Family 3

Family 3
Just The Four of Us

Sunday, August 18, 2013

Ganti nanny :(

Well ini adalah ending dari kisah nanny season 2 (read nanny yang ke dua). Endingnya sebenernya udah bisa ditebak.. nanny's are not forever.. No matter how kind you are, how fair you are (taking your nanny vacation to Bali) ... if your nanny is still "gadis" and quite cute then.. not long that she will decide to get married :D
That is a nanny's destiny .

Nah nanny Thania ini yang udah ngasuh Thania dari sejak bayi pun akhirnya resign.. hiks2.. setelah 3 tahun bareng2 dalam satu rumah.. terus terang segala daya upaya sudah dikerahkan untuk mencoba menahan si mbak.. Namun, kita tau bahwa setiap orang punya cita2 masing2 dan nanny pun punya mimpi dan cita2nya sendiri.. dimana cita2nya adalah nikah sama yang sekampung.. well ya sudah kita pun merelakan dengan berat hati..

Sebenernya dari sejak saya kecil, keluarga kami selalu memiliki ART untuk meringankan tugas mama saya, dan sudah sejak dulu yang namanya ART selalu datang dan pergi.. Perginya biasanya ya buat married itu lah. Jadi dari dulu memang mind set saya adalah.. walaupun kita baik sama ART atau nanny.. saya ngga mau terlalu dekat banget karena toh nanti mereka akan pergi.

Tapi ternyata lain ceritanya karena sekarang saya udah punya anak.. dan saya kerja.. otomatis si anak lebih banyak waktu sama si mbak kalau hari kerja. Dan kedekatan itu pasti terbangun...
Dan ketika si mbak ini pergi, saya merasa sedih banget.. "on behalf of Thania" artinya bok.. saya ngga tega banget pas ngelihat perpisahan mereka.. Rasanya kaya jahat banget saya.. ngasi seorang teman buat anak tapi ngga bisa mempertahankan kedekatan itu.

Namanya juga udah ngasuh dari bayi, ngasi asip dulu, gendong jarik, ngelonin dan nyuapin pas saya ngga ada. Ngajak main dan ngajarin Thania macem2 juga.
Pasti Thania kehilangan banget.. walopun dia belum ngerti banget sekarang.
Pernah suatu hari dia ngeliat bayangan mbak baru di ruang makan trus dia manggil nama si mbak lama dan lari ke ruang makan.. trus di tengah2 dia berhenti dan bilang.. oh rupanya bukan ya.. trus ketawa..
hehehehe.. ngenes juga liatnya.. kasian.. dia kangen.

Sekarang pun masih kadang nanyain dan simply saya jawab si mbak pulang kampung. titik.
Sengaja gak memperpanjang penjelasan kalau ngga dibutuhkan agar ngga terlalu kangen.
Emang sih dari beberapa bulan sebelum hari H pulkam kita dah bilangin pelan2 bahwa si mbak mau pulang kampung dan nanti Thania sama mbak baru yang baik juga.

Dengan ganti nanny gini lagi2 dihadapkan dilema soal masukin sekolah usia dini.. karena dulu nanny lama dirasa udah cukup buat ngjarin macem2.. mewarnai, nyanyi, main2 segala macem..
nah yang baru kan belum proven.. so masih ada kekhawatiran sedikit soal stimulasinya thania.

Yah eniwei.. sekarang sih syukurin aja dulu kalo udah dapet mbak baru yang baru gress..
semoga bisa cocok juga. Yang lain2 akan dipikirin sambil jalan nanti.

Dan semoga kita sebagai tuan rumah bisa lebih baik lagi dari sebelum2nya ..
amiiiiin...

Saturday, July 20, 2013

Chased by a Bull

Sometimes its hard to keep one's sanity when faced with everlasting deadlines..
well this is just my scribbles on how busy I've been in my work for the past months.
Maybe everybody's experiencing the same thing or even maybe even experiencing worse than me.

Actually, I really enjoy my work.. but some times when there's just too much to handle, my mind just can't take it..
A colleague once told me that he was always looking for opportunities to get mutations to other Dept, coz he was just fed up with the pressure  and the workload . Back then I thought.. is it really that bad? or was he just bored being in the same position for more than 5 years.
Well for the past few months, I did get a taste of the workload.. It slapped me hard in the face. Part of me sometimes kinda blames this workload for the misscarriage that happened.. Although no proof whatsoever.. I guess I just needed something to blame.

Well the boiling point was right before my so called "escape" after I had my misscarriage.
I decided to go to Bandung for a litte vacation. But before going there I had to finish all my deadlines.. and it was chaos..
Apart from still feeling kinda down from my misscarriage I had to really focus on finishing some task..
That left me making some silly mistakes on my work which I have not done before.. such as faxing a letter that have not been signed yet.. Luckily it can  mediated pretty quick..

Then the next freaky thing was that I dreamt I was working then suddenly I was chased by a Bull.. yups A Big Bad Bull... that never happened before .. LOL
eventually I was able to ride the bull in my dream.. yes supposed I have already tamed it.. haha

The dream happened after the vacation to Bandung, but right before I had to go on a business trip to Jakarta. The period between was also chaotic :(
Another thing that really makes me a bit gloomy in work was also some work related discrimination  that happened during the period, in which sometimes we are not given the same opportunity with other colleages when we know we can do it equally. We work just as hard, and just as professional, but yeah.. discrimination and unequal opportunities happen once in a while which is enough to take my mood down.

