Family 3

Family 3
Just The Four of Us

Saturday, June 30, 2012

A little bit of luck

This month, I think our family have landed on a little bit of luck :)
First, I have won Soegija Film Synopsis Competition held by the Christian Community in our office. Second, we have won Family Photo competition at Family Day , category "Alay"...
We got quite a lot of shopping and dining vouchers.. Horeluya for that :D

Well here is the winning photo :


Alay style :D

 
The story behind our luck was; well.. ever since I worked in my previous office, the Christian community sometimes hold movie or book synopsis competition. Every time I got a chance, I always took part in those competition. And I also become the organizing committe in some of the events.... so I have a little bit of experience in making synopsis :)

Apart from that , from what I have experienced is that if you join the competition and you dont win, you will still receive a gift. Some kinda "thank you for your participation gift" So.. learning from the past , therefore I decided to enroll in the Soegija Film Synopsis competition.. doesnt matter if I dont win.. But I was sure I will get a thank you gift :D..
and I had a feeling that not many people were interested.. so I had a bigger chance... It seems that sometimes I became some kinda prize hunter.. enrolling in every competition (that I'm interested in off course :)). And surprisingly I did win the Soegija Film Synopsis Competition ..

The other story is on our family photo;
the thing is.. actually we dont have a family potrait yet.. and when my hubby told me a bout a family photo contest, I didnt give it much of a thought.. Not until he told me that our close friend went to a photo studio to take his family potrait taken..
Then I felt suddenly.. well lets also do it. If we dont win, we will still have a family potrait :)
What we didn't expect was the themes for the competition was Alay, Gokil and Cool...
Called a photo studio and made an appointment and finally 3 days before the submission date, we took our family potrait. Hmmm we didn't prepare anything for the themes.. we just dressed in white and blue jeans.. and we'll see what the studio have.

It definitely was not easy making a family potrait with a toddler.. She becomes bored and cranky and her mood shifts faster that any gear shifts :(.. she even asked to be breastfed in the middle of our photo session...
hahaha

But then after a few improvisation and a lot of awkward poses.. we finished our 1.5 hr of photo sessions.

And here are some of our collections:
actually we enrolled for two categories; Alay and Gokil... but we only won the Alay theme.






The one above is supposed to be Gokil :)





it was tiring but fun.. we'll do it again some day..
and we'll enroll in other competition for prizes again :D

Sunday, June 17, 2012

And the Winner is.... Suzuki ERTIGA...

Tahun ini adalah tahun ke-4 mobil XENIA merah kami dan bersamaan dengan itu cicilan juga akan lunas (semoga setelah lunas kalau di-starter ga bunyi dit..dit..dit... lagi). Bulan Mei kemarin dapat surat dari kantor, ternyata aplikasi ke kantor untuk "soft loan" pemilikan mobil disetujui. Maka setelah melalui rapat keluarga (baca: bersama Bunda seorang) dimantapkan untuk ganti mobil dan mudah-mudahan mobil baru-nya bisa "naik kelas" (maksudnya bukan ganti dengan ALL NEW untuk mobil sejenis hehehe...)


Want vs Need
Kebutuhan atau keinginan?? Pilihan klasik, bukan?? Tahun 2008 pun kami dihadapkan pada pilihan ini, akhirnya XENIA terpilih dengan killing point yaitu budget (yeah right... alasan ini jauh lebih klasik lagi...). Memang sih, akhirnya mobil dibeli via leasing juga, tapi paling tidak cicilannya masih sesuai kemampuan. Mobil tersebut memang tidak memenuhi keinginan, tapi cukup memenuhi kebutuhan (so, Need : Want = 1 : 0).

Tahun ini pendekatannya sama, bedanya faktor budget agak lebih "flexi" (tentunya dibatasi oleh besarnya pinjaman kantor).

Maka muncul berbagai pilihan, Want: CRV. City, Tucson, Captiva, dll.. Need: Veloz, Rush, Terios, Grand Livina, Ertiga, dll... Eits, jangan salah paham, pilihan diatas tidak berarti pinjaman kantor yang didapat cukup untuk semua jenis mobil diatas (terutama yang kriteria "want"). Pilihan diatas benar-benar dibuat sak penak udel e dewe (baca: semaunya).

And the Winner is...
Akhirnya beberapa weekend terakhir, kami keluar masuk beberapa dealer mobil di Balikpapan (well... sebenarnya tidak banyak, cuma Toyota, Daihatsu dan Suzuki...). Karena satu dan lain hal dealer lain tidak kami datangi.

