran supaya nama tersebut terus menjadi
satu kesatuan dengan nama lainnya dalam setiap kesempatan di kemudian hari.
2. Doa Bersama
Kami memiliki kebiasaan untuk doa malam bersama.
Jadi sejak Thania masih dalam kandungan, dia sudah terbiasa mendengar orang
tuanya berdoa bersama. Setelah lahir, sejak masih bayi, walau thania belum
paham, kami tetap membiasakan doa malam bersama di sekeliling tempat tidur
(box) thania. Hingga usianya saat ini, kami selalu mengusahakan untuk berdoa
malam bersama. Tidak selalu sempurna, karena kadang ada hari-hari Thania sudah
sangat mengantuk sehingga dia tidak mampu untuk duduk dan doa bersama,
sebisanya kami berdua tetap berdoa di sampingnya.
Saat Thania sudah mulai bisa sedikit bicara atau
berkomunikasi, kami mulai mengajarkan juga doa makan dan doa bersama sebelum kami
berangkat kerja. Pada kesempatan travelling,
di dalam pesawat pun kami ajarkan berdoa. Begitu juga saat Misa di gereja.
Kami mencontohkan/ mengajarkan membuat tanda salib
dan doa-doa singkat ke Thania, biasanya cukup 1 – 2 kalimat selesai. Dengan demikian
memudahkannya untuk mengulang kembali doa tersebut. Untuk doa malam atau doa
pagi kami berdua melanjutkan dengan doa Salam Maria atau Bapa Kami dimana
Thania tetap mendengarkan.
Puji Tuhan dengan perkembangannya saat ini, Thania
sudah bisa membuat tanda salib (walau belum 100% benar he3x..), di beberapa
kesempatan dia sudah bisa mengucapkan doa makan atau doa malam sendiri, beberapa
kali Thania yang mengingatkan kami bila berangkat kerja belum doa pagi, sudah
bisa doa Salam Maria secara runut walau belum sempurna pengucapannya.
3. Ke Gereja
Membawa Thania ke gereja dimulai sejak Thania
sudah dibaptis. Waktu masih bayi, kami selalu mengusahakan duduk di dalam
gereja, bahkan saat Thania masih tidur di stroller, kami biasanya mengambil
tempat di pojok dekat dinding supaya tidak mengganggu Umat lainnya. Saat Thania
mulai bisa digendong, kami mulai duduk kembali ke bangku Umat. Saat awal Thania
mulai makan, kami harus duduk di samping gereja bagian luar, karena jadwal misa
yang pagi biasanya Thania belum sempat makan di rumah jadilah kami harus
menyuapi di luar. Sekarang, setelah Thania bisa bangun lebih pagi dan sarapan
di rumah, kami bisa kembali ke bangku Umat di dalam Gereja.
Prinsip yang kami ajarkan di Gereja adalah selama
Misa, Thania harus tetap duduk bersama kami, tidak bermain atau lari
kemana-mana. Konsekuensinya, kami harus menyiapkan “sambilan” untuk mengisi
waktunya selama Misa yang kurang 1.5 jam tersebut. Mulai dari membawakan snack
dan susu UHT-nya, membelikannya Alkitab bergambar untuk Anak-Anak, termasuk
pada salah satu Misa Pekan Suci kami harus membawakan kertas bergambar untuk
diwarnai. Memang di beberapa gereja, Pastor Parokinya menghimbau untuk tidak
membawa makanan ke gereja, tapi demi mendidik anak dengan liturgi Gereja dan
membangun kebiasaan bahwa ke Gereja berarti duduk di dalam bersama Orang Tua,
membuat bagi kami urusan membawa makanan ini jadi prioritas ke sekian. Kami
percaya akan tiba usianya dimana semua “sambilan” tersebut bisa di-stop dan
pada waktu tersebut anak sudah terbangun kebiasaan ke gereja yang baik dan
memahami liturgi gereja Katolik. Dengan anak duduk di gereja bersama Orang Tua,
kita pun bisa mengikuti Misa dengan lebih tenang.