These things that sometimes gives me the boost to update my CV.. hahahaha..
But not this year I guess :)

Back to the dream...
Gosh I really hate it when I have a work related dream.. well it shows in my subconcious mind that, its the thing I was unconciously thinking before bedtime.. It gives me guilty feeling that evan in my 24 hours of daily live.. my work takes a massive portion of it :(.
I do wish I dreamt of like cooking or playing with my daughter.. which in real life lacking :(

Another senior colleage also once told me.. that when working, and faced with obstacles.. never take it to your heart.. because things like this.. Being chased by deadlines, get told off by you boss, and having work related dissapointment.. always happen once in a while.. And we need to keep our sanity..
Moreover being a woman.. being a mother we have many other things to worry about, we have other Bulls in live other that the work Bull .

Luckily the work load finally settles a bit .. coz its the fasting month, and I guess the Bull is also slowing down.
Will have Eid holiday soon, and hopefully this time I can really get a real breather from the work.
All of the workload and the recovery period after misscarriage made me less and less in the kitchen.. I dont cook everyday like I used to..
well I am just counting down the days where my nanny who can cook will stay with us.
After Eid, she will get married and I will be "cook less" .
So right now I am just enjoying the privilidge while it last.


Wednesday, June 26, 2013

People grieve in a different way


Orang tua bilang.. semakin tambah usia maka semakin banyak makan asam garam kehidupan ini.. semakin banyak pengalaman yang memperkaya hidup, pengalaman sedih, susah, senang semua akan membuat kita semakin bijaksana...

Mungkin hal ini benar dalam kejadian yang menimpaku baru-baru ini..

Aku merasa lebih siap dan lebih pasrah menghadapi cobaan hidup yang datang.. Hmm benarkah itu?

Sebenarnya kadang aku juga merasa heran dengan diri sendiri.. kenapa kali ini sepertinya aku jauh lebih tenang dari sebelumnya. Bahkan kadang menyalahkan perasaan tenang itu.. salah nggak sih merasa begini? Aku memang sedih.. itu pasti.. tapi tidak seperti yang dulu.

Jadi .. ceritanya pertengahan Mei lalu, setelah pulang dari Bali (suit suit.. pret.. :D ) ,
aku positif hamil.. wow luar biasa rasanya.. surprised banget..
memang kami merencanakan untuk menambah momongan ketika Thania sudah nanti sekitar 3 th. Namun, kami tidak terlalu berharap bahwa setelah melepas alat kontrasepsi begitu cepat hasilnya.. :D  Magic .. hahahaha

Kami bahagia.. aku pun bahagia, walaupun jauh di lubuk hati, setelah pengalaman ku blighted ovum 1x dan still birth 1 x, aku sedikit membentengi diri dari perasaan yang terlalu attached dengan janin yang bertumbuh di tubuhku.. setidaknya sampai trimester kedua lah.. dimana kemungkinan survive lebih tinggi..

Bahkan saat hamil Thania dulu aku pun tidak bisa tenang.. gimana tidak karena kakaknya Gaby pun meninggal ketika sudah 9 bulan dalam kandungan.. Jadi kadang kusimpulkan dengan bercanda di hati.. aku ini termasuk yang gampang positif  (padahal rajin juga lho usahanya, hehehehe) tapi susah ketika melewati kehamilannya..

Mungkin seharusnya hal itu tidak kubatin dalam hati..

Karena akhirnya kejadian lagi di kehamilan yang ke-empat ini..

Di awal Juni setelah kehamilan sekitar 7 minggu (hitungan kalender) aku flek dan harus bedrest di rumah selama 8 hari. Dokter sempat mendiagnosa blighted ovum lagi karena diusia 7 minggu belum keliatan janinnya melainkan hanya kantong saja yang ukurannya pun lebih kecil dari seharusnya. Fleknya sedikit dan hanya berlangsung 3 hari setelah itu stop. Memang di kehamilan ini awalnya aku nggak terlalu mual, tp kuyakinkan diri kalau itu hanya lah reaksi yang berbeda-beda di tiap kehamilan.. tidak semua orang mual saat hamil.

Anehnya ketika akhirnya flek berhenti dan aku minum obat penguat rahim aku mulai mual2 yang lumayan hebat.. disitu aku malah senang.. karena mual berarti kehamilanku masih baik2 aja.  Seminggu kemudian cek up lagi dan kami sungguh berbahagia karena dokter sudah menemukan janin dalam kantongku.. dan di USG tampak berkedip2 seperti detak jantung di dalam janin tersebut.. Dari USG dinyatakan usia janin 7 minggu (kalau hitungan kalender 7 minggu).

Akhirnya aku kembali masuk kerja dan menjalani kehamilan dengan biasa.. aku mencoba makan sehat, rajin minum obat dan vitamin. Sampai akhirnya akhir Juni kembali memeriksakan diri ke dokter. Saat itu mual-mualku sudah berkurang dan kupikir aku hanya beruntung bahwa tidak terlalu lama mengalami mual muntah.