Dari ke-3 dealer tersebut, 2 kandidat terkuat versi kami adalah: Avanza Veloz (pilihan Bunda) vs Suzuki Ertiga (pilihan saya). Beberapa hal yang jadi pertimbangan untuk kedua tipe tersebut:
1. Kapasitas 7 Orang
Kriteria ini pada akhirnya tetap kami pertahankan, agar bisa mengangkut semua bila orang tua atau saudara datang berkunjung.
2. Kapasitas Mesin max. 1.500 cc
Mobil-mobil yang muncul di kriteria "want" kebanyakan ber-CC 2.000 atau lebih. Dengan perhitungan kasar, bahwa biaya operasional mobil 2.000 cc ke atas akan 2 kali lipat atau lebih dari biaya operasional mobil kami saat ini, maka kami sepakat bahwa lebih bijak menggunakan uang yang ada untuk hal lain yang lebih bermanfaat daripada menghabiskan uang hanya untuk jadi asap mobil. Toh selama ini kami baik-baik saja menggunakan mobil 1.300 cc. Maka gugurlah mobil-mobil "gagah" diatas.
3. Suspensi
Faktor ini penting soalnya mobil yang sekarang ini memang "kelemahannya" ya soal suspensi itu...
4. Fitur Keamanan
Faktor ini jelas salah satu faktor utama yang bisa membuat "naik kelas". Fitur-fitur seperti airbag, ABS, immobilizer, dll adalah "barang mewah" buat mobil kami sekarang (maklum mobil sejuta umat..)
5. Ground Clearance
Karena beberapa waktu terakhir Balikpapan sempat dilanda banjir, maka sedan bagi kami bukan pilihan yang bijak. Maka opsi sedan harus dicoret.
Jadi kesimpulannya, walau kami sudah "cuci mata" dengan banyak pilihan mobil, ternyata kriteria kami untuk mencari mobil adalah : murah - hemat - muat banyak

Akhirnya setelah melalui browsing di internet, perundingan, negosiasi yang alot, money politics (sogokan) dan bujuk-rayu (lebay.com), tak lupa 2 kali test drive, maka disepakati pilihan jatuh pada SUZUKI ERTIGA(plok...plok...plok...). Ya, mobil baru keluaran Suzuki pabrikan dari negaranya Shahrukh Khan ini akhirnya terpilih untuk menggantikan tunggangan kami saat ini. Warnanya?? Merah lagi... Ternyata diantara sekian pilihan warna ERTIGA, warna merah tetap jadi favorit kami (sama dengan mobil yang sekarang). Mudah-mudahan bisa bawa "hoki".

Mobil ini tentu kembali memenuhi kriteria "need" bukan "want". Kendati masih ada hal-hal yang belum memuaskan (seperti tampak muka yang menurut saya biasa banget), tapi kami yakin mobil ini bisa memberikan kenyamanan baru bagi kami sekeluarga. (Need : Want = 2 : 0)

Sekarang ini mobilnya sudah di-inden, walaupun masih cukup lama antriannya (baca: Oktober), tapi ya nge-pas aja dengan waktu berakhirnya cicilan mobil yang sekarang dan mudah-mudahan datang pas hari ultah saya (amin..).

Berikut review-review di internet tentang ERTIGA dan komparasinya terhadap "juara bertahan" duet AVANZA-XENIA:
http://autobildindonesia.com/read/2012/03/07/5458/23/11/ED-231-PERANG-BESAR-DI-2012
http://www.bisnis.com/articles/suzuki-ertiga-atau-xenia-avanza
http://www.bisnis.com/articles/adu-irit-ertiga-melawan-xenia-avanza
http://oto.detik.com/read/2012/04/23/163502/1899462/1216/test-drive-suzuki-ertiga

Berikut untuk detail spesifikasi tentang ERTIGA:
http://www.suzuki.co.id/cars_prods_ertiga.htm
http://www.ertigaclubindonesia.org/

(tulisan diatas adalah opini dan sharing pribadi. nama-nama dan merk sengaja disebutkan tanpa bermaksud menjelek-jelekan melainkan murni pendapat pribadi sebagai publik yang tidak memiliki kompetensi di bidang otomotif). - JAW -

Saturday, June 16, 2012

Quality Time

Hanya mau sedikit merefleksi soal quality time,
walaupun sebenernya mungkin sampai sekarang definisi quality time tiap orang pasti berbeda2.
Well, menurut saya intinya adalah waktu yang dihabiskan bersama keluarga dan bisa ngomong hati ke hati (duileee)..

Anyway hal mengenai quality time ini muncul ketika sekarang saya kerja di tempat baru yang jam kerjanya lebih panjang (krn istirahatnya 2 jam), alhasil pulang ke rumah pun jam 6 lewat kalau pulang sendirian. Tapi kalau pulang jemput Ayah dulu, maka pulang bisa jam 6.30 - 7.00 malam..
sedih kalo mikirin bahwa waktu bersama Thania makin dikit, tapi emang gak semua orang bisa punya privilige bisa liat matahari pas pulang kerja.

Ini emang sudah jadi pilihan saya ketika memilih pekerjaan baru, saya tau dan siap dengan konsekuensinya. Kalo tetep di kantor lama, maka bisa liat matahari pas sampe rumah, tapi secara skill dan knowledge pekerjaan gak nambah .. Ibaratnya gak "naik kelas" :). Balik lagi ke yang pernah saya tulis tentang Dilema Ibu Bekerja.... buat apa ninggal anak ber jam jam kalau kita gak perform, gak nambah skill di kantor, gak memberi nilai lebih buat kita sendiri.