Selama di Gereja, kami sengaja memperlihatkan dan
membangun ketertarikan kepada Thania unsur-unsur Liturgi misalnya Romo,
Misdinar, Dirigen, Lektor, Gong dan kerincingan saat Doa Syukur Agung, bila ada
Bapa Uskup dengan tongkatnya, membawanya ke depan saat pemberkatan anak, dan
mengikutkannya saat anak-anak sekolah Minggu bernyanyi di depan (walau pun
sampai sekarang, Thania belum sekolah minggu). Bersyukur banget bahwa liturgi
Gereja Katolik itu penuh warna dan banyak unsurnya.
Puji Tuhan sampai usianya saat ini, Thania selalu mau
dan “betah” ikut misa hari minggu. Tahun 2013 ini, pertama kalinya, Thania kami
ajak ikut Misa Kamis Putih, Malam Paska, dan Malam Natal yang durasinya agak
lebih lama dan syukurlah Thania bisa mengikuti semua liturgi dengan baik dan
tetap duduk bersama kami. Sekarang kalau maju menerima berkat sudah jalan
sendiri dengan tangan sikap berdoa. Kalau habis berkat, nagih minta nyanyi di
depan, walau hanya lip sing. Sudah
bisa menyanyikan lagu “Salam Damai”, “Tuhan Kasihanilah Kami” dan “Alleluya”.
Sudah bisa menirukan orang berdoa sambil berlutut, mengangkat tangan saat
konsekrasi, termasuk berlutut sebelum masuk atau keluar dari bangku.
3 tahun dan jalan masih panjang bagi kami
untuk mendidik anak-anak yang TUHAN percayakan, masih panjang juga perjalanan
belajar kami untuk bisa menjadi Orang Tua yang dapat diteladani. Semoga
keluarga kami kelak bisa menjadi serupa dengan Keluarga Kudus (Bunda Maria,
Santo Yusuf dan Yesus).
Sunday, November 18, 2012
Discipline starts early ...
Everybody knows..
It is definitely not easy
being parents..
One thing as our never-ending
homework is teaching discipline.
It’s hard because, we as
parents also lacks certain discipline sometimes..
Such as we often get to
work late.. :D, we don’t do certain tasks as promised to others and other
stuffs..
Well, how can we teach
discipline if we as parents’ don’t practice it perfectly?
But then again.. We are
trying to mould a better generation than ourselves right.. We have to try.
Because this is not an easy
thing to do.. We try to teach discipline by building habits that
hopefully will lead to discipline.
At 6.15 am , we gave her a bath.. so when we leave for work she is all
neat and tidy.. ready to kiss us
goodbye.
And by applying that rule,
we always tuck her in bed at round about 9 pm, so she will have adequate sleep
at night.
This bedtime rules was
applied ever since she was born. Eventhough when she was just a couple of
months old, she often wakes up at night and didnt go back to sleep until 3 or 4
o’clock in the morning.. but we always turn the lights off at 9 pm, to teach
her that night time is dark and it is for sleeping.
And.. so far we don’t have
any problems tucking her in at 9 pm.
Another habit we try to build
is the behaviour in Church..
Its hard to keep a child
not running around or screaming in Church.. because lets face it, two hours of
Church is one of a big boring activity for a child.
When she was still 12-18
months, her meal time coincides with Church hours, therefore I had to give her
breakfast or dinner in Church.. this means that we had to sit outside in
Church.
But ever since she was 18
months above, she can have her meals earlier.. so in Church she doesn’t have to
eat anymore.. only snacks as fruit, fruit juice, biscuit or milk.. and that can
be eaten inside..
*I guess :D
So now, we rarely sit
outside with other parents.
From my observation.. its definitely
hard having a toddler in Church.. they just keep on playing and running around..
hehehe
But on the other hand.. I
saw some perfectly sweet toddlers.. Sitting on mommy’s or daddy’s lap, or
occupied with some snacks and books sitting inside the Church..
Well, maybe they are not as
active as the others.. or probably because their parents won’t let them run
around.
Honestly.. sometimes its
me.. the parents who wants to sit outside the Church.. so we don’t have to
listen 100% to the service inside.. we just want to chill out.. its more
relaxed outside, we can watch our children play, and when they make a noise..
we don’t have to bother.