Ternyata kami sangat terkejut ketika dengan USG transvaginal dokter menyatakan bahwa baby kami sudah meninggal.. jadi dari USG terlihat bahwa tidak ada aliran darah ke baby dan pada jaringannya sudah terjadi pembengkakan.

Dokter pun menyarankan untuk segera kuret agar tidak terjadi infeksi dan komplikasi yang lebih parah.

Saat itu saya hanya pasrah.. walopun sempat juga kepikiran tender plan yang urgent beserta semua pending inquiry L

 

Akhirnya siang itu juga saya masuk RS dan sorenya langsung dikuret.. Pikiran sempat blank.. ngga ada rasa sedih yang berlebihan atau pertanyaan dan denial seperti yang dulu..  Aku agak bingung juga kenapa rasanya blank gini.. Aneh? Dont I love this baby?

Memang sejujurnya ketika mengetahui soal flek yang pertama kali, aku sudah seperti membentengi diri, agar tidak terlalu attached.. agar tidak terulang trauma yang dulu. Kupikir bila aku belum terlalu attached maka bila terjadi sesuatu aku ngga akan terlalu down juga. Jadi kujalani semuanya dengan lebih santai.

Di satu sisi hal ini membuatku juga bingung.. seolah2 hanya sedikit kesedihan dalam hati.. seolah2 hal ini tidak seberarti yang dulu.. apakah ini memang suatu bentuk kepasrahan? Atau ini justru karena perasaanku telah tumpul?

Anyway hal yang pernah kubaca mengenai proses grieving setelah kehilangan bayi kurang lebih seperti ini :

Hal-hal dibawah ini pun aku rasakan..

  1. Syok dan Penyangkalan

Kaget dan syok ketika pertama kali diberi tahu oleh dokter, kemudian diikuti rasa tidak percaya kenapa hal seperti ini terjadi pada kita. Ketika bangun tidur rasanya seperti mimpi.. berharap bangun dari mimpi buruk.  Saat stillbirth dahulu tahap ini berlangsung cukup lama.. mungkin sekitar sebulan saya merasa seperti ini.

  1. Marah, Rasa bersalah, Depresi

Marah pada diri sendiri kenapa tidak tahu bahwa hal ini terjadi, marah pada dokter dan rumah sakit yang kurang tanggap.. kurang cepat actionnya. Rasa bersalah begitu dalam.. kenapa diberi kepercayaan hamil tidak dijaga dengan baik..  Marah pada Tuhan juga pernah.. Marah pada sekitar tanpa alasan yang jelas. Marah kalau ditanya orang mengenai kejadian tsb.

Ini semua salahku, aku pasti melakukan sesuatu yang salah.. Ini pasti karena waktu itu aku menyetir sendiri. Ini pasti karena aku lalai menghitung tendangan bayi, ini pasti karena aku tidak teliti saat kontrol ke dokter.. ini pasti karena aku terlalu percaya dokter, ini pasti karena aku dulu belum siap untuk hamil, ini pasti karena dulu aku ingin sedikit menunda kehamilan... Rasa bersalah demikian besar.. sampai dua tiga bulan setelah peristiwa stillbirth aku masih merasa ini.. bahkan bisa dibilang sampai sekarang juga terkadang masih merasa begini.

Depresi kurasakan juga sampai mungkin 3 atau 4 bulan setelah kejadian.. menangis malam2 sendirian.. tidak suka melihat orang lain hamil atau sedih melihat anak kecil. Saking depresinya pernah aku katakan pada ibuku.. aku nggak akan pernah bisa tertawa lagi seperti dulu..

  1. Acceptance (Menerima)

Time heals... memang benar bagi ku.. sekitar 6 bulan setelah kejadian stillbirth baru aku bisa sedikit menjalani hidup dengan agak normal.. mulai bisa tertawa.. mulai ada optimisme kembali.. apalagi karena sudah mendekati waktunya aku boleh hamil lagi.. mulai ada harapan.. Mulai memaafkan diri sendiri.. dan berdamai dengan Tuhan.

Yups begitulah yang dulu kualami yang anehnya sepertinya tahapan2 itu kulalui dengan lebih cepat kali ini..

Mungkin ngga ada benar salah dalam hal ini.. People grieve in a diiferent way.. The first time was different to the second and third time.. I guess .. again... there is no right or wrong and I should’t worry about it so much.
 
Anyway... Semoga setelah hasil patologi keluar bisa ketauan apa penyebabnya keguguran kemarin :)

 

Saturday, May 25, 2013

BALI TRIP MAY 2013


Awal Mei lalu, kami sekeluarga plus eyang mami dan si mbak akhirnya bisa liburan ke Bali..
walopun ini udah ke sekian kalinya ke Bali.. tapi tetep aja yang namanya Bali selalu asik dan memberi pengalaman berbeda..
Apalagi terakhir kali ke Bali th 2009 yang lalu , saya dan suami berduaan aja dan saat itu kami ke Bali untuk refreshing dari kedukaan...
Untuk yang kali ini kami memutuskan untuk ngajak si mbak, biar si mbak yang udah 3 th sama kami juga sempet ngerasain liburan.. plus, maksud hati saya dan suami mo honeymoon ke xxx kali ya... hihihihi..
jadi ada yg ngurusin si bocah..
namun kenyataannya..
si bocah nempel amat ama kita.. jadi ga berhasil deh rencana kita :D