Cuman emang sih kadang timbul deh galaunya... kadang waktu 30 menit aja jadi berharga banget.. sehingga sempat timbul di pikiran saya yang paling jauh di ujung sana yaitu; gimana ya kalo punya 2 mobil *orangkayaceritanya*... wkwkwkwkw.. yah karena cicilan si Merah kan habis nih bulan Oktober ini, sooo... bisa dong ceritanya (nyicil lagi) mobil ke dua :D. Jadi gak usah pake acara jemput2an, tunggu-tungguan ama ayah.. Jadi kita masing2 bisa langsung pulang dan gak saling tergantung. Kalo salah satu dari kita lembur, yang satu juga gak terganggu (teringat record saya pulang jam 8.30 malam kemarennnnnNNNNaaannn.. HIKS) . Kalo tambah beli motor sih ngga bisa ya.. karna gak bisa naik motor kita berdua :p.

BUT but...... ternyata setelah waras kembali pikiran ini.. 2 mobil is out of the question, karena;
pasti boros deh BBMnya, sekarang aja sering gak kebagian Premium, si Merah minum nya Pertamax *orangkayaceritanyalagi* , belum nanti biaya servisnya, ditambah garasi rumah cuma buat 1 mobil, dan nanti klo wiken ada yang 1 nganggur aja tuh, plus... yaelah Balikpapan aja dua mobil.. and yaelah gaya banget sih 2 mobil gak penting banget... mobil tuh beban cuy bukan investasi.. pasti rugi lah. Intinya sih secara ekonomi jelas gak preferable.

Sebenernya pertimbangan lain yang gak kalah penting yang sebagai gong untuk menggugurkan ide punya 2 mobil ini ternyata juga kembali ke masalah quality time.. yaitu quality time saya dan ayah ketika berangkat pergi dan pulang kerja. Semenjak pacaran dan masih kerja di Jakarta kita sering berangkat bareng (read: ayah = masih status pacar yang nyetir mobil, saya bobo :D) dan pulang bareng juga.. dan di saat itulah bisa ngobrol macem -macem. Sekarang pun setelah berkeluarga, berdua bekerja dan kadang di rumah gak sempet ngobrol banyak, ternyata waktu pp di mobil itu menjadi sangat valuable dan memang efektif.. We can talk about anything and everything.. dan ternyata walau kadang suka kesel nungguin yang satu lelet gak pulang-pulang, tapi tetep aja lumayan lah waktu komunikasi selama perjalanan pp itu.. Dan juga kalau memang dari awal udah tau salah satu bakalan lembur lama, pasti salah satu dari kita akhirnya cari tebengan, naik ojek, angkot or taksi.. So sebenernya gak musti emang punya 2 mobil, masih ada alat transport lain toh. Nanti pun kalo Thania sekolah mau kita ikutin mobil jemputan aja kek nya.. jadi gak perlu mobil khusus antar jemput anak juga.

Emang sih waktu dengan Thania ter-compromise sedikit kalau salah satu dari kita ada yang agak lelet pulangnya, tapi paling 30 menit.. dan menurut ayah, dia pun udah terbiasa dan terbentuk seperti itu sih. sorry princess ;( . Jadi seharusnya no problem lah ya.. ini juga sebenernya sedikit "memaksa" kita untuk lebih wise lagi time management di kantor, jadi bisa pulang tenggo setiap hari berdua2an.. bisa curhat2an , bisa ngomongin kerjaan, planning keluarga kedepan, ngomongin Thania, keluarga, anything and everything, ngegosipin macem2, ngomongin bos dan coworker dll.. :)

jadi ternyata ya pilihan kita tetep 1 mobil aja yang kita butuhkan yang berarti tetap ada quality time with ayah :).



Saturday, June 2, 2012

Being Parents (galau edition...)

Ini emang lagi galau gak jelas....
Gara2 sambil nonton stand up comedy Kompas TV dengan tema "galau" ya udah deh nulis kegalauan saya hari ini...
Apalagi kalau bukan karena Thania,
Pagi ini sempet jadi Tiger Mom gegara kenapa ya Thania itu tiap weekend susah banget makannya.. Manja banget gak jelas...

Sedangkan kalo weekdays menurut si mbak, semua makanannya habis. Makannya pinter, duduk karpet, kursi, dan bener2 makan diem gak nakal.., gak pake lari2, gak pake TV dan gak pake ngelepeh.

Tapi whyyyy oooh whyyyy.... kalau weekend, dengan makanan yang sama (kan setiap hari saya yang bikin sama aja pan..), dia hanya makan 5 sendok trus langsung merengek-rengek minta udahan.. PLUSSSS.... makanannya dilepeh aja.. langsung deh esmosi jiwa naik ke ubun2.