Then it hits me.. maybe
this not about the child after all.. Because once we let the run around in
Church and we sit outside.. they will think that its OK and it becomes a habit.
First we as parent must commit to these rules that we try to teach.
So even though its
sometimes tiring try to occupy a child inside a Church, making sure she doesn’t
disturb others.. We try to do that.
Yes sometimes she still
disturb others with her babbling and her ways.. but hey.. Doesn’t Jesus himself
welcome children?
It doesn’t always work out
though.. we need to have lots of trick up our sleeve.. The thing is just
be persistent, because children are so smart.. one day they will surely learn
about the right thing.
She becomes interested in the mass and especially during communion, she’s so
eager for mommy and daddy to eat hosti
“ayo ayo mam kue” .. hehe
We sat inside, just the two
of us, while daddy sits in front . We sat near the side exit where we can see the
other children playing outside. Her eyes wide open looking at the other kids
running about and throwing pebbles in the pond. She pointed outside mimicking
those kids and said “sit there”..
I said “ok sit there alone
or sit here on mommy’s lap”
She said “mommy’s lap”
Case closed J
Once in a while she would
stare again and points again outside.. Really it breaks my heart that actually she
was so eager to play, and I won’t let her.
But then.. no.. I must try
to teach her.. this is Church, we come here to pray.
You can play and run around
at any other time but not here.
There will be other challenges,
sometimes we will succeed and surely many times we won’t. There’s no golden
rule and probably there’s a different style for every family.
Sunday, April 29, 2012
Being Parents Part 1
Well, it's been 17 months since I have become a mommy.. It's not easy, it's truly hardwork, but it's also very rewarding.
Honestly right now, I am still learning the basic of parenting. My child is just 17 months old and I can't say whether or not I have done a good job or a bad job.
Day by day, all I have tried to do is just get pass each day, with my child being healthy, she eats right and adequate, she plays safely and happily.. She gains weight... arrrrrrggghhhh.. this one is so hard :(, and how she meets her motoric milestones
As for the character building and educational aspects.. I still dont have a clue. I noticed some parents already have plans for their litte ones, they have plans on where their little one will go to school to, what style or line of education will their child pursue, etc. They seem (or it looks like) that they have everything figured out for their child. They already planned which college their child will attend.. wooow thumbs up to them :)
Well, as for planning, for us its just some financial planning right now; we have saved some money for our childs future education but as for what kinda education she will have is not yet decided.. Time is ticking, in no time she'll turn 2 and then 3 years old and we have to make up our mind sooner or later about education. Clueless.. :(
24 hours a day for me a working mom, is sometimes just not enough to think about all the future planning stuff.. I barely have time just to cook her meals, and most of the time I just have no idea of what kinda food to serve for her.
Yes right, sometimes I wonder I have become a stay at home mom, maybe I would have more time thinking and planning for my child's future.. Instead of being in the office spending my time thinking about my responsibilities. But no one can guarantee that.. maybe I'll just be as occupied or even more occupied with household chores.
Actually if I am asked what I wish for my child.. I just want her to be healthy and happy.. and also I want her to be a friendly and generous person. It has not yet crossed my mind that I-for instance- want her to be a doctor, or an engineer, or a successful business woman. I dont want to put any pressure on her.
Maybe this is somewhat influenced by the way I was brought up. Not blaming my parents of their parenting principles, but I felt now, even as an adult, I still havent found what my true passion is. I still cant say for sure and for certain that my job or my chosen career right now is the right one for me. See when I was a child , I had to study hard, and my dad always told me to try to achieve the 1st rank in class.. I did and I put my effort in that, up till my college graduation, I always come in top ten rank and even sometimes top of the class.. This is not bragging, but it is a fact that that was a goal for my parents. Actually I am thankful for that, because it has made my life easier in landing on good jobs. But actually it has repressed my creative side. Maybe... just maybe actually I was meant to be a writer.. or a painter, or a violinist :).. not an employee (hahahaha.. ngimpi.com)
Thats what I wanna avoid when raising my child, I want her to explore every possibility of her future.. not just the common path , but also the other more creative side. Maybe a little part of me don't want her to be like me. Still not knowing my true passion after all these years.