well karena emang dari awal mo ngajak mbak dan eyang, makanya dari awal kita nyari2 hotel yg ada connecting doornya..
ternyata hasil dari browsing2 sana sini.. nemu deh Hotel Harris Riverview yang modelnya apartemen 2 kamar.
Saya book jauh2 hari di booking.com yang bisa di cancel.. sembari nyari2 yang lain.
Nah kebetulan pas lagi hunting2 hotel tersebut keluarlah corporate rate dari kantor untuk hotel2 yang kerjasama ama kantor.. dan ternyata jaringan Hotel Haris termasuk..
dari daftar itu, saya jadi tau bahwa di Bali itu ada 4 biji Hotel Harris. Dan setelah melihat2 lagi.. ada Harris Sunset Road yang tampaknya lebih wokey.. 2 bedroom juga dengan harga yang masuk di kantong untuk 4 malam :)
Akhirnya kami putuskan cancel yang Harris Riverview dan book dengan corporate rate untuk Harris Sunset Road.
Emang di Bali itu kayanya paling wokey kalau dapat Hotel deket pantai Kuta.. happening banget kali yeee..
tapi harganya ya mahal mak.. bisa sejutaan/ kamar per malam.. fiiiuhhh.. tar aja deh kapan2 :D
so ya udah deh di sunset road aja agak jauh gapapa.. toh udah ada bocah kayanya dah gak jaman lagi jalan kaki nyusurin Kuta-Legian gitu..
Kita juga bakalan sewa mobil aja selama 4 hari.
Ternyata gak salah pilih sama Harris Sunset Road, hotelnya baru dan bersih, dan apartemen mungil nya cocok aja.. Kolam nya apik , ada mini playground dan tempatnya asri..
1 kamar double bed dengan kamar mandi dalam yang ada bathtubnya, sedangkan kamar lainnya dengan shower di kamar mandinya. Apartemennya dilengkapi living room kecil dengan tv layar datar, pantry lengkap dengan microwave juga..
Cucok deh buat keluarga :)
Harga 2 bedroom apartment per malam 780 rb nett (tidak termasuk sarapan)
Sarapan sendiri 60rb / org nett
Hanya 1 kekurangannya yaitu karena sebelahnya adalah peternakan sapi.. sooo di restorannya sptnya suka ada lalat berseliweran :(. Cuman si sapi2 itu jadi hiburan juga sih buat bocah.
di kamar sih bersih gak ada lalat..\
dan disana staff nya responsif bgt kalau ada keluhan.. dalam 5 menit langsung di follow up..



 


 
 
Malam I :
Kami nggak kemana2.. cuma cari makan malam aja karena tiba di hotel udah jam 8 malam.
 
Hari I :
Pagi2 hujan gerimis, tapi tetep semangat 45 kami ke Kuta Beach buat liat2.. sambil nunggu eyang datang dari Jakarta. Setelah eyang datang dan makan siang kami lanjut ke Bali Bird Park.
HTM nya agak kurang jelas.. kemarin 4 dewasa dan 1 anak 2.5 th dihargai sekitar 500 rb.
Bali Bird park tempatnya asri banget dan koleksi burungnya banyak,
ada juga burung2 yang jinak dan bisa difoto bareng..
trus kami beruntung disana pas jam pertunjukan burung pemangsa (birds of prey) yaitu saat memberi makan burung elang dan pertunjukan burung macau (spt yg di film Rio)..
cukup menghibur..
Tamannya disusun berdasarkan area asal burung2 , seperti Jawa, Kalimantan, Papua dan juga luar negeri seperti Amerika ..
Ada juga burung2 yang berkeliaran gitu aja jadinya seru aja melihat tingkah mereka.. belum lagi ada burung yg doyan sama topi yang dipakai eyang sehingga gak mau pergi2 dari topi eyang..
Eyang sampe dijilatin gitu.. hihihih
 
 

 

 

 Hari II :
Kami ke Bali Safari and Marine Park,
disini harga tiketnya lebih mahal.. namun karena ada promo mandiri buy one get one.. akhirnya bisa juga 4 dewasa dengan harga 500 rb sudah termasuk foto dengan binatang..
jadi emang di Bali Safari ini kalau mau foto dengan binatangnya harus bayar lagi gitu..
Beda dengan Bali Bird park, kita hanya bayar kalau fotonya diambil pakai kamera nya pengelola dan dicetak disana..
Dasar pedit merkedit gak usah lah yauw pake bayar2 begitu :D
Well taman safarinya cukup luas dan kita harus jalan sedikit untuk sampai ke safari ride, dimana kita akan naik bis khusus dengan pemandu yang akan berjalan mengelilingi safari parknya.
Perjalanannya sekitar 30 menit dan binatang2nya dikelompokkan berdasarkan wilayah seperti Afrika, Asia dan Indonesia..
Koleksinya lumayan walaupun saya merasa perjalanannya cukup singkat.
Dan entah kenapa kesan safari park ini lebih kurang terawat di banding Bali Bird Park.. mungkin karena areanya juga lebih luas .
yang jelas si bocah dan si mbak enjoy banget deh liat beragam binatang2 disana :)
itu yang penting..
emang selama ini saya lebih suka ngebawa bocah ke tempat2 wisata yang ada unsur pendidikannya.. biar dia bisa belajar sesuatu.