Emang ya ujian kesabaran orang tua itu susaaaah bgt kadang2..
Sampe deh tadi pagi habis aja kesabaran saya. Akhirnya saya marahin dan saya suruh aja duduk dia gak boleh main . Dianya sih tetep duduk sambil merengek-rengek dan nangis tak henti. Dia nya gak berdiri karena dia kan jijik-an, jadi dia jijik sendiri sama nasi yg dia lepeh :(, mang enak :p

Akhirnya ada setengah jam saya cuekin sambil dia nangis, merengek, de el el...
walopun akhirnya gak tahan juga liat mukanya penuh air mata dan ingus, plus tampang mengiba... saya gendong deh sebentar, baru nyobain deh nyuapin lagi.. dan ngerengek lagi.. arrrrrghhh...

Dah sejam begitu, finally I gave up.. Saya mandi, dan minta tolong mbak nya nyuapin..
Siang dan sore akhirnya tetep mbak nya deh nyuapin :(

hiks.. tetep sampai saat ini saya belum nemuin jawaban kenapa dia kaya gitu tiap makan klo weekend.

Ada juga temen saya yang cerita kalo anaknya pun begitu, gak mau makan kalau ada emaknya disekitarnya.. jadi kudu ngumpet dulu deh emaknya..

Ini kok kaya waktu dulu Thania belajar minum ASIP pake sendok, saya harus ngumpet dulu, kalo ngga ngumpet pasti dia minta nenen deh.. naaah kok sampe sekarang kok masih liat saya bawaannya nenen mulu yaaaa :(.. woooi wooooi... muka gue kaya nenen ya klo diliat Thania :D

Merasa bersalah sih knp tadi sampe marah.. tapi ya emang kan saya hanya emak-emak biasa.. pengennya dia bersikap sama aja, tp rupanya kolokan ekstranya butuh ekstra kesabaran, dan si Tiger Mom musti belajar lebih banyak...


ini foto malemnya pas ke Hero :) Thania udah so sweet lagi gak nangis.. emake ngumpet aja deh

Monday, May 21, 2012

Makassar Weekend Getaway May 2012



Finally, menjejakkan kaki lagi di Makassar… 6 tahun lalu pernah juga dinas ke Makassar waktu masih di kantor lama. But, for my Hubby this is his first time J

Sebenarnya trip ke Makassar ini dua tahun lalu udah pernah kita rencanakan juga, tapi ternyata pada waktu itu saya hamil… jadilah batal, karena takut kecapean hamil muda yg sangat dinanti nanti gitu loh J

Dan, untuk tahun ini, planning nya pun dadakan banget…sebenernya memasuki bulan Mei , pas kita liat kalender kan emang ada harpitnas tuh.. tapi saya belum tau sebagai anak baru berlaku ga harpitnas itu.. So, saat si bos bilang harpitnas alias cuti bersama bisa saya ambil.. langsung deh ayah ngompo2rin terus buat weekend getaway.

Tadinya saya agak reluctanttuh.. biasa… sayang duitnya bok; namun, setelah mengamati kalender juni – juli yang boring abeeees… ya udah deh kami putuskan jadi ke Makassar.. Ditambah ayah kayanya lagi butuh refreshing juga *saya juga seeeh*

So… mulai hunting tiket pesawat. Kami akhirnya naik Garuda berangkatnya dan Lion pulangnya.. dengan dasar pertimbangan jam departure yang paling pas.. kalo soal harga hampir mirip2 aja.

Terus mulailah bowsing hotel, dan mulai rada naksir sama H. Pantai Gapura yang pas di pinggir laut. Cari2 info soal hotel, terutama kalo emang pas pinggir laut, aman gak buat Thania... Hmmmm kayanya aman aja. Akhirnya kita cari info lebih dalam dari internet (yeahhh trip advisor off course). Ada beberapa pilihan sih seperti Sahid, Aryadutta dan Santika, selain P, Gapura. Yang penting buat saya ada kolam renangnya aja sih. Biar bisa renang2 dikit nantinya.

Cari cari, trus telpon ke travel di BTC yang bisa kasi harga oke buat hotel. Pas kita telpon kesana waktu itu H- 2 minggu.. dan harga cottage di H. P. Gapura yang cottage Ocean View per nite nya masih 840 rb/ mlm.. hmmm aga berat di kantong, tapi pertimbangannya adalah kalo cuma nginep di hotel biasa, gak dapet deh feelnya.. Cuma liat tembok…sama aja deh kaya di Balikpapan.