Dont get me wrong.. I enjoy my job, and I put my best and dedicate myself to my job. But I want her to know that life is more than just a good job with great salary. There's more to the world than just that. yeah maybe a want her to be somebody in Nat Geo chanel.. exploring the true amazing world.. not working behind a desk :D
But again.. I am clueless on how I can lead her to that path..since my time with her is also very limited sometimes. But maybe if she takes after me.. then she will be a geek... hehehehe, just like I was.. a study oriented girl :)
Hopefully in time I will have more reference on how I can be just a great parent for her. In time , I am also hoping parenting instict will lead me there.
The point is while I try to teach her the basics of our values, like religion and moral values. I dont wanna dictate her on her likes and dislikes later.. not to dictate on her preference of subjects or interest.. I will let her bloom to her full potential. As Kahlil Gibran said about parent being a bow ; as a parent I want to be a bow , and my child the arrow. I will point at a direction, but no one can guarantee the direction of the wind and where the arrow will land.
May God help me :)
Labels:
family,
LIFE,
motherhood,
parenting,
pengasuhan
Wednesday, March 7, 2012
Nanny Story
Mau sedikit cerita seputar art, nanny atau pengasuh di rumah ah.. sama soal pengaruhnya ke kedekatan ke anak.. yah sharing dari pengalaman pribadi aja.
Jadi semenjak dulu hamil anak pertama (Gaby -in heaven), kami sudah mempersiapkan diri dengan mencari art yang nantinya akan membantu di rumah. Karena kami berdua kerja, rencananya saat itu adalah memiliki 1 art dan 1 BS/ nanny.
Tetapi karena takdir berkata lain, maka akhirnya gak jadi punya nanny.. hanya ada art aja yang tetap menemani kami saat2 gak jadi punya baby. Mbak Atun amanya.. Orangnya sangan pembersih dan cekatan, masakannya enak dan kerjanya cepat. Dia cuma lulusan SD sih, tapi semangatnya besar.
Well, anyway saat memutuskan punya art, kami sudah memutuskan bahwa siapapun yang tinggal di rumah kami akan diperlakukan selayaknya keluarga. Ya mungkin gak bisa 100% seperti keluarg asli tapi at least we're gonna try.
Dia akan makan bersama kami, makanan yang sama tidak dipisahkan. Kamar mandi pun sama dan peralatan mandi kecuali sabun pun sama. Saat itu kami masih kontrak rumah, dan hanya punya 1 kamar mandi.. jadi ya memang sharing jadi hal yang wajar.
Secara umum, semua berjalan lancar aja, bahkan si mbak pun sering kami ajak makan diluar, jalan2 dan karaoke bareng pun pernah. Cuman waktu itu satu hal yang saya kurang cocok adalah selera nonton tv kami yang sangat berbeda.. tapi sueeeeer deh saya lebih banyak ngalahnya.. hehehe. Apalagi dulu belum langganan yes tv. Ada sih tv kabel abal2.. Akhirnya menjelang tahun ke 3 bersama kami, si mbak resign karena akan menikah. Sampai sekarang kami masih terkadang sms-an untuk menanyakan kabar :)
Nah pengganti mbak Atun, mbak Wasis, juga dipasok mamaku dari Jawa, tadinya hanya sebagai art biasa, tpi semenjak Thania lahir, kami upgrade (kaya software aja.. hihihihi) jadi nanny. Tadinya mau mencari sesorang yang benar2 certified sebagai BS, tetapi setelah dipikir2, kami sudah percaya mbak Wasis, dan sepertinya bisa nanganin bayi juga.. so be it..
Beneran deh sebagai ibu baru saat itu, saya bener2 gak bisa yang namanya gendong bayi lama2.. apalagi gendong jarik.. halaaaah.. susye amat. Sekarang boleh diadu deh gendongan gue :D
Jadilah dulu saat saya lagi gak sabar, dan Thania nangis2, digendonglah oleh mbak Wasis, dan voilaa.. diem dan langsung tidur gak berapa lama .