 

Hari III:
Eyang pulang, jadi pagi kami antar ke bandara kemudian cabut ke Pantai Geger di Nusa Dua.
Disana cuma main2 pasir dan main di laut..
sayangnya si bocah juga masih takut sama ombak jadi gak mau diajakin ke air .. hihihihi.

Karena mulai hari ke II malam si bocah mulai mogok makan.. jadinya yang rencana hari ke III mau ke Tanah Lot batal.. jadinya kita cuma spending time berenang dan santai2 di Hotel. Sementara si mbak eksis shopping ke Joger ditemenin ama mas supir..
kita mah udah gak kepengen ke Joger..
anehnya di liburan kali ini bisa dibilang saya gak bergairah shopping... #patonback#


  

 Liburan di Bali tak lengkap tanpa nyari Babi guling dan teman2nya.. hehehehe
Selain itu nyobain Pork ribs di Nuri's yang tempatnya penuuuh bgt.. kita sampe balik 2 x kesana buat cari timing yang pas.. tapi emang sih gak sia2.. dengan harga 90 rb an.. dapet 7-10 ribs.. dan 1 porsi itu dihabisin sendirian looooh.. #bangga
walopun setelah dateng makanan kita, kita liatin orang2 lainnya biasanya 1 porsi dimakan berdua.. wkwkwkwkw
 
Wah emang gak puas rasanya cuma 4 hari gitu di Bali.. hiks..
pengen lain kali we'll be back dan Harris Sunset kayanya cukup enak buat kami kembali ksana lagi ;)
 


 

 

 


 


Sunday, May 5, 2013

Laporan PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orang Tua) 1 Balikpapan

Ceritanya hari Sabtu 4 Mei kemarin saya berkesempatan ikutan PESAT 1 yang pertama kali diadakan di Balikpapan..
Tau soal PESAT ini juga udah mepet2.. taunya dari FB temen yang kebetulan ternyata adalah panitianya. Setelah tau gak langsung cari info krn masih mikir2.
Walopun sebenernya pengen banget..secara sering banget baca soal pesat ini di blog orang2, lewat browsing2, di milis dan di twitter..

Bagi yang belum tau, PESAT ini intinya adalah memberikan edukasi ke orang tua seputar permasalahan kesehatan sehari2 soal anak, penanganan yang tepat dari common illness yg ada di sekitar kita. Dari baca2 soal PESAT ini juga jadi lebih tau soal RUM (Rational Use of Medicine) plus.. pembicaranya itu dr Wati yang ngarang buku2 kesehatan anak yg oke punya.. dan dari dulu kalo lagi ke Jakarta.. suka iseng ke KMC (Kemang Medical Care) cuma pengen ketemu dr Wati.. yang akhirnya gak ketemu juga saking sibuknya beliau.
Diharapkan dari ikutan PESAT ini, orangtua jadi lebih well informed soal kesehatan..karena ada pepatah yang mengatakan bahwa "dokter anak terbaik adalah orang tua" karena memang kita yang sehari2 ada sama anak kita.

Pembicaranya dr. Purnamawati S. Pudjiarto, Sp.A(K), MMPed dan dr Endah Citraresmi Sp.A .. pokoke top lah silahkan di googling..

Emang dasarnya saya itu suka penasaran kalo habis membaca sesuatu yang menarik.. Pasti bakal saya riset sampai habis deh tu dimana2, termasuk di Internet. Ya mungkin bawaan jaman kuliah yang emang skripsinya kudu riset plus pas kerja di perusahaan farmasi juga banyak ngelakuin riset kecil2an.
Makanya pas denger ada PESAT akhirnya menimbang dan minta izin suami.. boleh deh ikut 1 sesi di hari Sabtu. Klo di hari Minggu emang pengen istirahat juga sih plus ke Gereja.

Well gimana PESATnya?
Keren abis.. bagus banget informasinya.. narasumbernya juga oke punya.
Walopun beberapa informasi mungkin dah pernah kita baca, tapi tetep aja beda klo dijelasin dan diingetin lagi sama ahlinya.
kadang informasi, nasihat dan sindiran yang disampaiin bikin kita Jleb Jleb sendiri.. ngena banget.. hehe
Ada 3 sesi di hari Sabtu yaitu soal Batuk , Pilek, Radang Tenggorokan dan Asma; Makanan Enak untuk Anak dan Rational Use of Medicine. Saya terus terang paling tertarik yaitu soal Makanan Enak untuk Anak ini... yeah u know.. masalah berat badan anak masih menghantui ..