Tanya juga harga hotel lain ya kurang lebih aja sih… kisaran 600-800 rb/ nite. Cuman, karena setelah itu kami sekeluarga sakit, kami blm nge-deal hotel.. dan trip terancam batal lagi. Puji Tuhan kami udah baikan pas hari senin, jadinya pas H-2 kami ke travel di BTC dan eng ing eng…. Harganya udah 920 rb aja bo’…. Setelah pikir2 mendalam akhirnya kami putuskan tetep ambil *bongkar celengan*… tapi oh tapi… teryata yang Ocean View pas di confirm lagi udah abis.. jadinya tinggal cottage tp bukan ocean view, dgn harga 850 rb/ nite… yo wiss kami ambil.. dan syukurnya ternyata jadinya kami tetep dapet kok ocean viewnya.. emang aga nyamping dan campur dengan harbor view, tapi tetep bagus aja kok J

Karena ini trip liburan semi dadakan.. kita gak punya itinerary macem2.. cuman trans studio aja dan leha2 di cottage.. dan tentu aja wisata kuliner dikittt… tergantung mood anak coy.

Soal makan Thania pun gak serempong dulu.. karena Thania dah bisa nasi lemes dan berbagai lauk pauk…jadi rada santai.. packing pun cuman bener2 malam sebelum keberangkatan aja.

Tapi emang yang namanya liburan si bocah jadi rada manja karena mumpung dapet perhatian full dari ayah bundanya.. jadilah dia yang biasanya dah pinter duduk makannya.. mendadak minta gendong lagi.. hua huaaaa…. *Nangis deh bundanya*… untung tetep bawa jarik … Dan bisa ditebak makanan beli kadang kurang cocok ama lidah Thania, jadilah makannya gak terlalu banyak. Pupup nya pun gak teratur LGapapalah ntar di rumah makan biasa lag ya naaak .. hiks hiks…

Soal Hotelnya, pertama masuk agak2 spooky karena gelap dan spt kurang terawat.. tapi ternyata setelah area gelap tadi masuk ke taman nuansa Bali dan reception / lobbynya baru keliatan.. Baru deh keliatan juga cottage2 mungil dan restoran Phinisi (bentuknya kaya kapal).

Malam pertama kita jalan2 singkat di sepanjang pantai Losari dan beli pisang epe.. kaya pisang bakar tapi trus digepengin gitu deh.. dikasi gula merah, lumayan enak. Makan malam room service aja krn Thania dah ngantuk, pesan kepiting dan cumi.. rasanya lumayan tapi ya masih enak yang di Balikpapan :p

So far bagus2 aja kamar *cuman parkitnya dah lama berdecit2 dan kadang licin* dan kalo pemandangannya sih oke yaah.... cuman terus terang ya sarapannya itu bener2 gak enak.. nasinya keras dan buburnya sangit. So rencana kita breakfast hari kedua di hotel mau cari makan di pinggir pantal losari aja deh.

Jadi sesuai itinerary dadakan; kita ke Trans Studio… dan ehm.. emang ya mall nya bagus serasa di Grand Indonesia aja… mirip2 konsepnya.. terus terang Trans Studio Mall (TSM) ini yang terbesar dan terbagus deh di kawasan Indonesia Timur.. dannnn ada Metro Dept Store… cihuuuiii… mata langsung jelalatan.. xixixixix.. semoga ukuran bajunya gak ada yang pas.. *berdoa dalam hati sambil kekep dompet*
emang dasar wong kampung ga pernah liat mall gede yak :p

Anyway seperti kata orang2 Trans Studio kaya dufan kecil dan indoor aja.. cuman ya itu rada mahal ya.. 100rb/ orang termasuk Thania juga bayar.. terasa mahal karena kita cuma naik; kereta api, ferris wheel sama merry go round aja.. rugiiiii… hehehehe.. tapi ya namanya bawa toddler gitu.. dan kan emang cuman mau liat2 aja. Ntar klo Thania dah SD bakal balik lagi deh J

Tapi menurut saya pribadi siih… krn saya orangnya gak hobi ke dufan juga waktu kecil.. saya lebih suka waktu di Secret Zoo Batu.. karena pemandangannya bagus.. dan saya lebih suka yang lebih edukatif kali ya.. cieecieee.. . Ntar kalo Thania TK bakal ke Batu lagi :p

Jam 11-15 kita di TSM dan akhirnya pulang krn Thania ngantuk.. hari besok kayanya bakal balik lagi neh.. *blm sempet nyobain baju tadi* wakakaka

Malam kedua kita makan malam nyobain mie titi.. naik becak vv dari hotel ke tempat jualan mie titi nya. Thania liatin abang2 becaknya melulu, kagum kali dia, maklum baru pertama kali nge-becak.. heheheh .

Hari besoknya kita bangun pagi untuk jalan2 di seputar Pantai Losari terus cari makan dekat situ *niat deh ga breakfast di hotel*. Thania pun kita beliin bubur ayam di warung, daaan…. Kita beliin juga dia bubur pinggir jalan … weks… setelah selesai nyuapin baru nyadar, o em ji…. Anak gw makan bubur pinggir jalan ya bok….Syukurnya ga mencri atau apapun.. J

Selesai sarapan lanjut makan lagi Coto Makassar Nusantara yang emang enak banget rasanya. Trus mampir sebentar di Fort Rotterdam, setelah itu balik ke Hotel. Siangnya rencana nge-Mall terpaksa dibatalin krn anak rewel.. mungkin krn kecapean jalan di P. Losari dan Fort Rotterdam L. Ya udah deh baru malam keluar cari seafood. Malam itu , makan di resto Dinar dan nyobain ikan Kudu yang wueeenaak bgt.. ikannya aneh gitu bentuknya persegi tapi dagingnya enaaaak tenan.