Oh ya untuk mbak Wasis, sama konsepnya kaya mba Atun, makan makanan yang sama, di meja makan. Kamar mandi sekarang beda sih karena udah rumah sendiri dooong.. (sombong.. timpuk aja.. wkwkw), kami bener2 berusaha memperlakukan sebaik mungkin karena memang kami bener2 perlu seseorang yang dipercaya jagain Thania. Semoga semua niat ini bukan pamrih ya..
Mbak Wasis ini lulusan SMP, anaknya cerdas.. hobi banget ngisi TTS kalo ada di koran (ini sebelum mengenal FB siiih)... skrg sih dah doyan hape dia.. wkwkwkw..
Well anyway, soal momong Thania oke aja.. telaten, ngasi ASIP, nyuapin, dan ngajak main. Jadi sekarang saya gak harus tiap hari pulang siang buat ngecek. Saya udah bisa percaya sedikit2.. yah semoga Tuhan selalu jaga kami semua, walopun saya tidak dirumah.
Sebagai seorang ibu bekerja, memang dihadapkan pada terbaginya kasih sayang dari anak kita. Saya rasa itu pasti ya, apalagi kalau sang nanny juga sayang sama anak kita.
Menurut saya, hal itu tidak usah dihalang halangi.. karena itu adalah proses alamiah. Namun bagaimanapun sebagai seorang ibu, saya pun ingin dapat tempat spesial di hati anak.. wajarr banget dong.
Contoh yang suka bikin agak sirik tadinya. Thania lebih cepet belajar kiss kiss mbak dibanding bundanya. Tapi saya biarkan aja, toh lama2 dia udah mau kok kiss kiss bunda.. hehehe
Ada milestones tertentu yg mbak nya tau duluan.. seperti hari ini katnya sempet Thania berdiri sendirian sebentar.. huuuuuh nyeseeeel banget gak liat.. tapi ya udah lah.. nanti juga liat.
Sekarang sih belajar untuk gak ambil hati hal2 kaya gitu...Justru seneng aja ada bonding antara nanny dan Thania.
toooooh at the end of the day, cuma bundanya yang nyusuin Thania dan kelonin Thania.. hehehe..thats my perfect moment with her.
Saya yakin hal -hal tertentu pasti tidak akan tergantikan oleh nanny. Hal-hal tertentu adalah wilayahnya mommy :)
Well, sebagai ibu bekerja ada bbrp hal yang pernah saya baca yang bisa menjaminkan bonding kita dengan anak gak luntur walopun kita kerja 8 to 5.. (sebentar lagi 8 to 6 euuuy)
- Menyusui.. it works.. pasti bakal daleeeem bgt bondingnya.
-Quality time saat pulang kantor (ini agak sulit krn suka cape dan sibuk ini itu...tp tetep main bareng pulang kerja itu wajib walaupun cuma sebentar)
-Kasi nanny free time saat wiken, jadi anak kita handle sendiri. Well kalo ini nilai saya 90 lah.. kadang2 kalo pas cape banget di wiken, masih suka minta bantuan mbak untuk suapin Thania dan bunda bisa ngilang bentar buat me time or bobo.. hehehe . Dengan ini nanny juga refreshed buat kerja lagi pas weekdays.
-Treat nanny right and with respect and love. Kenapa ini penting, krn kalo nanny happy, anak pun diurus dengan baik.. alamat gak jadi anak terlantar, ibu bahagia, anak bahagia, bonding lancar.. Kesehatan nanny juga harus diperhatiinn karena kalo nanny sakit, anak bisa ketularan dunk..
-Tentu aja rajin juga ngecek anak walopun dikantor :)
-Pagi hari yang cuman sebentar tetep nyempetin ada waktu sama anak, dalam hal ini ayahnya mandiin pas saya masak buat Thania, trus selesai mandi, Thania ikut ngeliatin bunda dandan.. That's our routine.. Jadi intinya ada hal-hal tertentu yang hanya dilakukan keluarga inti yaa.. :)
Ya kayanya gitu aja dulu sharing seputaran nanny ... semoga nanny ini tetep awet ya..
Subscribe to:
Posts (Atom)



.jpg)