Nah di sesi Batuk pilek dll , dilejaskan bahwa biasanya batuk, pilek dan radang tenggorokan itu berasal dari infeksi virus.
Virus belum ada obatnya, dan infeksi virus itu self limiting disease.. so bakalan sembuh sendiri.
Kenapa virus gak ada obatnya? karena virus itu selalu bermutasi dan strainnya banyak ..
Antibiotik? antibiotik itu buat bakteri bukan virus...
Gak perlu obat macem2.. malah dr Endah menjelaskan bahwa di negara maju, penggunaan obat batuk untuk anak di bawah 6 th itu sudah dilarang..
Buat apa batuk dikasi obat? wong batuk itu kan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan dahak..
Well taunya batuk or pileknya karena virus dari mana? well biasanya gejalanya yaitu batuk pilek tadi, nyeri dan gatal tenggorokan pada hari ke 2-3.
Jadi apa dong treatment buat anak yg batpil karena virus? Intinya buat anak senyaman mungkin trus beri air yg banyak untuk melegakan tenggorokannya. Malah kasi es krim juga gapapa kalo anaknya cuma mau makan es krim x_x.
Trus kapan kita perlu khawatir soal batuk?
Bila terjadi sesak, sianosis (bibir biru), demama tinggi, batuk darah, whopping cough, bayi dibawah 3 bln, ada stridor dan wheezing.. yang semuanya dibahas saat PESAT.
Intinya sih pengetahuan ini agar emak2 juga gak gampang panikan klo anak batpil.. yaaah namanya juga emak2.. pastilah ada paniknya.. :D


Terus di sesi soal MPASI, karena masa MPASI Thania udah lewat, jadi sekedar merefresh aja siih..
Ada juga info baru spt, ternyata daging merah udah boleh dikenalin saat bayi 6 bln 2 minggu lho..
dulu Thania termasuk aliran MPASI daging di 8 bln..
wokelah nanti buat adeknya Thania.. amiiiin .. hihihihi
Dikenalin juga konsep myplate soal makanan yg seimbang.
Trus home made MPASI pasti lah terbaik..
Say no to makanan instan.
dokter Wati juga nyaranin kalo tepung beras itu bikin sendiri, numbuk beras sendiri.. hmmmm..
beliau gak terlalu merekomendasi tepung Gasol sih..
Well kalo dulu emang Thania MPASI pake Gasol sih.. secara dulu mah gak kebayang numbuk beras gitu..
Mungkin nanti deh klo ada rejeki adeknya Thania dibeliin grinder :)

Terus soal pengecekan anemia defisiensi besi pada usia setahun juga kudu lho..
Thania dulu ngga soalnya anaknya trauma disuntik siiih... ya udah adeknya deh nanti.. :D
Yah di sesi ini lumayan memberi semangat baru untuk kembali memasak dengan kreatif.. Tau aja dr Wati bahwa bbrp minggu ini saya lagi mentok urusan masak memasak ini... maleeeees amat. Alhasil bbrp kali cuman ngasi itu2 aja ke anak.
Terus kata2 yang sangat menenangkan adalah.. Lebih gampang ngurus anak kurus daripada anak gendut.. (bisa banyak penyakitnya kelak) ... huaaaaa... langsung emak2 dengan anak kurus kepala nya gede..
biarin aja sesekali bangga anak kurus dipuji :p
biasanya cuman dikomenin orang.. iiiih anaknya kurus ya?... iiih mungil banget.. iiih makannya susah ya..iiih gak mau mimik susu ya.. preeet..
daaaan ini juga bikin seneng.. usia setahun itu udah gak boleh ngedot.. fase oral cuma smp umur setaun.. habis itu lepas, krn dot bikin kebanyakan susu.. kebanyakan susu bikin pola makan gak baik, kebanyakan susu bikin obesitas dan susu berlemak gak baik buat anak..
Masa anak udah gede masih ngedot ?
Beeeeghh.. menenangkan banget.. secara dulu malah sempet sedih knp Thania gak ngedot.. jadi mimik susunya lebih dikit..
Hehehehe.. so..... maap maap ya, mudah2an gak ada yg ketohok nih.. hihihihi..
Dunia emak2 emg kejammm .. ha ha..

Dokternya ini emg agak ekstrim sih.. masa usia 2th suruh susu skim.. katanya menghindari masalah nanti pas dia gede.. iya siiih jaman sekarang banyak org gaya hidup kurang sehat.. muda2 udah sakit.. tapi masa anak gw dah kurus disuruh susu skim.. emaknya sih gapapa skim..

Well namanya juga nasihat.. yg bagus diaminin.. yg belum cocok ditunda dulu :D

Terus katanya juga salah kalo anak susah makan beralih ke susu.. susu ya seperlunya aja.
Di luar negeri mana ada sufor model kaya di Indonesia.. semua adalah bisnis.. jgn mau jadi korban.
Yah hal2 yang harus dihindari diataranya spt tadi.. kebanyakan ngasi susu, vitamin, suplemen, makanan harus dikasi garam and gula (which is gak perlu).. ini susah bok soal gulgar.. suer.. walopun klo untuk masak Thania emg cuman dikit gulgarnya.. tp ttp aja setelah 2th saya kasi .

Soal susu yang bagus juga adalah yang cair dengan rasa plain.. wokelah klo itu.

terus yang bikin jleb jleb jleb buat saya siiih..
offcourse metode pemberian makan.. suer ini masih pe-er bgt ..
makan harusnya menyenangkan.. gak ada pemaksaan..
dgn makanan variatif pasti lambat laun dia suka.
yes .. saya akuin klo soal makan saya masih menganut paham militerisme..
ayo makan klo ngga bunda marah nih..
hiks, kata2 itu masih sering meluncur dari bibir saya walopun akhirnya saya sesali juga sih.

 ya ya.. ada yg menenangkan ada yg bikin jleb2.. hehehehe..