Yah begitulah liburan dengan toddler yang mulai manja, tanpa itinerary, gak terlalu banyak yang dikunjungin, ga terlalu puas wisata kulinernya , tapi berat badan saya naik.. wakaka..

Lain kali pasti balik lagi. Ameeeen…

Tuesday, May 15, 2012

Inspirasi buku hari ini.... mimpi sukses :)



Ceritanya sekarang ini saya sedang membaca buku biografinya Merry Riana - Mimpi Sejuta Dollar..
Belom selesai sih, baru setengahnya aja, tapi more or less dah bisa nangkep garis besarnya..

Gini nih emang setelah jadi emak emak susah banget rasanya cari waktu untuk bisa ngabisin satu buku. Banyak banget heh utang baca buku nya :(

Jadi inti cerita biografinya itu adalah gimana Merry Riana, dari seorang mahasiswi yang bisa dibilang sangat pas pasan (kuliah di Singapore krn kerusuhan Mei, ngutang bank buat kuliah, sampe tiap hari makan indomi dan 2 lembar roti aja) sampe akhirnya bisa sukses di usia sebelum 30. 

Yang saya tangkap dari yang saya baca so far adalah gimana kadang circumstances yang bikin kita kepepet dan bener2 terpuruk, justru membawa inner strength yang tak terbayangkan ... yang akan berujung kesuksesan kalo kita bisa kerja keras, penuh semangat dan tak kenal lelah.
Saat Merry bener2 dalam kondisi bener2 kepepet , dia rela kerja apa aja, mengesampikan semua ego dan rasa malu, yang akhirnya melatihnya jadi tahan banting dan punya tekad yang sangat kuat untuk sukses.. keluar dari kemiskinan.

Nah intinya buat saya sendiri... saya belum pernah sih berada dalam kondisi yang se-kepepet itu.. apakah itu berarti semua potensi atau potensi terpendam saya belum keluar ya? ceileeee....
masa saya harus kepepet dulu ya biar bisa sukses besar? :D

Pengennya sih punya spirit dan energy yang besar juga walopun tanpa kepepet - kepepet amat :D..
Apalagi sekarang ini nih... kerja keras dan manajemen waktu dalam bekerja bener2 diuji..
waktu kerja bener2 terbatas dengan kerjaan yang banyak..
terussss masih anak baru, masih banyak penyesuaian.., *sigh sigh*
tapi say no to lembur lah ...wong gak lembur aja 11 / 12 jam pisah dari anak kok.
Emang pe- er besar saya masalah time management ini .

Kalo saya berhasil nyelesaiin semua kerjaan pake lembur, itu bukan prestasi buat saya, karena ya jelas aja selesai wong nambah jam kerja... lagian masa mau ngorbanin family time sejauh itu.
*alesan.. padahal kalo dah kerja 10 jam otak mampet pet.. hehe*
Prestasi adalah : dengan kerja keras, pas jam kerja, dengan time management yang baik, working smart, semua bisa selesai dengan baik dengan lembur minimal. Yes minimal or none at all.
Yes I can ! Harus bisa lah.. Merry Riana aja bisa , apalagi saya yang targetnya so far gak nyampe 1 juta dollar :D, masih coward kalo mimpinya sampe 1 jt dollar hihihihi...
*yes ini emang motivasi buat diri sendiri*

Mungkin dah banyak motivator yang sering nulis dan sering ngomong kata2 motivasi spt yang ada di buku nya Merry Riana, tapi kadang kita emang butuh diingatkan terus menerus. Dan buku ini karena dia perempuan.. I can relate more lah.

Trus satu hal lagi yang menarik dari biografinya, adalah gimana mamanya Merry Riana orang yang sangat religius, yang dalam situasi sangat sulit pun selalu berserah sama Tuhan, dengan keyakinan yang teguh bahwa semua indah pada waktunya..

Wah saya pengen banget bisa jadi ibu seperti itu, agar nanti anak ku juga, dalam situasi apapun selalu mengandalkan Tuhan, selalu believe dan memiliki iman yang teguh. Pengen sih dikenang sebagai ibu seperti itu, bukan diingat sebagai ibu karir yang sukses.. tapi bener2 ibu yang selalu menyemangati dan mendoakan anaknya.. dan bisa menghasilkan anak yang berhasil.. Luar biasa mamanya ini.. gak bosen2 nyemangatin anaknya :)

Ini bener2 ngingetin saya, gimana dengan semua kesibukan di kantor baru,
sebagai ibu yang baru juga..
suka lupa bener2 menyediakan waktu yang khusus dan spesial untuk berkomunikasi dengan Tuhan, gak sekedar berdoa karena kewajiban...
tapi untuk bener2 bersekutu, untuk bener2 berserah lagi... yah seperti jaman2 dulu :)
jangan sampai inget Tuhan dan bersekutu bener2 pas lagi susah aja.

Tambahan lagi, Merry juga dibesarkan di keluarga yang harmonis..
itulah pentingnya faktor keluarga juga membentuk dan menempa seseorang menjadi pribadi yang tangguh.
Jangan sepelekan didikan yang di rumah.. karena nanti kemanapun anak kita akan pergi, hal itu akan tertanam kuat.

Kalo emang sukses butuh dua faktor seperti di buku; yaitu faktor kepepet dan dukungan ...
kalo Merry Riana kepepet pas kuliah, tapi dukungan/ nilai2 moral yang ditanamkan orang tuanya bisa membentuk pribadinya jadi tangguh gitu,
maka saya pun... punya dukungan dari keluarga pastinya.. dan yah kepepet ama jam kantor.. so saya pasti bisa khan... hehehehe


Oh well terusin dulu deh baca bukunya, mudah2an bisa selesai malam ini.. cari inspirasi2 lain :)
*mumpung si kecil dah bobo*


gambar dari sini

Monday, May 7, 2012

Being Parents Part 2 (Fever Edition)




Fiuuuhh...
Lega banget rasanya karena suhu badan Thania akhirnya normal lagi sore ini.
Yeps, setelah 48 jam lebih Thania demam, akhirnya sore ini dia udah adem lagi, dan udah mulai ngoceh2 lagi.

Emang ya ternyata being parents itu rasanya nano nano banget... pas anak lagi sehat dan pecicilan gak ketulungan, kadang suka ngebatin.. mbok ya diem sini lho sebentar, duduk aja sini kenapa sih.. tapi pas kemaren dia sakit dan lemes banget.. cuman tiduran doang.. ya ampuuuun sediiih dan ngenes banget rasanya ngeliat dia kaya gitu..

Thania emang termasuk anak yang syukurnya aga jarang lah demam gitu.. terakhir pas dia 11 bulan, itu pun suhu badan gak sampe 38 C lah.. cuma anget2 biasa yang dalam 2 hari membaik. Trus... sebelnya nih kemaren saya sempet mbatin, dalam hati paling dalam... dah lama ya Thania gak sakit.. hebat euy.. sempet emang timbul seperti rasa bangga gitu kali ya punya anak yg sehat.. dan.. emang kalo saya tuh suka gitu.. gak boleh sombong, sesumbar2 dalam hati dan gak boleh mbatin mbatin lah.. soalnya dah sering banget akhirnya kejadian deh.
Suer kayanya saya kadang rada punya sixth sense deh, kalo mbatin langsung kejadian... buahahahaha.. plis deh lain kali gak usah mbatin ya @_@

Dan bener kan... akhirnya kejadian Thania demam untuk pertama kali, dan sukses bikin gw sedih.. hiks..

Emang sih saya udah banyak baca sana sini, terutama dari buku nya dr Wati. QA Smart Parents for Healthy Children, kalo anak demam.. pokoke dont panic, dan pertama kali lakukan home treatment dulu.. observasi apa memang sudah dikategorikan demam atau cuman anget-anget gitu. Tapi prakteknya ya gak segampang itu bok.

Ceritanya Sabtu ini sudah saya nanti2 kan setelah lelah bekerja di kantor selama seminggu.. mau nya tuh pokoke having fun abis sama Thania dan Ayah.. seperti minggu kemarennya kita berenang and had such fun :), tapi ternyata yg kita lupa.. Thania is still a kid, gak boleh kecapean, dan rupanya dia masih kecapean hasil berenang minggu kemaren, dan disambung dengan shopping sampe malem (yeah.. my bad ini mah), trus juga hujan melulu 3 hari berturut2... plus pas jumat malem lagi2 kita ajak dia keluar malem padahal anaknya dah super ngantuk (my bad agaiiiiin...).. akhirnya sukses hari Sabtu abis sarapan dia bobo pagi dan bangun bobo pagi suhu nya langsung 38 C.. hiks..
Sejak itu langsung naik terus suhunya, dan pas udah lebih dari 38.5 C akhirnya saya kasi Tempra. Sesuai yang saya baca bahwa parcet hanya diberikan kalo suhu dah diatas 38.5 C. Kurang dari itu jangan dikasi obat karena sebenernya panas itu kan mekanisme tubuh melawan kuman2.