Sesi ke 3 soal Rational Use of Medicine intinya menyoroti bahwa sebagai pasien kita juga kudu cerdas klo berhadapan sama dokter.
ke dokter gak melulu harus dapet obat.
Dokter yg baik itu memberikan nasihat, diagnosa.. dan obat bila perlu.
So jangan sampai ke dokter, gak tau penyakit kita apa, ujung2nya dapet segepok obat..
Disini kita tidak diajarkan anti obat.. obat perlu bila memang ada indikasi medisnya.
terus dibahas bahaya klo anak diberi puyer.. karena jumlahnya kan gak pasti tuh (gram nya) per puyer.. dan yang paling ngeri, kita ngga tau kandungannya.
Saat presentasi dikasi contoh dimana puyer untuk bayi 15 bulan yang demam mengandung 14 macam obat, termasuk kortikosteroid, anti kejang, obat tidur, pemanis dll..
apa nggak ngeri tuh..
so say no to puyer !! sampai kita yakin kandungannya di puyer itu tunggal dan bukan polifarmasi.

Kemudian ada juga sesi kerja kelompok dimana kita diajar ngitung dosis paracetamol.
Trus sesi tanya jawab juga seru abis.. ternyata banyak juga emak2 senasib dengan anak kurus susah makan .. hehehe

Ada pertanyaan soal nebulizer dan fisioterapi pada anak yg batuk.. dimana hal itu ngga perlu.. kecuali anak asma.. huuuft.. sering denger bbrp temen yang anaknya di nebu karna batuk.. ternyata seringnya cuma akal2an dokter dan rumah sakit kali ya.

Terus saya sendiri juga nanya soal diagnosa tounge tie yg katanya bikin susah menelan dan menyebabkan kesulitan makan dan berat badan anak susah naik.. lagi2 kata dr Wati,  seringnya itu hanya bisnis.. whattt... bisnis again??
Edan memang dunia kesehatan di Indo ini..
Tounge Tie gak ada hubungannya sama berat badan anak.. Plus jangan karena kita pro Asi kita juga jadi menghalalkan segala cara untuk ASI spt main gunting lidah bayi yg susah nyusu..walopun pernah denger juga bahwa emg pd bbrp kasus bayi hal itu membantu nyusu..
Tp klo untuk anak yg udah gak nyusu lagi??
gak ngaruh juga katanya sama kemampuan bicara.

Hmmmmm disini saya ngesense kekecewaan juga ya dari dr Wati sama sejawatnya yg spt itu.
Pas saya nanya soal Tounge Tie, langsung berpandangan penuh makna gitu dr Wati dan dr Endah..

Trus kalo emg kita ragu sama diagnosa seorang dokter, emg second opinion itu perlu..  dan itu hak kita sbg pasien.

Well mungkin bbrp hal masih membuat kita bertanya2.. beberapa hal masih sulit diterapkan.. but at least dari ikutan acara PESAT, kita jadi lebih well informed. Kalau ada informasi yg masih kita ragu2.. ya jangan lelah untuk belajar terus lah..
Dan memang kita lah yang paling tau anak kita.. mungkin kita tau yg terbaik.. tp juga selalu ingat.. titipanNya terlalu berharga, kalau kita jadi orangtua tidak berusaha selalu belajar, belajar, dan belajar untuk memberikan yang terbaik.

oh ya kemarin itu sesi sehari biayanya 125 rb aja, dapet snack, lunch, goodie bag, diktat dan CD materi.. venue di Grand Sudirman..
So thanks panitia yg bikin acaranya keren..
Sayang gak bisa ikut hari Minggunya.. nanti deh nungguin PESAT 2..


*nulis ini penuh perjuangan karena sempet mati lampu 2x, nasiiib orang daerah*

Sunday, March 31, 2013

Tangan kecil itu

tangan kecil itu yang memelukku dari belakang

tangan kecil itu yang belajar memegang pensil dan membuat gambar abstrak

tangan kecil itu yang menampik sendok yang kucoba kusuapkan pada mulutnya

tangan kecil itu yang memukul meja makannya saat marah

tangan kecil itu yang dengan erat memegang tanganku saat menapaki tangga

tangan kecil itu yang terjulur ke atas meminta digendong

tangan kecil itu yang terus menggaruk garuk badannya yang gatal berkeringat

tangan kecil itu yang menari nari mengikuti gerakan di dvd

tangan kecil itu yang lincah mencari cari foto-foto di hape kami

tangan kecil itu yang mencoba bermain angry bird namun kebalik

tangan kecil itu yang mengirimkan sms random ke contacts di phone book ku

tangan kecil itu yang tak berhenti menunjuk sana sini dan bertanya

tangan kecil itu yang menunjuk nunjuk tengkuknya minta dipijetin

tangan kecil itu ... yang dulu lebih kecil lemah tak berdaya, hanya memegang kancing bajuku saat kususui.. ,dan dulu mengepal-ngepal tanpa arah sekarang mulai memiliki keinginan nya sendiri,

keinginan yang selalu ingin dituruti
keinginan yang selalu ingin diprioritaskan
keinginan yang membuatku kehilangan sabar

.......

keinginan yang membuatku tertawa
keinginan yang membuatku terharu
keinginan yang menyatakan kemandiriannya

tangan kecil dengan sejuta keinginan, dengan sejuta harapan..
semoga tangan kecil itu bisa meraih mimpi-mimpimu dalam genggaman.


dedicated for your little hands (2y4mo)


Friday, March 29, 2013

Hari Hari bersekolah.. (a reflection)




Tsah... judulnya berat..
kesannya udah beneran sekolah aja si Thania :D
padahal sih ya cuma gitu2 doang .. nari2 dan loncat2an doang.