Sabtu sore dikasi parcet langsung keringetan dan turun suhunya.. fiuh.. Thania pun mulai main2 lagi.. tapi oh lala.. pas maghrib naik lagi suhunya, dan malam pun tambah panas sampe 38 - 39 C. Sukses lah malam minggu gak tidur dan nenenin sepanjang malam. Sampe lecet2 deh aset gue.. :(
Sumpah hari minggu pagi rasanya capeek banget.. dan akhirnya saya pun ikutan meriang plus batuk :(

Minggu siang sempet sesaat suhunya jadi 40 C (yeah tiap sejam dua jam saya ukur suhu Thania pake termo digital, bukan krn keparnoaan tp emang kan harus dipantau terus). Dan sempet goyah juga sih prinsip kita yang kalo gak perlu2 banget ke dokter, gak usah ke dokter, kita mencoba home treatment dulu.. karena "once her temperature is over   40 degrees we have to take her to the doctor". Tapi ternyata setelah digantiin bajunya suhunya turun lagi ke 39 C, sehingga kita urungkan niat ke dokternya, lagian kalo hari minggu mana ada dokter anak, kalo dokter umum ya paling sama aja obatnya parcet. Malah ntar kalo dikasi obat macem macem males deh gue...

Jadinya kita terapkan lagi deh home treatmentnya, rendam air anget aga lama pas mandi, banyakin minum, makan yang kuah2, nenen on demand, gendong dll yang bikin dia nyaman.. sempet muntah beberapa kali tapi tetep kita kasi makan dan minum sedikit2 tapi sering.. Puncaknya minggu sore pup banyak banget... hehehe.. cuman ntah kenapa pas dia dah berhasil pup, I have a feeling she's gonna get better. At least pencernaan dah mulai jalan :)

Minggu malem bobo cepet jam 8 dan pules, dan sempet beberapa kali nenen sampe jam 12 malem, tp habis itu pules smp pagi. Senin pagi suhu masih 38 C, mandi berendam, aga turun suhunya dan akhirnya sore udah adem :)

Well emang yang bikin pusiang kepalo adalah kadang bukan karena sakitnya dia aja.. tapi saya juga mikirin... alamak.. saya anak baru di kantor.. apa pula ini kalo harus ijin2 anak sakit :(. Untungnya punya hubby super duper pengertian, akhirnya dia yg cuti hari senin. Saya juga sih akhirnya cuti 1/2 hari aja pas siang.
Sempet dapet pandangan gimana gitu di kantor... heh suami lo cuti jagain anak, tapi loe masuk? heloooow... cuti dia masih ada bok, sedangkan gue?? ...

Dan itukan intinya berumah tangga juga toh.. kita partners, kita saling back up. Bukan, wah anak sakit urusan ibunya tuh... helllowwww... bikin pun bareng, kalo dia lagi lucu pun kita seneng bareng.. kalo dia sakit.. kita kerjasama dong bikin dia sehat lagi. Emang gak semua suami kaya gitu.. tapi ini kan eranya para fathers juga nih.. sempet baca bahwa kebanykan generasi kita kehilangan sosok ayah yang hangat dan dekat krn ayah sibuk bekerja dan gak pernah turun tangan langsung urusan anak.. Nah semoga untuk Thania gak akan keilangan sosok ayah dalam hidupnya.. Ayah pun concern banget pas Thania sakit.
I am lucky to have ayah Thania as partner :)

Pokoke hubby kooperatif banget, setidaknya pas saya kerjannya nenenin aja, hubby yang siapin air putih Thania, siapin baju ganti dan malem2 bikinin Milo buat tambahin stamina saya.. hehehe.. dan emang yang paling Te O pe.. mau cuti dan jagain Thania pas saya ke kantor.. hehehe, dan hubby juga akhirnya baca buku dr Wati, jadi kita punya pemahaman yang sama soal pengobatan demam.

Initinya begini :
- Kalo demam kurang dari 38,5 C jangan buru2 dikasi obat dulu, intinya banyakin cairan, rendam/ mandi air anget buat nurunin suhu.. banyakin ASI coz its the best.
-Kalo dah lebih dari 38.5 kasi parcet sesuai dosis, banyakin cairan, tetep asi, makan sedikit2 sering, rendem air anget
-kalo dah demam lebih dari 72 jam dan belum turun2 segera hub dokter.
- Hubungi dokter juga kalo suhu lebih dari 40 C (untuk anak diatas 6 bln) anak lemes banget, sesak, dehidrasi dan tidak mau minum, rewel terus, tidur terus susah dibngunin, muntah dan diare terus, dan kejang.

Jadi prinsip kita buat Thania kemarin mudah2an udah bener, dengan gitu daya tahan tubuhnya bisa bekerja dgn baik.. emang sih sempet dapet tanggapan dari para eyang dan teman, kok ga dibawa ke dokter?
Kita bukan anti dokter (walopun anaknya masih trauma dokter neeh) tp kita cuman pengen penanganan yang terbaik aja. Dan pasti kalo emang ada indikasinya Thania pst kita bawa ke dokter kok.
Malam ini mudah2an Thania makin sehat ya... Bunda juga abis dikerokin si mbak jadi agak entengan nih badan.


Thank God