Sebenernya walaupun sudah memilih preschool buat Thania.. masih ada ketidakpuasan di sana sini..
Sebenernya saya sendiri pun belum punya cita2 yang firm buat sekolah Thania.

Well di hari2 sekolah dia.. which is cuma once a week .. dia semangats sekali , yang ku observasi dia semangat ngejalanin semua aktivitasnya,
namun memang interaksi dengan sesama teman sepermainan belum banyak.

Tapi memang semuanya cenderung begitu sih..
karena memang di usia sekarang ini, orang tua atau pengasuh wajib menemani. Jadinya ya paling lebih banyak nempel ke orang tua/ pengasuhnya aja para anak2.

Perkembangan nya dalam hal keberanian untuk permainan motorik berkembang sih..
Dia jadi lebih berani pecicilan.. yang mana malah membuat emak nya deg degan melulu..
Kalo di kasur bawaannya pengen loncat2 dan koprol *lap keringet..

Malah terakhir dia main ke rumah tetangga, dia pun loncat2 di kasur tetangga *orang tuanya ga ngajarin sopan santun apa ya* hiks

Sampai sekarang saya belum tergoda untuk bener2 masukin dia ke preschool yang lebih serius. Saya tau beberapa orang berpendapat, kalau anaknya udah bisa komunikasi dan keliatan makin pinter.. masukin sekolah, biar gak sayang intelegensianya, cepet2 diasah biar tajem (bak silet).

Tapi hasil ngobrol sama keluarga bahwa keliatan anak saya ini tipe yang lempeng dan anak baik2 gitu.. cieeeh.. nurun bundanya :D
dimana kalo kekecilan masuk malah takutnya di bully or semacamnya. soalnya dia sendiri gak ada tipe bully or galak.. so better wait waktu dia lbh gede bisa membela diri.
Ini pun terbukti waktu trial dulu di salah satu sekolah, sempet di dorong2 anak cowo, sempet mau dijorokin juga tp dianya gak ngelawan or ngerespon negatif.. malah di deketin lagi.. duuuuh emaknya geregetan pengen marahin si anak cowo itu eh si Thania malah mempraktekan bila ditampar pipi kiri maka berikan pipi kanan *anakyesus*

Terus hasil baca2 sana sini yang mengatakan bahwa biarkan aja si anak bermain saatnya memang dia harus bermain.. jangan diburu2 untuk belajar saat belum cukup umur.
Bahkan katanya jangan dulu ajari baca tulis hitung sampai 4 th an.. dan anak2 di Jerman pun 7th baru SD.
Efeknya bila terlalu memburu2 si anak adalah bisa jadi pada suatu titik dia akan merasa bosan belajar dan mogok.
Yah mungkin juga anak2 yang sekolah serius pada usia dini adalah anak2 yang pinter dan berprestasi, tapi saya ingin anak saya benar2 juga menikmati masa kecilnya.. ibaratnya mumpung memang masih sah dia hanya main2 saja.. jangan bebani dengan beban yg terlalu berat.
*baca di postingannya Ayah Edy*
Toh nanti saat nya tiba saat dia SMP - SMA dan Kuliah.. bebannya akan semakin berat..

Yess semoga saya bisa konsisten dengan ini.. memberikan anak saya hak nya untuk ceria, tidak terbeban, dan mengeksplorasi dunianya dengan bermain. tidak terbebani dahulu. Sampai secara umur cukup dan secara psikologi siap.
Memang sih untuk tiap anak beda2.. makanya sebagai orang tua yang harusnya paling tau karakter anak.. jangan pernah ikut2 an karena anak lain begini atau begitu.. kita yang paling tau anak kita.
Sesuatu yang mungkin baik dan cocok buat anak lain, belum tentu cocok buat anak kita..
dan anak gw cewe imut2 coy.. kalo bisa mah diketekin terus biar safe terus *overprotektivmode*

walopun kadang godaan dan iming2 preschool2 menghantui juga sih.

Ya paling tidak 3th keatas aja dia mulai preschool dan itu pun harus bener2 saya survey lagi mana yang paling cocok..
masih berdoa juga siapa tau ya.. siapa tauuuuu....
siapa tauuuuuu.... uuuuuuuuu *menggema dalam batin*
pas udah mau preschool beneran atau kindergarten nanti udah gak di Bpn lagi, sehingga ada pilihan yang lebih cocok, dan lebih baik..

Ada amin disana ???
Amiiiinn

Saya yakin mungkin bila nanti dia tidak sejenius temannya yang seorang prodigy tapi semoga nanti kualitas hidupnya lebih baik, lebih secure, mandiri, dan bahagia.

Karena dalam hidup tidak melulu soal kompetisi menjadi paling hebat, nilai paling tinggi, tidak melulu aku aku aku dengan egoku, aku yg paling hebat, tapi bagaimana nanti dia bisa berguna buat orang lain.

Karena terbukti ah dari mana2.. grade di sekolah tidak menjamin kesuksesan seseorang apalagi menjamin kebahagiaan.